Majene, 10 Juni 2026 – Sekolah Dasar Negeri 14 Baruga yang terletak di Kelurahan Baruga,Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, membutuhkan perhatian serius. Kondisi atap bangunan sekolah tersebut dinyatakan sudah tidak layak digunakan karena kerusakan yang terus bertambah, utamanya disebabkan oleh buah yang sering jatuh dari pohon besar yang tumbuh tepat di samping area pagar sekolah.
Saat ditemui awak media ini, Kepala Sekolah SD Negeri 14 Baruga, Sapran,S.Pd.,M.Pd.
Menyampaikan kondisi memprihatinkan yang dihadapi pihak sekolah dan para siswa. Menurutnya, kerusakan pada atap bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan akibat tertimpa buah yang jatuh berulang kali dalam jangka waktu yang cukup lama.
“Atap kantor sekolah kami saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan tidak layak pakai. Penyebab utamanya adalah sering tertimpa buah yang jatuh dari pohon sukun besar di samping sekolah,dan ruangan guru.Lama-kelamaan atap menjadi rapuh, banyak bagian yang berlubang, dan saat hujan turun, air langsung merembes masuk ke dalam ruangan belajar,” ungkap Sapran.
Kondisi ini secara langsung mengganggu proses belajar mengajar. Ketika cuaca buruk, siswa dan guru harus berpindah tempat duduk atau bahkan menghentikan pelajaran sementara waktu demi menghindari air hujan dan risiko bagian atap yang bisa lepas kapan saja.
“Kami sangat khawatir dengan keselamatan anak-anak dan guru. Jika dibiarkan terus, dikhawatirkan suatu saat ada bagian atap yang jatuh dan melukai siswa maupun guru. Ini sangat berbahaya,” tambahnya.
Menyikapi situasi tersebut, Sapran beserta seluruh tenaga pendidik dan warga sekolah berharap ada perhatian dari pemerintah daerah maupun instansi terkait. Mereka memohon agar segera diberikan bantuan berupa perbaikan atau rehabilitasi atap kantor sekolah agar kembali layak digunakan.
“Kami berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Majene serta pihak berwenang lainnya dapat memperhatikan kondisi ini. Mohon kiranya ada bantuan untuk merehab atau memperbaiki atap sekolah ini. Kami ingin anak-anak bisa belajar dengan aman, nyaman, dan tenang tanpa rasa takut,” pungkas Sapran.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah masih menunggu tanggapan dan tindak lanjut dari pihak berwenang demi menjamin keamanan dan kenyamanan kegiatan pendidikan di SD Negeri 14 Baruga.
Laporan Bahar


