Majene, TARGETTUNTAS.ID – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majene, Dea.Hj.Yuliani Laupe, akhirnya turut memaparkan hasil uji labolatorium dari Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) Mamuju, terkait pemicu kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Tubo Sendana beberapa waktu yang lalu.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Yuliani Laupe dalam acara komprensi pers hasil uji laboratorium BPOM atas kasus keracunan makanan yang dilakukan di Aula Gedung Kantor Bupati Majene, Rabu, 28/1/2026.
Hadir dalam kesempatan ini diantaranya Ketua Satgas MBG Majene yang juga wakil bupati Majene, Dr. Rita Mariani Basharoe, perwakilan Polres Majene, Perwakilan Dandim Majene, Ketua Komisi 3 DPRD Majene, Dinkes Majene, Koordinator MBG Wilayah Majene, para asisten, Camat Tubo Sendana, Kepala UPTD Puskesmas Sendana Dhua dan sejumlah wartawan lokal di Majene.
Berdasarkan hasil uji laboratorium BPOM kata Kepala Dinkes Majene, terungkap pemicu terjadinya kasus keracunan makanan yang dialami sejumlah balita dan Ibu hamil di wilayah Tubo Sendana beberapa waktu lalu.
Pertama kata dia, pada sayur sop ditemukan bakteri yang melebihi batas yang ditetapkan dalam PMK nomor 2 tahun 2023, sebagai mana standar baku mutu kesehatan lingkungan.
Kedua kata dia, pada mie ayam suir juga ditemukan bakteri e coli dan S Aureus yang berbeda jumlahnya didapatkan pada sampel sop sayur. Kondisi mie ayam ternyata memiliki bakteri yang tergolong tinggi atau melebihi standar baku kesehatan lingkungan.
“Kedua jenis bakteri yang ditemukan pada sampel makanan hasil olahan SPPG Tubo Sendana ini merupakan bakteri yang menyebabkan keracunan apabila masuk dalam tubuh,” ujarnya.
Ia juga menyarankan, agar pekerja yang bekerja pada SPPG memiliki kesehatan yang layak dan bebas dari penyakit menular.
Demikian pula terhadap pemenuhan standar operasional juga menjadi kewajiban bagi mitra MBG yang saat ini memberikan pelayanan terhadap sasaran penerima manfaat.
Koordinator MBG Wilayah Kabupaten Majene, Muhammad Fadil juga menegaskan, telah mengambil langkah tegas penghentian operasional pada SPPG Majene Tubo Sendana hingga batas waktu yang belum ditentukan.
“Yang jelas, kami tetap melakukan upaya pembinaan agar mitra SPPG melengkapi seluruh kebutuhan sesuai standar operasional yang ditetapkan. Kami juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian itu. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali, ujarnya.
(*)


