Majene – Pemerintah Kabupaten Majene menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 dengan khidmat di Lapangan Pendopo Rujab Bupati Majene, Senin (1/6/2026).
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Ritamariani Basharoe, M.Pd., yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Kehadiran Pejabat dan Tokoh Masyarakat
Kegiatan upacara ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Majene, Dr. Hj. Andi Ritamariani Basharoe, M.Pd.,
Turut hadir dalam upacara tersebut jajaran Forkopimda dan tamu undangan lainnya, yakni:
Mayor Arm Husain (Kasdim 1401/Majene)
Lettu Laut (P) Nasrudin (Danposal TNI AL Majene)
AKP Suparman, S.H. (Kabag Ops Polres Majene)
Romauli Sirait, S.H., M.H. (Kasubsi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Kab. Majene)
Wildan Maulana, S.H. (Hakim Pengadilan Negeri Majene)
Devi Ayuni, SE., MSi (Direktur Universitas Terbuka Majene)
Najmah M.B. Fatta, S.Ag., MM (Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Majene)
Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Majene, Para Staf Ahli Bupati, para Asisten Setda Majene, Para Pimpinan OPD se-Kabupaten Majene, para Kabag, para Kabid, para Camat, serta tokoh masyarakat.
Dalam amanat yang dibacakan, Wakil Bupati menyampaikan pidato seragam dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen refleksi untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.
Mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”,
Wakil Bupati menekankan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila sangat relevan sebagai jangkar moral dalam menghadapi turbulensi global, disrupsi teknologi, hingga dinamika geopolitik.
“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian, Indonesia tetap berdiri kokoh karena Pancasila mampu menyatukan kita dalam satu ikatan kebangsaan,” ujar Dr. Hj. Andi Ritamariani Basharoe.
Kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Majene, Wakil Bupati memberikan instruksi tegas untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology (ideologi yang hidup).
“Saya menitipkan Pancasila di tangan kalian. Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan.
Upacara ditutup dengan ajakan untuk terus meneguhkan komitmen kebangsaan agar Pancasila senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang dicintai ini.
(*)


