MAJENE- Operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) yang dikelola Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha Majene hingga kini belum berjalan optimal.
Kondisi tersebut dipicu oleh belum terpenuhinya sejumlah persyaratan administrasi yang menjadi dasar legalitas dan kelancaran operasional layanan bagi masyarakat nelayan.
Dir OPS SPBN, Budimawansar, mengungkapkan bahwa kendala administratif masih menjadi faktor utama yang menghambat optimalisasi distribusi bahan bakar di fasilitas tersebut.
Dalam keterangannya kepada awak media pada Selasa sore, 7 April 2026, ia menegaskan bahwa pihak pengelola saat ini tengah berupaya menyelesaikan berbagai dokumen dan prosedur yang dipersyaratkan oleh instansi terkait.
“Untuk saat ini memang belum berjalan maksimal karena ada beberapa administrasi yang harus kami lengkapi. Ini menyangkut perizinan dan aspek pendukung lainnya,” ujar Budimawansar.
Ia menjelaskan bahwa SPBN memiliki peran strategis dalam menunjang aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, khususnya nelayan kecil yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar untuk melaut. Ketika layanan SPBN tidak berjalan optimal, dampaknya langsung dirasakan oleh nelayan, baik dari sisi biaya operasional maupun efisiensi waktu.
Lebih lanjut, Budimawansar menyampaikan bahwa proses pembenahan tidak hanya terbatas pada aspek administratif, tetapi juga mencakup penataan sistem operasional dan kesiapan fasilitas di lapangan.
Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa ketika SPBN kembali beroperasi secara penuh, pelayanan yang diberikan dapat berjalan dengan baik, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami tidak ingin terburu-buru tanpa kesiapan yang matang. Setelah semua administrasi rampung dan pembenahan selesai, kami pastikan SPBN bisa melayani nelayan secara optimal,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa keberadaan SPBN sangat penting dalam menjaga stabilitas pasokan bahan bakar bagi nelayan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber bahan bakar non-resmi yang kerap kali memiliki harga lebih tinggi.
Dengan beroperasinya SPBN secara maksimal, diharapkan beban biaya nelayan dapat ditekan sehingga berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan mereka.
Pihak pengelola, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna mempercepat penyelesaian seluruh persyaratan yang dibutuhkan.
Dukungan dari berbagai pihak dinilai menjadi kunci agar SPBN dapat segera difungsikan secara optimal.
Masyarakat nelayan pun diharapkan dapat bersabar selama proses pembenahan berlangsung.
Budimawansar memastikan bahwa setelah seluruh tahapan tersebut selesai, layanan SPBN akan kembali hadir sebagai solusi utama dalam penyediaan bahan bakar yang terjangkau dan mudah diakses.
Dengan rampungnya proses administrasi dan pembenahan ke depan, SPBN Perumda Aneka Usaha Majene diharapkan mampu menjalankan fungsinya secara maksimal sebagai infrastruktur vital penunjang sektor perikanan tangkap di wilayah tersebut.
(Bahar)


