• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Login
Target Tuntas
Advertisement
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
Target Tuntas
No Result
View All Result
  • PAREPARE
  • PINRANG
  • BARRU
  • SOPPENG
  • SIDRAP
  • SINJAI
  • JAKARTA
  • TAKALAR
  • KALTIM
  • BULUKUMBA
  • SULSEL
  • PENDIDIKAN
  • MEDAN
  • BANTAENG
  • MAMASA
  • MAMUJU
  • PEKANBARU
  • MAKASAR
  • POLMAN
  • SULTRA
Home MAMASA

Dana Ketapang Ditahan di Rekening Desa, Batang Uru Barat Jadi Sorotan, Kajari Mamasa Diminta Turun Tangan

Admin by Admin
in MAMASA
0
Dana Ketapang Ditahan di Rekening Desa, Batang Uru Barat Jadi Sorotan, Kajari Mamasa Diminta Turun Tangan
7
SHARES
77
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Mamasa, TARGETTUNTAS.ID – Polemik terkait pengelolaan dana ketahanan pangan (ketapang) kembali mencuat. Di Desa Batang Uru Barat, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, dana ketapang tahun anggaran 2024 dan 2025 yang semestinya diperuntukkan bagi masyarakat hingga kini dilaporkan belum juga tersalurkan. Kamis, 21/08/2025.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dana tersebut masih tersimpan di rekening desa tanpa adanya kejelasan kapan akan direalisasikan. Padahal, sesuai ketentuan, dana ketahanan pangan dari Dana Desa harusnya segera digunakan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat, terutama ketahanan pangan rumah tangga di desa.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar sekaligus keresahan warga. “Kalau memang ada anggarannya, kenapa sampai sekarang masyarakat belum merasakan manfaatnya? Jangan sampai dana yang seharusnya untuk rakyat justru diparkir begitu saja,” tegas salah seorang tokoh masyarakat Batang Uru Barat yang enggan disebut namanya.

Sejumlah kalangan menilai, penundaan penyaluran dana tersebut patut dicurigai. Sebab, jika dana sudah dianggarkan pada APBDes 2024 dan 2025, seharusnya penggunaannya jelas dan transparan. Menyimpan dana dalam waktu lama tanpa penyaluran dapat dikategorikan sebagai kelalaian serius, bahkan berpotensi masuk ranah hukum apabila ditemukan unsur kesengajaan atau penyalahgunaan.

Oleh karena itu, publik mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Negeri (Kajari) Mamasa, untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan. “Jangan sampai ada permainan di balik lambannya penyaluran dana ketapang ini. Kajari Mamasa harus bergerak cepat agar jelas apakah ada unsur penyalahgunaan kewenangan,” tambah sumber lain.

Namun, Kepala Desa Batang Uru Barat Zakaria.SB memberikan klarifikasinya saat dikonfirmasi media lewat aplikasi WhatsApp. Ia menegaskan bahwa dana ketahanan pangan memang benar masih tersimpan di rekening desa, tetapi hal itu dilakukan dengan alasan kehati-hatian.
“Kami dari pihak desa justru sengaja tidak mencairkan atau mentransfer dana tersebut apabila kegiatan belum jelas. Ini bukan semata-mata kelalaian, tapi justru atas permintaan masyarakat Batang Uru sendiri, agar penggunaan dana tidak salah arah,” sebut Kepala Desa Batang Uru Barat dalam saat ditelpon lewat via WhatsApp kepada media.

Kasus ini diharapkan menjadi perhatian serius, bukan hanya bagi pemerintah desa, tetapi juga bagi pihak kecamatan dan kabupaten yang membidangi Dana Desa. Transparansi dan akuntabilitas wajib ditegakkan agar kepercayaan masyarakat tidak semakin terkikis.

Hingga berita ini diturunkan, pihak dinas terkait di Kabupaten Mamasa belum memberikan keterangan resmi terkait alasan belum tersalurkannya dana ketahanan pangan tahun 2024 dan 2025 tersebut.

Laporan : ROMAN

Previous Post

Polres Parepare Gelar Yasinan Rutin, Doakan Kota Aman dan Sejahtera

Next Post

Dugaan Pemotongan Dana PIP di SMA/SMK Mamasa, Sorotan Tertuju ke Pihak Rumah Data

Admin

Admin

Next Post
Dugaan Pemotongan Dana PIP di SMA/SMK Mamasa, Sorotan Tertuju ke Pihak Rumah Data

Dugaan Pemotongan Dana PIP di SMA/SMK Mamasa, Sorotan Tertuju ke Pihak Rumah Data

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Peternak Menjerit Tak Pernah Dibina, Dinas Peternakan Majene: Bantuan Tak untuk Individu!

    Peternak Menjerit Tak Pernah Dibina, Dinas Peternakan Majene: Bantuan Tak untuk Individu!

    12 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Baru Masuk Usai Lebaran, ASN Kelurahan Galung Dicek Mendadak

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Momentum Maaf-Maafan, Kerajaan Balanipa Justru ‘Tagih’ Aspirasi ke Pemprov Sulbar

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Intel Core i7-7700K ‘Kaby Lake’ review

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Hands on: Apple iPhone 7 review

    47 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Muhammadiyah Lebih Dulu, Sekda Sulbar: Jangan Dipersoalkan!

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Hari Pertama Kerja, ASN Majene Langsung Disidak

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Solidaritas PWI Sidrap untuk Korban Kebakaran di Pangkajenne

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Pasca Lebaran, Polisi Patroli ke Rutan Majene: Antisipasi Ancaman Tersembunyi

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Bocah 12 Tahun Ditemukan Tewas 10 Km dari Titik Hanyut di Sungai Saddang

    5 shares
    Share 2 Tweet 1
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In