Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler III Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) menggelar Seminar Program Kerja di Aula Kantor Kelurahan Takkalasi, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah awal mahasiswa dalam memperkenalkan berbagai program pengabdian yang telah disusun berdasarkan hasil observasi dan identifikasi kebutuhan masyarakat selama pelaksanaan survei di Kelurahan Takkalasi. Seminar tersebut dihadiri oleh Lurah Takkalasi, perwakilan Kecamatan Balusu, Babinsa, Babinkantibmas, Ketua RW, Ketua RT, tokoh masyarakat, perwakilan pemuda Kelurahan Takkalasi, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta mahasiswa peserta KKN Reguler Angkatan III ITH.
Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan masyarakat mencerminkan dukungan terhadap pelaksanaan program-program yang akan dijalankan selama masa pengabdian.
Dalam sambutannya, pihak Pemerintah Kelurahan Takkalasi menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang telah merancang program-program berdasarkan kebutuhan masyarakat. Pemerintah kelurahan berharap seluruh kegiatan dapat terlaksana dengan baik melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat sehingga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Pemaparan program kerja disampaikan oleh Reski Septiawan selaku Koordinator Kelurahan KKN Reguler III ITH. Dalam presentasinya, ia menjelaskan bahwa tema besar yang diusung adalah “Smart Takkalasi: Pemberdayaan Masyarakat melalui Teknologi, Pendidikan, dan Aksi Sosial”, yang diwujudkan melalui berbagai program di bidang transformasi digital, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, lingkungan, serta penguatan kapasitas masyarakat.
Di bidang transformasi digital dan pelayanan publik, mahasiswa menghadirkan SI TAKKALASI (Sistem Informasi Kelurahan Takkalasi) sebagai media penyusunan profil kelurahan yang memuat struktur organisasi, data kependudukan, potensi wisata, dan informasi kelurahan. Selain itu, terdapat SIGMA (Sistem Gerakan Modernisasi UMKM Berbasis Digital) yang berfokus pada pendampingan pelaku UMKM melalui pendaftaran QRIS, optimalisasi Google Maps, pembuatan WhatsApp Business, penyusunan katalog digital, hingga pendampingan promosi melalui media sosial guna meningkatkan daya saing usaha masyarakat.
Pada sektor pertanian, mahasiswa memperkenalkan SIRAM PINTAR (Sistem Irigasi Ramah dan Pintar) sebagai sistem penyiraman sederhana berbasis jaringan pipa untuk membantu Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam merawat kebun secara lebih efisien. Program ini diharapkan mampu menghemat waktu, tenaga, serta penggunaan air sehingga produktivitas kebun dapat meningkat.
Di bidang pendidikan, mahasiswa menghadirkan beberapa program, di antaranya DIGISTART, yaitu pelatihan dasar Microsoft Word dan Microsoft Excel bagi siswa SMP sebagai upaya meningkatkan literasi digital, Rumah Belajar Ceria sebagai wadah pembelajaran nonformal bagi anak SD hingga SMP dalam bidang akademik, agama, dan keterampilan digital, serta GEMA (Gerakan Mengaji Bersama) yang berfokus pada pendampingan belajar mengaji bagi anak-anak di masjid melalui kegiatan belajar yang rutin dan interaktif.
Sementara itu, pada bidang lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, mahasiswa memperkenalkan SAJAK (Sampah Jadi Karya) sebagai program edukasi pengelolaan sampah menjadi karya kreatif bagi siswa sekolah dasar, Kolaborasi Volunter dan Masyarakat dalam Aksi Bersih Pantai untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan kawasan pesisir, SETARA (Sosialisasi Edukasi Kesetaraan dan Pemberdayaan Perempuan) yang bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, serta GEMOY (Gerakan Motivasi dan Hidup Healthy) melalui kegiatan senam bersama guna mendorong pola hidup sehat sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Usai pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, dan peserta seminar memberikan berbagai masukan serta saran terhadap pelaksanaan program agar dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di setiap lingkungan. Antusiasme peserta menunjukkan adanya dukungan terhadap berbagai inovasi yang diusulkan mahasiswa.
Melalui Seminar Program Kerja ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin erat antara Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH), Pemerintah Kelurahan Takkalasi, serta seluruh elemen masyarakat. Dengan mengusung konsep Smart Takkalasi, mahasiswa KKN Reguler III ITH berkomitmen menghadirkan berbagai program yang tidak hanya menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kemajuan Kelurahan Takkalasi.
(*)


