• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Login
Target Tuntas
Advertisement
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
Target Tuntas
No Result
View All Result
  • PAREPARE
  • PINRANG
  • BARRU
  • SOPPENG
  • SIDRAP
  • SINJAI
  • JAKARTA
  • TAKALAR
  • KALTIM
  • BULUKUMBA
  • SULSEL
  • PENDIDIKAN
  • MEDAN
  • BANTAENG
  • MAMASA
  • MAMUJU
  • PEKANBARU
  • MAKASAR
  • POLMAN
  • SULTRA
Home OPINION

GR & TR Dalam Bingkai Kearifan Lokal, Menyoroti Harmoni Sosial

Admin by Admin
in OPINION, Sudut Pandang
0
8
SHARES
84
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

D alam peradaban yang terus berkembang, nilai-nilai kearifan lokal sering kali menjadi tonggak dalam menjaga keharmonisan sosial. Di tengah arus globalisasi yang kian deras, gotong royong dan tenggang rasa (GR dan TR); tetap memancarkan cahaya sebagai pedoman hidup yang tak terhingga nilainya.

Gotong royong, sebagai prinsip dasar dalam budaya Indonesia, menegaskan pentingnya kerja sama dan solidaritas. Nilai ini mengajarkan bahwa tidak ada tugas yang terlalu berat jika dilakukan bersama. Dalam masyarakat tradisional, gotong royong terwujud dalam berbagai aktivitas, seperti membangun rumah bersama, membersihkan lingkungan, atau mengorganisir acara sosial. Kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam komunitas memperkuat rasa kebersamaan dan tanggung jawab kolektif.

Senada tenggang rasa adalah nilai yang menekankan pentingnya saling memahami dan menghargai perasaan orang lain. Prinsip ini mendorong individu untuk menunjukkan empati dan toleransi dalam setiap interaksi. Dalam praktiknya, tenggang rasa tercermin dalam sikap sabar dan pengertian terhadap perbedaan, baik dalam konteks budaya, agama, maupun pandangan hidup. Dalam sebuah masyarakat, tenggang rasa menciptakan ruang untuk dialog dan penyelesaian masalah secara damai.

Dalam era modern ini, gotong royong dan tenggang rasa tidak hanya menjadi nilai-nilai yang dihargai, tetapi juga praktik yang relevan dalam menyelesaikan berbagai tantangan sosial. Di tengah kompleksitas kehidupan urban dan pergeseran nilai-nilai global, kedua prinsip ini memberikan landasan moral untuk membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis.

Melalui penerapan gotong royong dan tenggang rasa, masyarakat dapat menciptakan ruang yang lebih adil dan manusiawi. Dalam setiap aspek kehidupan, dari pengelolaan lingkungan hingga penyelesaian konflik, kearifan lokal ini membuktikan bahwa harmoni sosial bukanlah suatu kebetulan, melainkan hasil dari upaya bersama yang tulus dan penuh pengertian.

Dengan memelihara dan menerapkan gotong royong serta tenggang rasa, kita tidak hanya menghargai warisan budaya, tetapi juga memperkuat ikatan sosial yang esensial dalam masyarakat yang semakin kompleks ini. Kearifan lokal ini adalah jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan, memastikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan tetap hidup dalam setiap langkah kita menuju kemajuan.

Sinjai, 1 September 2024.

Oleh: Supriadi Buraerah.

Tags: Gotong Royong dan tenggang rasa
Previous Post

Serda Supriyono Bersama Warga Klemunan Bersihkan Lingkungan

Next Post

Timsus Polres Sinjai Tangkap Dua Terduga Pelaku Narkoba Asal Desa Duampanuae dan Makassar

Admin

Admin

Next Post

Timsus Polres Sinjai Tangkap Dua Terduga Pelaku Narkoba Asal Desa Duampanuae dan Makassar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Hadir Langsung di Forum Bupati se-Sulbar, Bupati Majene Sampaikan Usulan Strategis RKPD 2027

    Hadir Langsung di Forum Bupati se-Sulbar, Bupati Majene Sampaikan Usulan Strategis RKPD 2027

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Warga Keluhkan Limbah Galangan Kapal PT Layar Perkasa Nusantara di Barru

    11 shares
    Share 4 Tweet 3
  • Muda dan Berdaya! Mahasiswa KKN STAI Al Gazali Barru Tampil Percaya Diri Jadi Khatib Jumat di Lokasi KKN

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Operasional SPBN Tersendat, Nelayan Majene Terdampak

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Sejarah Baru di Majene! Polda Sulbar–Unsulbar Resmikan Pusat Studi Kepolisian Pertama

    11 shares
    Share 4 Tweet 3
  • Rombongan KKN STAI Al- Gazali Barru Disambut Hangat Pemerintah Desa Tompo

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Tukar Uang Berujung Tipu: Wanita Makassar Raup Belasan Juta dari Korban di Majene

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Dari Aspirasi ke Beasiswa: Ribuan Mahasiswa Terbantu, Nama Ratih Singkarru Makin Menguat

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Trauma Banjir Belum Hilang, Tambang Pasir di Barru Nekat Beroperasi Lagi!

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Pemprov Sulbar Resmi Buka Pendaftaran Beasiswa 2026, Catat Jadwal dan Syaratnya!

    48 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In