MAJENE – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XI tingkat Kabupaten Majene resmi ditutup pada Selasa malam (12/5) di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Majene, Jl. Tenno Heiko, Kelurahan Pangali-Ali, Kecamatan Banggae. Acara penutupan yang berlangsung pukul 21.00 hingga 23.10 WITA ini berjalan khidmat, aman, dan damai, tanpa ditemukan gangguan keamanan maupun permasalahan politik, hukum, dan bidang lainnya.
Upacara penutupan dipimpin langsung oleh Bupati Majene, Dr. H.A. Achmad Syukri T. SE.,MM., dan dihadiri oleh Wakil Bupati Dr. Hj. A. Ritamariani Basharoe M.Pd., Sekretaris Daerah H. Ardiansyah, S.STP., Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majene H. M. Sahlan, S.Ag., M.AP., Ketua BAZNAS/MUI Drs. K.H.A Majid Djalaludin, LC., M.H, para anggota DPRD, unsur kepolisian, Kejaksaan Negeri Majene, para kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh peserta kafilah dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Majene.
Dalam pembacaan keputusan Dewan Hakim, ditetapkan bahwa Kecamatan Banggae Timur meraih Juara Umum I, disusul Kecamatan Banggae sebagai Juara Umum II, dan Kecamatan Tubo Sendana menempati Juara Umum III.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Majene, H. M. Sahlan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa MTQ tahun 2026 ini merupakan gelaran ke-11 sejak berdirinya Provinsi Sulawesi Barat, namun secara sejarah penyelenggaraan di daerah Majene sudah mencapai urutan ke-33. Ia mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Majene yang senantiasa mendukung, mulai dari kehadiran pimpinan daerah hingga penyediaan hadiah hiburan setiap malam selama kegiatan berlangsung.
“Pemerintah berkomitmen meningkatkan anggaran melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat, agar pelaksanaan MTQ tahun depan lebih meriah dan menyeluruh, dari tingkat desa hingga kabupaten. Target utama kita adalah mengembalikan kejayaan Majene sebagai lumbung qori dan qoriah terbaik di Sulawesi Barat, sejalan visi Mandiri, Maju, dan Berbudaya dalam Bingkai Religius,” ujar Sahlan.
Ia juga menambahkan bahwa kafilah Kabupaten Majene tengah dipersiapkan secara maksimal untuk mengikuti MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Barat yang akan digelar di Mamuju pada 28 Juni hingga 2 Juli 2026 mendatang.
Sementara itu, Bupati Majene dalam sambutan sekaligus menutup acara secara resmi menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dengan sukses. Ia mengapresiasi kerja keras panitia, LPTQ, dan dewan hakim, serta menegaskan bahwa seluruh peserta sejatinya adalah pemenang.
“Kalian semua adalah juara. Berani tampil dan mencintai Al-Qur’an itu sudah kemenangan. Bagi yang meraih juara, jagalah amanah membawa nama Majene ke tingkat provinsi, karena amanah itu berat namun mulia. Bagi yang belum berhasil, jangan patah semangat, ingatlah bahwa gagal itu hanya saat kita berhenti mencoba,” tegas Bupati.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan membangun daerah. “Majene Religius bukan sekadar slogan, tapi harus dibuktikan lewat akhlak, kejujuran, dan kerja nyata. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu mengubah diri sendiri,” tambahnya.
Rangkaian acara penutupan diakhiri dengan penyerahan hadiah, foto bersama, serta pengundian hadiah hiburan, dan seluruh kegiatan berakhir dalam keadaan tertib serta penuh suasana religius.
(Bahar)


