• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Login
Target Tuntas
Advertisement
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
Target Tuntas
No Result
View All Result
  • PAREPARE
  • PINRANG
  • BARRU
  • SOPPENG
  • SIDRAP
  • SINJAI
  • JAKARTA
  • TAKALAR
  • KALTIM
  • BULUKUMBA
  • SULSEL
  • PENDIDIKAN
  • MEDAN
  • BANTAENG
  • MAMASA
  • MAMUJU
  • PEKANBARU
  • MAKASAR
  • POLMAN
  • SULTRA
Home DAERAH BARRU

Trauma Banjir Belum Hilang, Tambang Pasir di Barru Nekat Beroperasi Lagi!

Admin by Admin
in BARRU
0
Trauma Banjir Belum Hilang, Tambang Pasir di Barru Nekat Beroperasi Lagi!
11
SHARES
125
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

‎Barru — Kemarahan warga memuncak. Aktivitas tambang pasir di sungai perbatasan Desa Nepo dan Desa Manuba, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), kembali beroperasi dan memicu gelombang penolakan keras dari warga setempat.
‎
‎Bukan tanpa alasan, warga masih menyimpan trauma pada kejadian tahun 2020 – 2022 silam, yang mana kala itu banjir besar merendam rumah mereka, jembatan putus. Hal itu, diduga akibat penambangan atau pengerukan pasir di sungai tersebut.
‎
‎“Ini bukan lagi soal legal atau ilegal. Kami sudah pernah jadi korban. Tahun 2020- 2022 kami kebanjiran, rumah terendam, jembatan rubuh itu akibat sungai ini ditambang. Setelah kami lawan, baru mereka hentikan. Sekarang mulai lagi. Kami tidak akan diam,” tegas seorang warga setempat yang minta identitasnya dirahasiakan, Kamis (2/4/2026).
‎
‎Pantauan tim investigasi media siber, pada (Kamis 2/4), di lokasi yang dimaksud tampak sebuah ekskavator sedang mengeruk pasir dari badan sungai. Lokasi tambang disebut sangat dekat dengan pemukiman warga, dengan akses jalan utama desa, serta jalur vital penghubung ke ibu kota Kabupaten Barru dan Trans Sulawesi.
‎
‎Kondisi ini dinilai sangat berbahaya. Selain berpotensi memperparah abrasi, banjir dan juga longsor, aktivitas tersebut juga mengancam sumber pengairan sawah warga yang selama ini bergantung pada aliran sungai itu.
‎
‎Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Mallusetasi yaitu Hasanuddin, menyebut bahwa aktivitas tambang ini adalah ancaman yang nyata bagi ketahanan pangan.
‎
‎“Kalau aliran air rusak, pertanian pasti terdampak. Ini bukan hal kecil, ini menyangkut kehidupan petani,” ujarnya.
‎
‎Hal yang sama diungkapkan oleh tokoh masyarakat yang juga pemuka agama Kecamatan Mallusetasi yaitu Abdul Aziz. Ia menyebut bahwa aktivitas tambang pasir tersebut berpotensi merusak tatanan lingkungan dan sosial masyarakat.
‎
‎“Ini bisa menghancurkan pertanian, perkebunan, bahkan fasilitas umum. Harus segera dihentikan. Jangan tunggu bencana datang baru bertindak, katanya.
‎
‎Sementara itu, Kepala Desa Nepo, Muhammad Toaha, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan menghalangi langkah warga dan siap memfasilitasi penyampaian aspirasi mereka.
‎
‎“Kami siap ji mewadahi aspirasi masyarakat,” singkat Muh. Toaha yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
‎
‎Warga di dua desa tersebut kini menunggu sikap tegas aparat penegak hukum. Jika tidak ada tindakan dalam waktu dekat, mereka memastikan akan melakukan aksi besar besaran.
‎
‎“Kami tidak mau kejadian 2020-2022 terulang. Kalau ini dibiarkan, kami akan turun dengan jumlah yang lebih besar,” tegas warga.
‎
‎(Tim)

Previous Post

Semarak Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Lapas Parepare Gelar Upacara Pembukaan Pekan Olahraga

Next Post

Pimpin Kunspek Komisi II di Riau, Taufan Pawe Dorong Optimalisasi BUMD demi Kesejahteraan Rakyat

Admin

Admin

Next Post
Pimpin Kunspek Komisi II di Riau, Taufan Pawe Dorong Optimalisasi BUMD demi Kesejahteraan Rakyat

Pimpin Kunspek Komisi II di Riau, Taufan Pawe Dorong Optimalisasi BUMD demi Kesejahteraan Rakyat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Sulbar Gandeng KPK: Siap Bongkar Praktik Korupsi dari Akar!

    Sulbar Gandeng KPK: Siap Bongkar Praktik Korupsi dari Akar!

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
  • 5 Hari Kerja Tanpa Upah, Buruh Pabrik Gabah di Sidrap Diduga Dieksploitasi

    25 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Kajari Majene Ultimatum Pelaku Korupsi: Empat Kasus Besar Siap Naik Penyidikan

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Sopir Truk Asal Sidrap Ditikam OTK di Jalan Poros Barru

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Trauma Banjir Belum Hilang, Tambang Pasir di Barru Nekat Beroperasi Lagi!

    11 shares
    Share 4 Tweet 3
  • Hadiri Peresmian SPPG Yayasan Sahabat Mitra Nusantara, Dandim 1401/Majene: Langkah Strategis Program Nasional Presiden RI

    11 shares
    Share 4 Tweet 3
  • Wujud Empati, Bupati Majene Hadiri Tahlilan 40 Hari Ibunda Ketua Komisi II DPRD di Sendana

    10 shares
    Share 4 Tweet 3
  • Dugaan Pungli Oknum Polantas di Pelabuhan Nusantara Parepare

    9 shares
    Share 4 Tweet 2
  • Pastikan Layanan Prima Pasca Libur Lebaran, Bupati dan Wabup Majene Sidak Kantor Disdukcapil

    9 shares
    Share 4 Tweet 2
  • SMSI Parepare Soroti Dugaan Pungli dan “Terminal Bayangan” di Pelabuhan Nusantara

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In