• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Login
Target Tuntas
Advertisement
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
Target Tuntas
No Result
View All Result
  • PAREPARE
  • PINRANG
  • BARRU
  • SOPPENG
  • SIDRAP
  • SINJAI
  • JAKARTA
  • TAKALAR
  • KALTIM
  • BULUKUMBA
  • SULSEL
  • PENDIDIKAN
  • MEDAN
  • BANTAENG
  • MAMASA
  • MAMUJU
  • PEKANBARU
  • MAKASAR
  • POLMAN
  • SULTRA
Home DAERAH MAKASAR

Kejati Sulsel Gelar Seminar Ilmiah, Bahas DPA sebagai Masa Depan Penegakan Hukum Pidana

Admin by Admin
in MAKASAR
0
Kejati Sulsel Gelar Seminar Ilmiah, Bahas DPA sebagai Masa Depan Penegakan Hukum Pidana
6
SHARES
65
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Makassar, TARGETTUNTAS.ID – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) menggelar seminar ilmiah dalam rangka peringatan Hari Lahir Kejaksaan RI ke-80, Selasa, 26 Agustus 2025. Acara yang berlangsung di Baruga Adhyaksa Kejati Sulsel itu mengusung tema “Optimalisasi Pendekatan Follow the Asset dan Follow the Money Melalui Deferred Prosecution Agreement (DPA) dalam Penanganan Perkara Pidana”.

Hadir sebagai narasumber Ketua Pengadilan Tinggi Makassar, Dr. H. Zainuddin, S.H., M.Hum., serta Guru Besar Hukum Pidana Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. M. Syukri Akub, S.H., M.H. Diskusi dipandu oleh Fajlurrahman Jurdi, S.H., M.H., Ketua Pusat Kajian Kejaksaan Fakultas Hukum Unhas.

DPA sebagai Nawasena Penegakan Hukum

Kepala Kejati Sulsel, Agus Salim, dalam pidato utamanya mengangkat topik “Deferred Prosecution Agreement (DPA): Nawasena Penegakan Hukum Pidana Nasional”. Kata Nawasena, yang berarti “masa depan cerah” dalam bahasa Sanskerta, dipakai untuk menggambarkan optimisme terhadap pembaruan hukum pidana di Indonesia.

“DPA adalah wewenang jaksa untuk menunda penuntutan suatu perkara jika syarat tertentu terpenuhi. Konsep ini telah diterapkan di negara-negara common law untuk memulihkan kerugian negara akibat kejahatan korporasi,” ujar Agus Salim.

Menurutnya, DPA sejalan dengan asas proporsionalitas yang mengedepankan keseimbangan antara penghukuman, pemulihan kerugian, serta kepentingan negara, korban, pelaku, dan masyarakat. “Pengaturan DPA adalah momen penting dalam reformasi peradilan pidana Indonesia. Tujuannya menguatkan hukum, bukan melemahkan,” tambahnya.

Dukungan Mahkamah Agung

Ketua Pengadilan Tinggi Makassar, Zainuddin, menegaskan bahwa meski Indonesia menganut sistem civil law, penerapan DPA dimungkinkan. Menurutnya, tujuan utama DPA adalah mempercepat pemulihan keuangan negara, terutama pada kasus korupsi, pencucian uang, dan suap.

“Mahkamah Agung mendukung penerapan DPA. Melalui SEMA dan PERMA, MA berupaya menciptakan peradilan yang cepat, sederhana, berbiaya ringan, dan meningkatkan penerimaan negara lewat perampasan aset,” kata Zainuddin.

Solusi Kekosongan Hukum

Sementara itu, Prof. Syukri Akub menilai DPA bisa menjadi solusi atas kekosongan hukum acara pidana di Indonesia, yang belum mengatur mekanisme penangguhan penuntutan.

“DPA menjadi instrumen hukum acara dengan syarat-syarat tertentu, sesuai prinsip Dominus Litis yang menempatkan jaksa sebagai pemilik perkara,” jelasnya.

Prof. Syukri menjabarkan bahwa penerapan DPA terdiri atas dua tahap, yakni Evidential Stage untuk menilai kecukupan bukti, serta Public Interest Stage untuk menimbang apakah kepentingan publik lebih baik melalui DPA dibanding penuntutan pidana.

Meski menawarkan efisiensi dan pemulihan kerugian, Syukri mengingatkan adanya tantangan, seperti risiko dianggap sebagai “corporate impunity” serta sulitnya pelacakan aset lintas negara. Untuk itu, ia menyarankan Kejaksaan diberi kewenangan penuh, disertai pengawasan tim independen demi menjaga akuntabilitas.

“Contoh di Inggris, seperti kasus Standard Bank, Rolls-Royce, hingga Airbus, menunjukkan DPA mampu menangani korupsi global yang kompleks tanpa mematikan perusahaan. Itu bisa jadi referensi bagi Indonesia,” pungkasnya.

(*)

Previous Post

Kemenag Apresiasi Komitmen Wali Kota Tasming Hamid dalam Pembinaan Umat

Next Post

Pangdam ajak Wartawan Edukasi Stunting dan Turun ke Desa

Admin

Admin

Next Post
Pangdam ajak Wartawan Edukasi Stunting dan Turun ke Desa

Pangdam ajak Wartawan Edukasi Stunting dan Turun ke Desa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Kabel Fiber Optik Telkom Putus di Majene, Perbaikan Berlangsung — Diperkirakan Selesai Hari Ini

    Kabel Fiber Optik Telkom Putus di Majene, Perbaikan Berlangsung — Diperkirakan Selesai Hari Ini

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Aksi Kejar-kejaran Warnai Penangkapan Terduga Pelaku Pelecehan di Pinrang, Sempat Diarahkan ke Mapolres

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Laporan Warga AD Ungkap Dugaan Pelanggaran BBM Bersubsidi di SPBU 74.912.01 Pinrang: Temuan Puluhan Jeriken dan Mobil Pickup Berplat Ganda

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Majene Sabet Juara Umum FTBI 2026, Generasi Muda Siap Jaga Bahasa Mandar

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Kepala UPT SDN 161 Pinrang Andi Harisuddin, S.Pd., M.Pd. Didaulat Membacakan Teks UUD 1945 pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tingkat Kabupaten Pinrang

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Respons Keresahan Masyarakat, Polres Majene Tindak Puluhan Motor Berknalpot Brong dalam Operasi Patuh Marano 2026

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • SMP Negeri 6 Majene Peringati Hari Sumpah Pemuda 2026, Usung Tema “Nusantara dalam Harmoni”

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • BRI BO Sidrap Perkuat Sinergi dan Silaturahmi Lewat Momen Ulang Tahun Kapolres

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Kronologi Kasus Pengeroyokan di Batulappa Pinrang: Korban Dianiaya, Dilempari Batu, hingga Dikejar Parang Akibat Sengketa Lahan

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Aksi Kejar-kejaran Warnai Penangkapan Terduga Pelaku Pelecehan di Pinrang, Sempat Diarahkan ke Mapolres

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In