• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Login
Target Tuntas
Advertisement
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
Target Tuntas
No Result
View All Result
  • PAREPARE
  • PINRANG
  • BARRU
  • SOPPENG
  • SIDRAP
  • SINJAI
  • JAKARTA
  • TAKALAR
  • KALTIM
  • BULUKUMBA
  • SULSEL
  • PENDIDIKAN
  • MEDAN
  • BANTAENG
  • MAMASA
  • MAMUJU
  • PEKANBARU
  • MAKASAR
  • POLMAN
  • SULTRA
Home DAERAH PAREPARE

Tasming Hamid: Petani Garda Terdepan Penuhi Kebutuhan Pangan Masyarakat

Admin by Admin
in PAREPARE
0
Tasming Hamid: Petani Garda Terdepan Penuhi Kebutuhan Pangan Masyarakat
5
SHARES
59
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

PAREPARE – Pemerintah Kota Parepare mendorong penguatan musyawarah bersama dalam menentukan arah kebijakan sektor pertanian, khususnya menghadapi musim tanam padi 2026–2027.

Hal itu disampaikan Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, saat memberikan sambutan pada kegiatan Tudang Sipulung atau Tudang Laongruma bersama berbagai elemen masyarakat yang digelar di Rumah Kembar, Kecamatan Bacukiki, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum bersama untuk membahas dan menentukan waktu tanam padi musim tanam 2026–2027.

Agenda itu juga dirangkaikan dengan penyerahan santunan Jaminan Kematian BPJS serta Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Parepare turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama unsur pemerintah, penyuluh, kelompok tani dan elemen masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya, Tasming Hamid menekankan pentingnya musyawarah dalam menghasilkan keputusan yang dapat diterima dan dijalankan secara bersama.

Menurutnya, Tudang Sipulung bukan hanya menjadi bagian dari tradisi masyarakat, tetapi juga memiliki nilai kebersamaan dalam menentukan keputusan yang menyangkut kepentingan banyak orang.

“Musyawarah itu juga adalah perintah agama. Nabi kita Muhammad SAW tiap hari musyawarah bersama untuk menentukan kira-kira apa yang akan dilakukan dan sebagainya. Pendahulu-pendahulu kita sebelumnya tentu mencontoh apa yang dilakukan oleh Nabi,” kata Tasming.

Ia menilai, keputusan yang lahir melalui proses musyawarah memiliki nilai keberkahan karena melibatkan berbagai elemen dan pandangan sebelum sebuah kesepakatan ditetapkan.

“Musyawarah itu ada keberkahan, ada melibatkan seluruh elemen sehingga apa yang dihasilkan dari musyawarah itu menjadi sebuah keputusan yang terbaik,” lanjutnya.

Tasming juga menyebut perbedaan pendapat dalam sebuah forum merupakan hal yang wajar. Menurutnya, perbedaan tersebut justru menjadi bagian dari proses untuk menghasilkan kesepakatan bersama.

“Perbedaan pendapat dan pandangan itu suatu hal dan proses yang biasa. Tetapi keputusan yang dihasilkan dari musyawarah itu adalah keputusan bersama. Tidak ada lagi perbedaan karena sudah selesai keputusan bersama dalam musyawarah itu,” ujarnya.

Ia berharap kesepakatan yang dihasilkan dalam Tudang Sipulung tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap pelaksanaan musim tanam padi 2026–2027.

“Insya Allah, apa yang kita putuskan dari hasil musyawarah hari ini dengan keikhlasan hati ta semua menjadi berkah untuk kita semua,” ungkapnya.

Tasming juga menegaskan posisi strategis petani dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Menurutnya, keberadaan petani menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketersediaan pangan.

“Petani adalah garda terdepan dalam kebutuhan pangan masyarakat. Saya membayangkan jika petani tidak ada tentu kebutuhan pangan tidak akan terpenuhi,” katanya.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk memberikan dukungan terhadap sektor pertanian, termasuk mendoakan agar hasil keputusan yang disepakati melalui forum tersebut dapat membawa hasil positif bagi petani.

“Harapan kami semua ini yang bukan petani tentu berdoa supaya hasil keputusan musyawarah ini bisa berdampak pada hasil panen yang melimpah dari petani kita di Parepare,” tandasnya.

Tudang Sipulung atau Tudang Laongruma sendiri merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat petani yang menempatkan musyawarah, kebersamaan dan kesepakatan sebagai dasar dalam menentukan keputusan, termasuk penentuan waktu tanam.

Pemerintah Kota Parepare memberikan dukungan terhadap forum tersebut karena keberhasilan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada petani, tetapi membutuhkan sinergi antara pemerintah, penyuluh, kelompok tani dan seluruh elemen masyarakat.

Tasming berharap kesepakatan yang dihasilkan dapat menjadi pedoman bersama dalam pelaksanaan musim tanam mendatang. (*)

Previous Post

Kebakaran Lahan di Luyo Polman, Polsubsektor Luyo, Satgas Karhutla Polman dan Warga Berjibaku Padamkan Api

Next Post

Polres Majene Amankan Aksi Damai BEM Unsulbar, Aspirasi Disampaikan Secara Kondusif

Admin

Admin

Next Post
Polres Majene Amankan Aksi Damai BEM Unsulbar, Aspirasi Disampaikan Secara Kondusif

Polres Majene Amankan Aksi Damai BEM Unsulbar, Aspirasi Disampaikan Secara Kondusif

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Kabel Fiber Optik Telkom Putus di Majene, Perbaikan Berlangsung — Diperkirakan Selesai Hari Ini

    Kabel Fiber Optik Telkom Putus di Majene, Perbaikan Berlangsung — Diperkirakan Selesai Hari Ini

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Inovasi Kompor Oli Bekas Karya Edo Pamboang, Solusi Hemat Energi untuk Masyarakat

    9 shares
    Share 4 Tweet 2
  • Laporan Warga AD Ungkap Dugaan Pelanggaran BBM Bersubsidi di SPBU 74.912.01 Pinrang: Temuan Puluhan Jeriken dan Mobil Pickup Berplat Ganda

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Majene Sabet Juara Umum FTBI 2026, Generasi Muda Siap Jaga Bahasa Mandar

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Respons Keresahan Masyarakat, Polres Majene Tindak Puluhan Motor Berknalpot Brong dalam Operasi Patuh Marano 2026

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Kronologi Kasus Pengeroyokan di Batulappa Pinrang: Korban Dianiaya, Dilempari Batu, hingga Dikejar Parang Akibat Sengketa Lahan

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • BRI BO Sidrap Perkuat Sinergi dan Silaturahmi Lewat Momen Ulang Tahun Kapolres

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Gedung Empat Lantai di Parepare Disorot, PBG Terbit tetapi Andalalin Belum Ada

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • URC Sat. Reskrim Polres Majene Ungkap Kasus Curanmor, Satu Unit NMAX Berhasil Diamankan

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Kepala UPT SDN 161 Pinrang Andi Harisuddin, S.Pd., M.Pd. Didaulat Membacakan Teks UUD 1945 pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tingkat Kabupaten Pinrang

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In