TARGETTUNTAS.ID — Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia resmi memulai langkah besar kepengurusan periode 2025–2026 dengan menggelar Retret Kepemimpinan secara daring pada Sabtu (22/11/2025). Kegiatan yang digagas Direktorat PPI Institute ini menjadi titik awal penting bagi ratusan calon pengurus yang tersebar di berbagai belahan dunia, sekaligus sarana pembekalan awal sebelum mereka mengemban amanah organisasi.
Sebanyak 400 calon pengurus dari berbagai negara hadir dalam kegiatan ini. Acara dibuka langsung oleh Koordinator PPI Dunia, Andika Ibrahim Nasution, yang menegaskan pentingnya peran diaspora pelajar Indonesia dalam gelanggang global.
“Peran penting kita sebagai diaspora di luar negeri harus semakin strategis posisinya, baik dalam diplomasi publik, advokasi, maupun kontribusi pemikiran untuk Indonesia,” tegas Andika.
Ia menambahkan bahwa retret ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi syarat mutlak bagi peserta untuk melanjutkan kepengurusan.
“Ikutilah retret ini dengan semangat, keterbukaan, dan rasa tanggung jawab. Ini adalah fondasi pertama untuk perjalanan kita bersama di PPI Dunia,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Muhammad Putra Hutama, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap program ini. Ia bahkan menyamakan bobot kegiatan tersebut dengan retret tingkat kementerian.
“Retret atau capacity building seperti ini juga dilaksanakan di level Menteri. Retret ini sangat penting,” ungkap Putra.
Jika retret pemerintah pusat dilakukan secara langsung di Magelang, PPI Dunia menghadapi tantangan geografis dengan format daring. Namun panitia menyiasatinya melalui sistem koordinasi ketat.
Ketua Panitia sekaligus Kabid Pengembangan Kapasitas dan Pendidikan Internal PPI Institute, Muhammad Ibrahim, menjelaskan bahwa peserta berasal dari beragam zona waktu. Karena itu, panitia menerapkan sistem registrasi, absensi, dan pengelolaan perangkat acara yang ketat untuk memastikan disiplin dan kelancaran.
“Panitia aktif memantau kehadiran, memberikan panduan teknis lengkap, serta memastikan peserta hadir tepat waktu. Sesi interaktif juga kami kelola agar seluruh peserta dapat berpartisipasi secara optimal,” jelas Ibrahim.
Acara ini juga dihadiri Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen. Pol. Suyudi Ario Seto, serta para koordinator PPI Dunia periode sebelumnya. Mereka memberikan materi tematik, berbagi pengalaman, dan berdiskusi langsung dengan para peserta retret.
Retret daring ini bukan hanya pembekalan teknis, tetapi juga peneguhan komitmen bahwa PPI Dunia terus bergerak sebagai kekuatan pemikiran dan aksi dari para pelajar Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Dengan langkah awal yang kuat, kepengurusan 2025–2026 diharapkan mampu menghadirkan terobosan dan kontribusi nyata bagi tanah air.
(*)


