JAKARTA – Kunjungan kerja Ketua Asian Sepaktakraw Federation (ASTAF), Datuk Abdul Halim Kader, bersama Sekretaris Jenderal International Sepaktakraw Federation (ISTAF) ke Indonesia pada 8–12 Juni 2026 menjadi momentum penting bagi perkembangan sepak takraw nasional sekaligus menandai kesiapan pelaksanaan Liga Sepak Takraw Indonesia (LSI) Tahun 2026.
Kunjungan tersebut difasilitasi oleh Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) di bawah kepemimpinan Dr. H. Surianto A.M., S.Ag., M.M. selaku Ketua Umum PB PSTI, yang terus mendorong penguatan kerja sama internasional guna meningkatkan prestasi dan daya saing sepak takraw Indonesia di tingkat Asia dan dunia.
Selama berada di Indonesia, Ketua ASTAF dan Sekjen ISTAF dijadwalkan melakukan sejumlah agenda strategis bersama PB PSTI, termasuk pertemuan dengan Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, serta jajaran pemerintah terkait bidang olahraga.
Menurut Dr. H. Surianto A.M., S.Ag., M.M., kunjungan pimpinan tertinggi sepak takraw Asia dan dunia tersebut merupakan bentuk kepercayaan internasional terhadap kemajuan sepak takraw Indonesia serta menjadi kesempatan strategis untuk memperkuat posisi Indonesia dalam pengambilan kebijakan dan pengembangan olahraga sepak takraw di tingkat global.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, PB PSTI juga mematangkan pelaksanaan Liga Sepak Takraw Indonesia (LSI) Tahun 2026 yang mengusung tema:
“Bersatu Membangun Prestasi, Bersama Maju untuk Sepak Takraw Indonesia.”
Ketua Umum PB PSTI, Dr. H. Surianto A.M., S.Ag., M.M., menegaskan bahwa LSI merupakan salah satu program unggulan PB PSTI yang bertujuan menciptakan kompetisi berkelanjutan, meningkatkan kualitas atlet nasional, memperluas pembinaan daerah, serta menjadi wadah pencarian bibit-bibit unggul sepak takraw Indonesia.
Ketentuan Pemain LSI 2026
- Usia pemain bebas.
- Domisili pemain bebas.
- Pemain minimal pernah mewakili provinsi dalam multi event maupun single event.
- Tidak sedang menjalani sanksi atau skorsing dari Pengkab/Pengkot, Pengprov maupun PB PSTI.
- Wajib mengisi biodata lengkap dengan foto ukuran 3×4.
- Setiap regu dapat mendaftarkan maksimal 7 pemain.
- Kuota pemain dari luar provinsi maksimal 2 orang dalam setiap regu.
- Wajib memperoleh surat rekomendasi dari Pengprov asal atlet atau tempat atlet bernaung.
Jadwal Pelaksanaan Liga Sepak Takraw Indonesia 2026
1. Wilayah I Sumatera
24–27 Juli 2026
Lampung
Penutupan Nasional LSI 2026
2. Wilayah II (Jawa, Bali, NTB dan NTT)
1–4 Juli 2026
Surabaya, Jawa Timur
Pembukaan Nasional LSI 2026
3. Wilayah III (Pulau Sulawesi)
6–7 Juli 2026
Mamuju, Sulawesi Barat
4. Wilayah IV (Pulau Kalimantan)
11–12 Juli 2026
Tarakan, Kalimantan Utara
5. Wilayah V (Papua dan Maluku)
18–20 Juli 2026
Papua Barat
Dr. H. Surianto A.M., S.Ag., M.M. menyampaikan bahwa penyelenggaraan LSI 2026 merupakan langkah besar dalam membangun ekosistem kompetisi nasional yang sehat dan berkelanjutan. Melalui kompetisi yang terstruktur dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia, PB PSTI berharap lahir atlet-atlet terbaik yang mampu mengharumkan nama bangsa di berbagai kejuaraan internasional.
“Kami ingin Liga Sepak Takraw Indonesia menjadi fondasi pembinaan prestasi nasional. Melalui kompetisi yang berkualitas, atlet memperoleh kesempatan berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk Indonesia,” ujar Dr. H. Surianto A.M., S.Ag., M.M.
Kunjungan Ketua ASTAF dan Sekretaris Jenderal ISTAF ke Indonesia sekaligus menjadi pengakuan atas komitmen PB PSTI di bawah kepemimpinan Dr. H. Surianto A.M., S.Ag., M.M. dalam membangun sepak takraw Indonesia yang modern, profesional, kompetitif, dan berprestasi di tingkat dunia.(*AD)


