Parepare – Dunia pendidikan di Kota Parepare kembali menjadi sorotan publik setelah muncul unggahan di media sosial Facebook yang menyebut adanya “monster” di lingkungan SD Negeri 82 Parepare.
Unggahan tersebut berasal dari salah satu akun Facebook warga Parepare dengan tulisan bernada kontroversial, “ada MONSTER di SD 82 Negeri, Guru n beberapa wali murid ketakutan anaknya di kelas VI.”
Postingan itu kemudian menuai beragam komentar dari para netizen dan menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Akibat unggahan tersebut, guru yang disebut dalam narasi itu mengaku merasa terusik dan keberatan atas penyebaran informasi yang dinilai belum tentu sesuai fakta di lapangan.
Saat ditemui wartawan, wali kelas VI yang bersangkutan mengaku heran dengan adanya tudingan tersebut. Ia menegaskan selama ini hanya menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik dalam proses belajar mengajar di sekolah.
Menurutnya, dalam proses pembelajaran terkadang diperlukan ketegasan kepada siswa agar suasana kelas tetap kondusif dan materi pelajaran dapat diterima dengan baik oleh seluruh siswa.
“Kalau ada anak-anak yang mengganggu proses belajar, tentu kami sebagai guru harus menegur. Kadang memang menggunakan nada tegas supaya anak-anak bisa fokus menerima pelajaran. Jangan sampai karena satu atau dua siswa mengganggu, siswa lain ikut terdampak,” jelasnya.
Ia juga menilai kemungkinan terjadi perbedaan pemahaman antara apa yang disampaikan guru di kelas dengan penyampaian siswa kepada orang tua di rumah sehingga menimbulkan kesalahpahaman.
Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Kota Parepare melalui dewan pengawas dan pembina sekolah, Andi Agung mengaku telah memanggil Kepala Sekolah SDN 82 untuk meminta klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial tersebut.
“Kami sudah meminta kepala sekolah untuk mencari kejelasan terkait informasi yang beredar. Karena sebelumnya kepala sekolah juga mengaku belum mengetahui adanya unggahan tersebut. Rencananya akan dilakukan pertemuan segitiga antara pihak sekolah, wali kelas enam, dan pihak terkait lainnya,” ujar Andi Agus saat ditemui di ruang kerjanya.
Di sisi lain, Kepala Sekolah SDN 82, Sunarti, belum memberikan tanggapan saat dihubungi wartawan. Meski telepon selulernya aktif dan berdering, belum ada jawaban yang diberikan.
Wartawan juga sempat mendatangi sekolah untuk meminta konfirmasi langsung, namun kepala sekolah disebut sedang berada di kantor Dinas Pendidikan Kota Parepare. Saat wartawan mendatangi kantor dinas, aktivitas perkantoran diketahui dalam kondisi work from home (WFH), Jumat (29/5/2026).
Peristiwa ini pun menjadi perhatian masyarakat karena dinilai menyangkut dunia pendidikan dan psikologi anak di sekolah. Sejumlah pihak berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara bijak dan terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang berkepanjangan di tengah masyarakat.
(*)


