• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Login
Target Tuntas
Advertisement
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
Target Tuntas
No Result
View All Result
  • PAREPARE
  • PINRANG
  • BARRU
  • SOPPENG
  • SIDRAP
  • SINJAI
  • JAKARTA
  • TAKALAR
  • KALTIM
  • BULUKUMBA
  • SULSEL
  • PENDIDIKAN
  • MEDAN
  • BANTAENG
  • MAMASA
  • MAMUJU
  • PEKANBARU
  • MAKASAR
  • POLMAN
  • SULTRA
Home DAERAH Sudut Pandang

Nafas 1 Januari dan Gerbang Emas Bumi Panrita Kitta

Admin by Admin
in Sudut Pandang
0
8
SHARES
86
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SUDUT PANDANG, TARGET TUNTAS,—

Bumi Panrita Kitta; begitulah kami menyebut tanah yang penuh sejarah, tempat jiwa-jiwa mencari makna dalam setiap hembusan angin Sinjai. Sebuah wilayah yang menyimpan impian abadi, hidup dalam hati masyarakat yang mendambakan persatuan. Di bawah langit biru, Sulawesi Selatan, berdirilah Gerbang Emas, simbol harapan akan janji yang belum tuntas di sebuah kota kecil dengan pesona yang tak terkatakan.

Setelah Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, Sinjai resmi menjadi kabupaten pada 20 Oktober 1959 melalui Undang-Undang No. 29 Tahun 1959. Sejak saat itu, motto “Sinjai Bersatu” mengalir dalam darah warganya. Dua kata sederhana namun penuh arti, merangkum semangat: Bersih, Elok, Rapi, Sehat, Aman, Tekun, dan Unggul. Sebuah definisi yang bukan sekadar semboyan, tetapi panggilan untuk menghadapi segala badai dengan kekuatan bersama, hingga Sinjai Ehao, sebuah penyemangat akan kemajuan dan kemajemukan yang menyentuh setiap sendi; Pendidikan, Kesehatan, Agama, Adat Istiadat dan budaya, Gotong Royong dan Tenggang Rasa serta kekayaan dan kearifan lokal lainnya.

Sinjai mungkin tak memiliki gedung pencakar langit, namun setiap sudutnya menyimpan cerita kearifan lokal. Masyarakatnya hidup dari pertanian, perikanan, dan usaha kecil menengah (UKM), berpadu dengan alam dalam harmoni yang sederhana, namun penuh makna religius. Daratan rendah bertemu pegunungan, pesisir menyapa laut, menciptakan simfoni kehidupan yang damai.

Dijuluki sebutan Gerbang Emas di Sulawesi Selatan, Sinjai juga dikenal dengan kekayaan peternakannya. Sapi gemuk merumput, kuda berlari di antara bukit-bukit, dan kerbau berkubang di ladang-ladang hijau. Namun kekayaan terbesar Sinjai adalah budaya yang hidup dalam setiap nafas masyarakatnya. Tradisi seperti Mappogau Sihanua dan situs-situs bersejarah seperti Batu Perjanjian Topekkong terus dijaga. Di era kepemimpinan TR Fahsul Falah, pria kelahiran 1 Januari di Serambi Mekkah, warisan ini semakin dihargai dan dirawat dengan baik.

Tidak hanya itu, keindahan alam Sinjai juga menyimpan pesona wisata bahari, seperti di Pulau Sembilan dan Pantai Ujung Kupang, serta hutan mangrove di Tongke-Tongke yang menjadi benteng alam melawan abrasi. Di tengah semua ini, TR Fahsul Falah memahami bahwa pembangunan bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal menjaga nilai-nilai leluhur.

Kini, di bawah kepemimpinannya, Sinjai melangkah menuju masa depan dengan keyakinan, membawa harapan yang tak pernah padam. Di Gerbang Emas Bumi Panrita Kitta, tersimpan harapan “Sinjai lebih gemilang”.

Oleh: Supriadi Buraerah
6 September 2024.

Catatan :

Dua Persoalan belum selesai, masing-masing Persoalan Tapal batas antara Wilayah Sinjai dan Bulukumba dan Aset Pemda Sinjai

Tags: Batu Perjanjian TopekkongBumi Panrita KittaKabupaten Sinjai
Previous Post

KAPOLSEK HERMAN.S Hadiri Penanaman 550 Bibit Mangrove di Pamboang

Next Post

HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-69: Satlantas Polres Sinjai Gelar Bakti Religi dan Berbagi Sembako

Admin

Admin

Next Post

HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-69: Satlantas Polres Sinjai Gelar Bakti Religi dan Berbagi Sembako

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Siswa SD di Majene Belajar Sejarah Mandar Langsung di Museum

    Siswa SD di Majene Belajar Sejarah Mandar Langsung di Museum

    10 shares
    Share 4 Tweet 3
  • PGRI Banggae Timur Bentuk Kepengurusan Ranting SMP Masa Bakti Lima Tahun

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Rakor dan Monev Diskominfo Majene Dorong Pers Lebih Profesional

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Sadis! Wanita di Majene Aniaya Lansia hingga Tewas, Rumah Korban Dibakar

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Pos Kamling Palipi Soreang Dinilai, Kasat Binmas Polres Majene Turun Langsung Dampingi Tim Dit Binmas Polda Sulbar

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • RAM FM Majene Gelar Talk Show Pencegahan Radikalisme di Ruang Digital, Hadirkan Peneliti Terorisme dan Densus 88

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Bea Cukai Sulbagsel Bongkar Peredaran Rokok Ilegal Rp65 Miliar, Kapolda Sulsel Beri Dukungan Penuh

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • OBSESI 2026 SMPN 2 Majene Resmi Dibuka, Angkat Tema “Bentangkan Layarmu” Gali Potensi Pelajar

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Rutan Kelas IIB Majene Laksanakan Kegiatan Apel ikrar Permasyarakatan

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Majene Percepat Digitalisasi Keuangan Daerah, Pemkab Teken Kerja Sama KKI dengan Bank Sulselbar

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In