Majene, 29 Juni 2026 — Tim peneliti dari Universitas Sulawesi Barat menggelar kegiatan Simulasi dan Uji Coba Aplikasi Edukasi Gizi bertempat di Aula Kelurahan Galung, Kecamatan dan Kabupaten Majene, pada hari Senin tanggal 29 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian pengembangan media edukasi kesehatan untuk mendukung pemenuhan gizi ibu dan anak.
Kegiatan ini masuk dalam rangka penelitian berjudul “Pengembangan dan Evaluasi Aplikasi Edukasi MPASI Berbasis Gamifikasi dan Animasi 2D untuk Meningkatkan Pengetahuan Gizi dan Kepatuhan Ibu 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)”. Penelitian ini didukung oleh program DIKTISAINTEK BERDAMPAK dan inisiatif BiMA, dengan tujuan mempermudah penyampaian informasi gizi secara menarik, mudah dipahami, dan dapat diakses oleh masyarakat.
Dalam kegiatan simulasi dan uji coba ini, tim peneliti memperkenalkan cara penggunaan aplikasi, fitur-fitur yang tersedia, serta materi edukasi seputar pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang tepat, sehat, dan sesuai kebutuhan tumbuh kembang anak. Metode berbasis permainan dan animasi 2D dipilih agar informasi tidak terasa membosankan, sehingga ibu-ibu sasaran lebih mudah memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Diny Anggriani Adnas,S.ST.,M.T.Ketua tim peneliti menyampaikan bahwa tahap uji coba ini sangat penting untuk mendapatkan masukan langsung dari pengguna, guna memperbaiki kekurangan aplikasi sebelum diluncurkan secara luas. “Kami berharap aplikasi ini nantinya bisa menjadi panduan praktis bagi ibu-ibu, sehingga tercapai gizi yang baik pada masa 1000 hari pertama kehidupan, yang menjadi fondasi kesehatan anak di masa depan,” ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Galung, Ketua PKK Kelurahan Galung,dalam tenaga kesehatan, serta ibu-ibu yang menjadi sasaran program 1000 HPK. Para peserta menyambut baik kehadiran aplikasi ini karena dianggap lebih mudah dipelajari dibandingkan materi dalam bentuk buku atau selebaran biasa.
Dengan terselesaikannya tahap uji coba ini, diharapkan aplikasi edukasi gizi ini dapat segera digunakan secara luas di wilayah Majene dan sekitarnya, mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka masalah gizi serta meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang.
Laporan Bahar


