Majene, TARGETTUNTAS.ID — KAMMI Mandar raya mendesak Kejari Majene untuk segera tuntaskan kasus dugaan penggelapan dana zakat dan korupsi TPG Ta 2024
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia KAMMI Mandar raya melakukan aksi demostrasi terkait dugaan korupsi gaji 13 TPG TA 2024 dan dugaan penggelapan dana zakat, Senin (19/1/2026).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk desakan kepada aparat penegak hukum agar segera mengusut tuntas dugaan korupsi Gaji 13 TPG TA 2024 dan penggelapan dana zakat yang diduga terjadi di lingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Majene.
Ada dugaan penggelapan dana zakat dan TPG 13 yang sampai hari ini belum terselesaikan dan pengakuan dari Kepala dinas pendidikan pemuda dan olahraga memang mengakui adaNya dugaan penggelapan dana zakat potongan dari gaji ASN yg sudah bersertifikasi sebanyak 2,5℅ atau kurang lebih 170 juta serta dugaan tindak pidana korupsi gaji ke 13 TPG TA 2024 yang sampai hari ini belum juga di kembalikan kepada guru yg belum mendapatkan gaji sepenuhnya, namun pihak dari disdikpora berjanji untuk menyelesaikan selama tiga hari kedepan dan di sampaikan lansung oleh kepala dinas disdikpora
Dalam ucacapannya kepada massa aksi, kepala dinas mengatakan bendahara gaji disdikpora majene telah kabur dan tidak di ketahui keberadaan nya di tambahkan kadis saat itu juga memecat bendahara gaji disdikpora majene.
Anwar, selaku jendral lapangan saat di temui awak media membeberkan “Kami tidak melihat langkah preventif dari kepala dinas disdikspora mejene untuk menyelesaikan persoalan ini sesegera mungkin sampai dengan hari ini kami turun berdemontrasi, informasi yang beredar hanya sekedar wacana proses kami butuh langkah konkret”, Jelasnya
Kami juga mendesak kepala dinas untuk segera mengeluarkan SK pemberhentian oknown tersebut sebagai bendahara dinas
“Kami butuh langkah konkret untuk segera mengeluarkan SK pemberhentian bendahara gaji dinas tersebut” Ujar Anwar.
Selain di disdikpora KAMMI Mandar raya juga melakukan aksi di kejaksaan negeri Majene untuk segera melakukan langkah-langkah hukum Dalam aksi tersebut KAMMI Mandar raya di sambut kasi Intel kejaksaan negeri majene .
Dalam pernyataan nya kepada massa aksi bahwa kejari majene sudah mengetahui persoalan ini dan sudah sampai pada proses pemeriksaan dan pengumpulan bukti.
“Anwar kembali menambahkan “kami butuh langkah yang konkrit dan transparan untuk membongkar kasus ini, karna kuat dugaan ada tidakan melawan hukum yang terstruktur dan massip di tubuh disdikpora mejene”
“Dan kami mendesak kejari majene untuk membuka proses penyelidikan tersebut kepada publik dalam hal ini surat perintah penyelidikan wajib untuk kami ketahui sebagai pegangan kami untuk terus mengawal proses ini” Tegas Anwar.
Di lanjutkan anwar “jika beberapa hari kedepan tidak ada perkembangan positif maka kami akan melakukan aksi jilid 2 laporan secara resmi baik itu di polres majene maupun kejari majene untuk di tindak lanjuti”, Papar anwar.
Tuntutan KAMMI Mandar raya
1.Mendesak kejaksaan negeri majene untuk membuka penyelidikan dan penyelidikan secara resmi terkait dugaan penggelapan dana zakat dan dugaan korupsi gaji 13 TPG TA 2024 sampai dengan tuntas
2.Pulihkan dan kembalikan dana zakat ke baznas majene
3.Periksa rekening bendahara gaji disdikpora majene dan buka rekening koran serta laporan pertanggung jawaban keuangan kepada publik
4.Salurkan hak gaji 13 TPG guru yang kurang bayar tampa syarat dan penundaan
5.Copot kepala dinas pendidikan pemuda dan olahraga kabupaten majene dan bendahara disdikpora
Kami akan mangawal kasus ini sampai tuntas guna menciptakan keadilan pihak yang di rugikan dan akuntabitas lembaga negara. Demi terwujudnya keadilan hal para ASN dan guru di majene.
(*)


