• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Login
Target Tuntas
Advertisement
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
Target Tuntas
No Result
View All Result
  • PAREPARE
  • PINRANG
  • BARRU
  • SOPPENG
  • SIDRAP
  • SINJAI
  • JAKARTA
  • TAKALAR
  • KALTIM
  • BULUKUMBA
  • SULSEL
  • PENDIDIKAN
  • MEDAN
  • BANTAENG
  • MAMASA
  • MAMUJU
  • PEKANBARU
  • MAKASAR
  • POLMAN
  • SULTRA
Home DAERAH PAREPARE

PAW Besar-besaran di Parepare? Praktisi Hukum: Jangan Terburu-buru!

Admin by Admin
in PAREPARE
0
PAW Besar-besaran di Parepare? Praktisi Hukum: Jangan Terburu-buru!
5
SHARES
59
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PAREPARE – Kabar mengenai potensi Pergantian Antar Waktu (PAW) secara besar-besaran di DPRD Kota Parepare mencuat dan menjadi perbincangan hangat di berbagai grup WhatsApp warga, Senin (13/4/2026). Informasi tersebut salah satunya disebarluaskan oleh seorang penggiat media sosial bernama Mulyadi, yang menyebut adanya peluang bagi calon legislatif (caleg) berikutnya untuk memperoleh “durian runtuh”.

Isu ini dengan cepat memantik perhatian publik, mengingat implikasinya tidak hanya berdampak pada komposisi legislatif, tetapi juga stabilitas politik lokal dan kepercayaan masyarakat terhadap proses hukum yang tengah berjalan.

Menanggapi hal tersebut, seorang praktisi hukum, Gazali T. Parenta, S.H., memberikan pandangan yang lebih komprehensif dan menyejukkan. Ia menegaskan bahwa proses hukum terhadap pihak-pihak yang saat ini berstatus tersangka maupun terdakwa masih panjang dan belum memiliki kepastian hukum tetap.

“Dalam sistem peradilan kita, seseorang tidak bisa serta-merta dinyatakan bersalah sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atau inkracht,” ujarnya.

Gazali menjelaskan, setelah putusan di tingkat Pengadilan Negeri, para pihak masih memiliki hak untuk menempuh upaya hukum lanjutan, seperti banding di Pengadilan Tinggi hingga kasasi di Mahkamah Agung. Bahkan, dalam kondisi tertentu, masih terbuka ruang untuk upaya hukum luar biasa berupa peninjauan kembali (PK).

“Tidak menutup kemungkinan juga adanya langkah hukum lain, termasuk gugatan perdata. Jadi, terlalu dini jika publik menyimpulkan akan terjadi PAW dalam waktu dekat,” tambahnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan agar masyarakat tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah sebagai prinsip fundamental dalam negara hukum. Menurutnya, narasi yang berkembang di ruang publik harus tetap proporsional, tidak menghakimi, serta berbasis pada fakta hukum yang valid.
Sementara itu, pengamat sosial menilai bahwa dinamika informasi seperti ini menunjukkan tingginya partisipasi publik dalam isu-isu politik lokal. Namun, di sisi lain, literasi hukum dan kehati-hatian dalam menyikapi informasi menjadi hal yang sangat penting agar tidak terjadi disinformasi yang berpotensi merusak tatanan sosial.

Isu PAW, lanjutnya, memang selalu menarik perhatian karena berkaitan dengan peluang politik dan perubahan kekuasaan. Namun, mekanisme tersebut tetap harus berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan berdasarkan keputusan hukum yang sah.

Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat Parepare diharapkan dapat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Mengedepankan verifikasi, menjaga etika komunikasi, serta menghormati proses hukum menjadi kunci dalam menjaga kondusivitas daerah.

Tim Media Siber akan terus memantau perkembangan isu ini secara berimbang dan profesional, guna memastikan publik memperoleh informasi yang akurat, edukatif, dan terpercaya.(AD).

Previous Post

Lapas Parepare Ikuti Pembukaan Kakanwil Cup Vol. II di Palopo dalam Rangka HBP ke-62

Next Post

Mahasiswa Institut Andi Sapada Juara Debat Akuntansi Nasional, Soroti Risiko AI terhadap Integritas

Admin

Admin

Next Post
Mahasiswa Institut Andi Sapada Juara Debat Akuntansi Nasional, Soroti Risiko AI terhadap Integritas

Mahasiswa Institut Andi Sapada Juara Debat Akuntansi Nasional, Soroti Risiko AI terhadap Integritas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Rotasi Besar di Majene, Bupati Tekankan Anti-Gratifikasi dan Kinerja Nyata

    Rotasi Besar di Majene, Bupati Tekankan Anti-Gratifikasi dan Kinerja Nyata

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Warga Keluhkan Limbah Galangan Kapal PT Layar Perkasa Nusantara di Barru

    12 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Randis Eks Wabup Barru Belum Kembali, Pemkab Siapkan Langkah Tegas

    9 shares
    Share 4 Tweet 2
  • Dari Aspirasi ke Beasiswa: Ribuan Mahasiswa Terbantu, Nama Ratih Singkarru Makin Menguat

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Hadir Langsung di Forum Bupati se-Sulbar, Bupati Majene Sampaikan Usulan Strategis RKPD 2027

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Pemprov Sulbar Resmi Buka Pendaftaran Beasiswa 2026, Catat Jadwal dan Syaratnya!

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Di Tengah Ketidakpastian Dukungan, SMSI Parepare Gas Pol Dorong Etika Media Siber

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Pesan Keras Kapolda Sulbar: Jangan Coba “Mainkan” Rekrutmen Polri

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • DPRD Parepare Apresiasi Kontribusi Taufan Pawe di Momentum HUT ke-66

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Intel Core i7-7700K ‘Kaby Lake’ review

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In