MAJENE, 3 Oktober 2026 — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan lingkungan yang tersedia. Pada Sabtu (3/10), Rutan Majene melaksanakan kegiatan panen sayuran berupa 23 kilogram sawi dan 16 kilogram kangkung yang dibudidayakan di Area Brandgang Rutan Kelas IIB Majene.
Kegiatan panen ini merupakan hasil kerja sama antara peserta magang dan warga binaan, yang mengikuti seluruh rangkaian proses — mulai dari perawatan tanaman hingga masa panen. Seluruh kegiatan berlangsung di bawah pengawasan langsung Pembina Kemandirian Rutan Kelas IIB Majene, sehingga pembinaan berjalan terarah dan sesuai tujuan program.
Panen ini bukan sekadar menghasilkan sayuran, melainkan bagian nyata dari upaya pembinaan kemandirian warga binaan. Melalui bercocok tanam, warga binaan mendapat kesempatan memperoleh pengalaman serta keterampilan praktis di bidang pertanian, yang diharapkan menjadi bekal positif saat kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Rutan Kelas IIB Majene, Christy Jozef Thenu, menyampaikan bahwa kegiatan pertanian ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, melainkan juga membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.
“Setiap proses dalam kegiatan pertanian memiliki nilai pembelajaran. Mulai dari menanam, merawat, hingga memanen, semuanya membutuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab. Kami terus mendorong agar warga binaan dapat memperoleh keterampilan yang nantinya bermanfaat saat kembali ke masyarakat,” ungkap Christy.
Salah satu warga binaan yang terlibat, Asmadi, mengaku kegiatan bercocok tanam memberikan pengalaman baru sekaligus aktivitas yang positif selama masa pembinaan.
“Kami senang terlibat mulai dari merawat tanaman hingga panen. Kegiatan ini mengajarkan kami sabar, disiplin, dan bertanggung jawab. Hasil panen ini membuat kami merasa ikut menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” ucap Asmadi.
Christy juga menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan Asta Cita serta Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kualitas pembinaan warga binaan.
“Program ketahanan pangan di Rutan Majene tidak kami arahkan hanya pada produksi, melainkan juga menjadi bagian dari proses pembinaan. Ke depannya, kami terus mengoptimalkan lahan yang tersedia dan memperluas kegiatan produktif sejalan dengan program nasional,” tegas Christy.
Laporan Bahar


