Makassar – Pengusaha muda SPBU, H. Sigit Saputra, memastikan SPBU miliknya yang ada di wilayah Sulawesi Selatan menyiapkan stok Solar Darurat yang diprioritaskan khusus untuk kendaraan penyelamat.
Konfirmasi tersebut disampaikan langsung oleh H. Sigit Saputra melalui pesan WhatsApp, Selasa 21/7/2026, menyusul banyaknya pertanyaan masyarakat terkait ketersediaan BBM untuk kendaraan darurat.
“Saya benarkan, SPBU kami memang menyiapkan stok Solar Darurat. Ini khusus kami prioritaskan untuk ambulans dan mobil pemadam kebakaran. Jangan sampai kendaraan penyelamat terhambat BBM saat ada nyawa yang harus ditolong,” ujar H. Sigit Saputra.
Menurutnya, langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab sosial jaringan SPBU miliknya terhadap keselamatan warga. SPBU miliknya menerapkan kebijakan tersebut.
Mekanisme Penyaluran Ketat
H. Sigit menjelaskan, solar darurat disimpan terpisah dan tidak diperjualbelikan untuk umum. Setiap pengisian wajib disertai pencatatan nomor polisi, nama instansi, dan keperluan darurat. Operator SPBU juga sudah dibekali SOP khusus agar penyaluran tepat sasaran.
“Operator kami 24 jam siaga. Begitu ada ambulans atau damkar datang dengan lampu rotator menyala, langsung kami arahkan ke nozzle khusus. Tanpa antri,” tambahnya.
Kebijakan ini mendapat apresiasi dari sejumlah pihak. Relawan ambulans mengaku sangat terbantu, terutama saat antrean solar sedang panjang. “Dulu pernah kami telat ke RSUD karena ikut antre. Sekarang ada jalur khusus, nyawa pasien lebih tertolong,” kata salah satu sopir ambulans yang enggan disebut namanya.
Dukung Program Pemerintah
H. Sigit Saputra menegaskan bahwa program Solar Darurat ini sejalan dengan imbauan Pertamina dan Pemerintah Daerah agar SPBU turut mendukung layanan publik. Ia berharap langkah kecil dari pihaknya bisa memicu SPBU lain untuk melakukan hal serupa.
“Bagi kami, bisnis SPBU bukan cuma jual BBM. Tapi juga soal kemanusiaan. Kalau armada damkar telat gara-gara kehabisan solar, yang rugi masyarakat juga,” tutup H. Sigit.
(Umar)


