Majene– Menutup rangkaian kegiatan akhir semester, SMP Negeri 9 Majene menggelar kegiatan tahunan bertajuk Gebyar Kesenian. Kegiatan ini masuk dalam kalender rutin sekolah dan berfokus utama pada pelestarian sekaligus perlombaan permainan tradisional.
Kegiatan berlangsung selama satu pekan penuh, dimulai hari Senin tanggal 15 hingga Sabtu 20 Juni 2026 besok, dengan diawali acara pembukaan secara resmi.
Salah satu penggagas sekaligus pendidik di sekolah tersebut, H. Munafri, S.Pd. menyampaikan kepada media ini saat di temui di ruang kerjanya.Jum,at 19 Juni 2026.Di lingkungan kelurahan Baru, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat harapan besar lewat kegiatan ini. “Semoga lahir bibit‑bibit unggul mampu melanjutkan prestasi hingga ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Ia menjelaskan keistimewaan acara ini: “Kenapa saya katakan demikian? Karena di sini tidak hanya olahraga modern yang dipertandingkan, tapi permainan tradisional pun diangkat. Salah satunya adalah permainan manggasing, lompat tali karet,main boi,dan ada beberapa beberapa lomba permainan tradisional yang lain nya. yang biasa juga diselenggarakan dan didukung oleh Dinas Pariwisata.”
Berbekal pengalaman, Haji Munafri bercerita, “Alhamdulillah, selama menjadi pendidik di sekolah lain, saya sudah pernah merasakan menjadi juara. Dan di SMP negeri 9 Majene ini, saya berharap apa yang pernah saya rasakan itu bisa terwujud kembali.”
Selain gasing, masih ada beragam jenis permainan dan olahraga lain yang dilombakan. Hal yang menarik, peserta tidak hanya terbatas pada siswa, melainkan guru dan staf sekolah juga turut berpartisipasi aktif dan berprestasi di dalamnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana menjaga warisan budaya sekaligus memupuk semangat kebersamaan dan prestasi di lingkungan sekolah.
Laporan Bahar


