MAJENE- Kegiatan donor darah yang berlangsung di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kabupaten Majene pada Kamis, 16 April 2026, menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ketersediaan stok darah di daerah.
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Rutan Majene, Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTD-RS) Majene, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Majene.
Direktur RSUD Kabupaten Majene, Rusdi Hamid, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga bagian penting dari upaya menjaga keberlangsungan layanan kesehatan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan darah di rumah sakit.
Ia menegaskan bahwa ketersediaan stok darah sering kali menjadi tantangan, terutama dalam situasi darurat medis. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini dinilai sangat strategis dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kegiatan ini sangat membantu dalam menjaga ketersediaan stok darah di rumah sakit, sehingga pelayanan kepada pasien dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Sebagai bentuk kontribusi nyata, RSUD Kabupaten Majene turut mengirimkan tim medis yang dipimpin oleh dr. Evi, seorang dokter spesialis patologi klinik. Tim ini berperan dalam memastikan proses donor darah berjalan sesuai standar medis, mulai dari pemeriksaan kesehatan pendonor hingga proses pengambilan darah.
Tidak hanya itu, pihak rumah sakit juga memberikan dukungan logistik berupa makanan tambahan bagi para pendonor. Disediakan antara lain Dukungan logistik, menyediakan kantong darah, Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), servis donor berupa telur, mie instan dan air mineral bagi pendonor. serta beberapa bahan makanan lainnya.
Pemberian ini dimaksudkan untuk membantu menjaga kondisi fisik para pendonor setelah mendonorkan darahnya, sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Rutan Majene ini juga mencerminkan tingginya kepedulian sosial dari berbagai pihak, termasuk warga binaan dan petugas rutan yang turut berpartisipasi sebagai pendonor.
Suasana kebersamaan dan semangat kemanusiaan tampak kental sepanjang kegiatan berlangsung.
Kolaborasi antara institusi pemasyarakatan, fasilitas kesehatan, dan organisasi kemanusiaan ini diharapkan dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.
Selain membantu memenuhi kebutuhan darah, kegiatan semacam ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya donor darah sebagai aksi kemanusiaan yang sederhana namun berdampak besar.
Dengan adanya sinergi yang kuat antar lembaga, Kabupaten Majene menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan sekaligus menumbuhkan budaya gotong royong di tengah masyarakat.
Senada dengan direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Majene, Christy Jozef Thenu, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan donor darah yang diselenggarakan melalui kerja sama antara pihak Rutan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene.
Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari aksi kemanusiaan di tingkat lokal, tetapi juga merupakan implementasi dari program nasional yang dilaksanakan secara serentak oleh jajaran pemasyarakatan di seluruh Indonesia pada 16 April 2026.
Menurut Christy, partisipasi Rutan Majene dalam kegiatan donor darah ini mencerminkan komitmen institusi pemasyarakatan dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. Ia menilai, sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan fasilitas layanan kesehatan menjadi langkah strategis dalam membantu memenuhi kebutuhan darah di daerah.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional pemasyarakatan yang dilaksanakan serentak. Kami di Rutan Majene tentu mendukung penuh, karena selain bermanfaat bagi masyarakat, juga menjadi wujud kepedulian sosial dari seluruh jajaran kami,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya sebagai agenda seremonial, tetapi sebagai gerakan kemanusiaan yang rutin dan berdampak luas. Ia juga mengapresiasi keterlibatan tenaga medis dari RSUD Majene yang telah memastikan kegiatan berjalan dengan aman dan sesuai standar kesehatan.
Dengan adanya dukungan lintas sektor ini, Rutan Majene berupaya menunjukkan peran aktifnya sebagai bagian dari institusi yang tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga berkontribusi dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat
(Bahar)


