Medan, TARGETTUNTAS.ID – Agus Waluyo (38) yang berprofesi sebagai tukang tambal Ban, yang berada di Jalan Merak Jingga, Kelurahan Medan Timur,Kota Medan, merasa keberatan atas pemberitaan salah satu media online, Minggu 1/2/2024.
Ia menceritakan bahwa adanya pemberitaan yang mengatakan dirinya sebagai Preman dan suruhan Oknum Polisi Lantas Polrestabes Medan untuk melakukan penganiayaan terhadap Wartawan.
Saat dikonfirmasi awak media, terkait pemberitaan tersebut yang mengatakan dirinya salah satu Preman, Agus Waluyo mengklarifikasi pemberitaan tersebut, Agus menceritakan Kronologi nya,kejadian tersebut berawal dari beberapa oknum wartawan duduk di tempat usaha tambal ban miliknya, pada Jumat (30/1/2025) datang sejumlah wartawan dilokasi tempat usaha nya, awalnya saya tidak mengetahui yang duduk dekat usaha nya adalah wartawan.
Tidak berselang waktu, salah satu oknum wartawan tersebut menghampiri Oknum berinisial IK petugas Satlantas Polrestabes Medan,yang sedang melakukan penindakan terhadap pelanggar kendaraan bermotor.
Saya melihat salah satu oknum wartawan tersebut bertanya kepada Polantas Polrestabes Medan yang sedang menjalankan tugas, tetapi Saya tidak mengetahui pasti pembicaraan mereka, tanpa ada sebab’ salah satu rekan wartawan bernada keras di tempat usaha saya, merasa terganggu dengan suara dari oknum wartawan tersebut yang membuat pelanggan terganggu, lalu saya mengatakan kepada oknum wartawan tersebut untuk bergeser dari tempat usahanya, dengan alasan membuat kegaduhan serta membuat pelanggan nya merasa ketakutan hingga pergi dan tidak jadi menambal ban di tempatnya.
Saat dipertanyakan Prihal terkait pemberitaan salah satu media online, tentang dirinya Preman “Agus Wuluyo mengatakan bahwa dirinya tidak terima dikatakan preman oleh pemberitaan tersebut, saya bukan Preman atau suruhan Oknum Polisi, saya punya usaha walaupun tambal ban” Ujar Agus.
Agus juga membantah bahwasanya,ada salah satu oknum anggota Polisi menyuruh dirinya untuk mengusir oknum wartawan itu, Agus mengatakan itu fitnah’ saya tidak ada yang menyuruh Bang’ itu inisiatif saya sendiri ‘ karena pelanggan saya merasa risih akibat kegaduhan suara oknum wartawan tersebut,makanya saya minta kepada oknum wartawan tersebut, pergi dan beranjak dari tempat usahanya.
Memang terjadi keributan antara saya dengan Oknum Wartawan tersebut, Saya rasa merasa tersinggung mereka saya suruh pergi dan beranjak dari tempat usaha saya, lalu salah satu oknum wartawan tersebut mengatakan’ ini tempat umum, ini bukan milik mu, nanti kami arahkan Satpol-pp untuk mengusir tempat usahamu dari sini.
Ucapkan salah satu oknum wartawan tersebut, yang membuat saya emosi’, awalnya saya baik baik menyampaikan untuk jangan ribut di tempat usahanya,malah dibalas dengan kata-kata yang tidak jelas dari oknum wartawan tersebut.
Agus Waluyo, juga menyebutkan akan melaporkan kepihak berwajib, karena adanya pemberitaan disalah satu media online yang menyudutkan dirinya, dimana hari ini saya telah difitnah, serta keluarga saya merasah dirugikan terkait pemberitaan salah satu Media Online, tuturnya.
Pada saat awak media mengkonfirmasi petugas Polantas Polrestabes Medan berinisial IK melalui sambungan Whatsapp terkait dugaan tuduhan kepadanya, Petugas Polantas berinisial IK membantah bahwasanya tidak benar apa yang disampaikan dalam pemberitaan tersebut mengenai dirinya, saya tidak ada menyuruh tukang tambal ban untuk mengusir dan memukul oknum wartawan, malah saya mencoba melerai keributan antara tukang tambal Ban tersebut, ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwasannya, pada saat itu dirinya bersama rekan petugas melakukan kegiatan pengaturan lalu lintas dan penindakan kasat mata yang di tugas kan olehnya semuanya sesuai SOP dan undang undang yang berlaku, memang pada saat penindakan terhadap pelangara kendaraan, saya dihampiri oleh rekan-rekan wartawan.
Tidak berselang waktu, pada saat melakukan penindakan terdengar suara kegaduhan di tempat Tambal Ban milik Agus Wuluyo, saya menhampiri Agus Wuluyo yang sedang Ribut dengan rekan wartawan, untuk melerai kegaduhan tersebut.
Memang usaha tambal Ban tersebut tidak jauh dari Pos Lantas, makanya terdengar suara kegaduhan itu. Ucapnya
Jaka salah satu penggiat Sosial, menyampaikan bahwa apa yang dialami Agus Muluyo itu bisa dikatakan ‘sebagai pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan, saya berharap kita bisa sama sama dapat mengkoreksi diri,sebelum melakukan tindakaan’ apalagi ini berita sudah viral, dimana seseorang yang perkerjaanya sebagai tukang tambal Ban, dikatakan Preman suruhan Oknum Polisi untuk menghalangi wartawan melakukan peliputan, harapan saya semoga kebenaran terungkap terang menerang, sehingga tidak menjadi opini kepada masyarakat.
Jaka juga menambahkan, apa yang dilakukan oleh Agus Wuluyo akan menempuh jalur Hukum, serta melaporkan perbuatan tidak menyenangkan terhadap dirinya, kita tidak bisa menghalangi nya, itu hak seseorang yang merasah dirugikan, ucap jaka.
(Muhammad Zulfahri Tanjung)


