• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Login
Target Tuntas
Advertisement
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
Target Tuntas
No Result
View All Result
  • PAREPARE
  • PINRANG
  • BARRU
  • SOPPENG
  • SIDRAP
  • SINJAI
  • JAKARTA
  • TAKALAR
  • KALTIM
  • BULUKUMBA
  • SULSEL
  • PENDIDIKAN
  • MEDAN
  • BANTAENG
  • MAMASA
  • MAMUJU
  • PEKANBARU
  • MAKASAR
  • POLMAN
  • SULTRA
Home MAJENE

Bhabinkamtibmas Polsek Banggae Berhasil Mediasi Perselisihan Warga, Kesalahpahaman di Media Sosial Berakhir Damai

Redaksi by Redaksi
in MAJENE
0
Bhabinkamtibmas Polsek Banggae Berhasil Mediasi Perselisihan Warga, Kesalahpahaman di Media Sosial Berakhir Damai
6
SHARES
65
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MAJENE – Peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kembali terlihat melalui penyelesaian permasalahan warga secara humanis. Bertempat di rumah Kepala Lingkungan Moloku, Kelurahan Banggae, Kabupaten Majene, Selasa malam (21/7/2026), Bhabinkamtibmas Polsek Banggae Brigpol Abdul Rahim bersama pemerintah setempat berhasil memediasi perselisihan dua warga binaannya melalui pendekatan problem solving.

 

Mediasi tersebut mempertemukan pihak pertama, DR, dengan pihak kedua, SM, yang sebelumnya terlibat kesalahpahaman akibat unggahan di media sosial. Permasalahan bermula pada Jumat (17/7/2026), ketika seorang wanita ,Nurjannah, mengirimkan tangkapan layar (screenshot) sebuah status Facebook kepada DR. Isi unggahan tersebut dinilai mengandung kata-kata yang menyinggung kondisi fisik sehingga membuat DR merasa tersinggung.

 

Merasa menjadi sasaran unggahan itu, DR menduga status tersebut dibuat oleh SM menggunakan akun palsu (fake account). Dugaan tersebut memicu ketegangan, terlebih kedua belah pihak diketahui pernah memiliki perselisihan sebelumnya.

 

Melihat situasi yang berpotensi berkembang menjadi konflik, Kepala Lingkungan Moloku kemudian meminta bantuan Bhabinkamtibmas Brigpol Abdul Rahim untuk memfasilitasi penyelesaian melalui mediasi.

 

Dengan mengedepankan pendekatan persuasif, dialog, dan musyawarah, Brigpol Abdul Rahim memberikan kesempatan kepada masing-masing pihak untuk menyampaikan penjelasan serta meluruskan kesalahpahaman yang terjadi. Suasana mediasi berlangsung kondusif hingga akhirnya kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

 

Kesepakatan damai pun dicapai, di mana kedua pihak saling memaafkan, berkomitmen tidak memperpanjang permasalahan, serta menjaga hubungan baik demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan harmonis di lingkungan tempat tinggal mereka.

Brigpol Abdul Rahim mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terpancing oleh informasi atau unggahan yang belum tentu diketahui kebenarannya.

 

Keberhasilan mediasi ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas tidak hanya berperan menjaga keamanan, tetapi juga sebagai mediator yang mampu menyelesaikan konflik sosial secara cepat, damai, dan mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan sehingga potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini.

Previous Post

Perkuat Pelayanan & Optimalisasi Pajak, Pemkab Majene Tandatangani MoU dan PKS dengan Kantor Pertanahan

Next Post

MAJENE, 22 Juli 2026 – Puskesmas Banggae 1 menggelar kegiatan pelatihan 25 keterampilan dasar bagi kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang berlangsung selama tiga hari. Memasuki hari terakhir pelaksanaan, kegiatan diarahkan ke praktik langsung di lapangan, tepatnya di Posyandu Melati, Kelurahan Galung Selatan — yang telah meraih juara 3 tingkat nasional. Mewakili Kepala Puskesmas Banggae 1, Umi Kalsum, SKM, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program prioritas untuk meningkatkan kompetensi para kader dalam memberikan pelayanan kesehatan di tengah masyarakat. Pemilihan lokasi praktik di Posyandu Melati sengaja dilakukan agar para peserta dapat belajar langsung dari contoh terbaik yang sudah berprestasi. “Kegiatan ini adalah salah satu program utama kami. Selama tiga hari kami berikan materi, dan hari terakhir ini fokus pada praktik turun lapangan. Kami memilih Posyandu Melati di Kelurahan Galung Selatan karena posyandu ini sudah pernah meraih juara 3 tingkat nasional. Tujuannya agar kader yang sudah mendapatkan teori bisa melihat, mempraktikkan, dan mencontoh pengelolaan yang baik langsung di lokasi yang berprestasi,” ungkap Umi Kalsum. Pelatihan ini diikuti oleh 23 orang kader posyandu yang tersebar di wilayah kerja Puskesmas Banggae 1. Materi yang disampaikan mencakup 25 keterampilan dasar yang wajib dikuasai kader, mulai dari penanganan dan pemantauan kesehatan bayi, balita, ibu hamil, remaja, usia dewasa, hingga lansia. Cakupan yang luas ini bertujuan agar posyandu tidak hanya berfokus pada kesehatan anak, tetapi menjadi pusat pelayanan kesehatan dasar bagi seluruh kelompok usia. “Tujuan utamanya adalah agar setiap kader benar-benar menguasai 25 keterampilan dasar tersebut, mencakup semua rentang usia. Mulai dari bayi, balita, ibu hamil, remaja, dewasa, sampai lansia harus terlayani dengan baik dan benar sesuai prosedur,” tambahnya. Pengisian materi dalam pelatihan ini menghadirkan sejumlah pemateri ahli dari Dinas Kesehatan Kabupaten Majene dan tim dari Puskesmas Banggae 1. Dari Dinas Kesehatan, para pemateri yang hadir adalah: 1. Nur Aliah K, S.Kep.Ns., M.M 2. Jayanti, S.K.M, M.Kes 3. Sukmawati, S.Keb 4. Intan Meidayanti, S.K.M., M.Kes 5. Mardia, A.Md.Keb., SKM 6. Sri Wahyuni, S.KM, M.AP Selain praktik di posyandu, para kader juga dilatih melakukan kunjungan ke rumah warga sebagai bentuk pelayanan promotif dan preventif. Umi Kalsum berharap, setelah mengikuti pelatihan dan praktik langsung ini, para kader semakin terampil, percaya diri, dan mampu membawa perubahan positif bagi posyandu masing-masing. “Harapan kami, dengan bekal pelatihan ini dan pengalaman turun lapangan baik di posyandu maupun kunjungan rumah, para kader semakin mahir menerapkan 25 keterampilan tersebut. Ke depannya, kami ingin setiap posyandu menjadi lebih baik, lebih aktif, dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, tepat sasaran, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat di wilayah kami,” pungkasnya. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Puskesmas Banggae 1 dalam memperkuat peran kader posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pengelolaan posyandu yang semakin profesional dan berstandar tinggi. Laporan BaharPuskesmas Banggae 1 Gelar Pelatihan 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu, Belajar Langsung di Posyandu Juara Nasional

Redaksi

Redaksi

Next Post
MAJENE, 22 Juli 2026 – Puskesmas Banggae 1 menggelar kegiatan pelatihan 25 keterampilan dasar bagi kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang berlangsung selama tiga hari. Memasuki hari terakhir pelaksanaan, kegiatan diarahkan ke praktik langsung di lapangan, tepatnya di Posyandu Melati, Kelurahan Galung Selatan — yang telah meraih juara 3 tingkat nasional.   Mewakili Kepala Puskesmas Banggae 1, Umi Kalsum, SKM, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program prioritas untuk meningkatkan kompetensi para kader dalam memberikan pelayanan kesehatan di tengah masyarakat. Pemilihan lokasi praktik di Posyandu Melati sengaja dilakukan agar para peserta dapat belajar langsung dari contoh terbaik yang sudah berprestasi.   “Kegiatan ini adalah salah satu program utama kami. Selama tiga hari kami berikan materi, dan hari terakhir ini fokus pada praktik turun lapangan. Kami memilih Posyandu Melati di Kelurahan Galung Selatan karena posyandu ini sudah pernah meraih juara 3 tingkat nasional. Tujuannya agar kader yang sudah mendapatkan teori bisa melihat, mempraktikkan, dan mencontoh pengelolaan yang baik langsung di lokasi yang berprestasi,” ungkap Umi Kalsum.   Pelatihan ini diikuti oleh 23 orang kader posyandu yang tersebar di wilayah kerja Puskesmas Banggae 1. Materi yang disampaikan mencakup 25 keterampilan dasar yang wajib dikuasai kader, mulai dari penanganan dan pemantauan kesehatan bayi, balita, ibu hamil, remaja, usia dewasa, hingga lansia. Cakupan yang luas ini bertujuan agar posyandu tidak hanya berfokus pada kesehatan anak, tetapi menjadi pusat pelayanan kesehatan dasar bagi seluruh kelompok usia.   “Tujuan utamanya adalah agar setiap kader benar-benar menguasai 25 keterampilan dasar tersebut, mencakup semua rentang usia. Mulai dari bayi, balita, ibu hamil, remaja, dewasa, sampai lansia harus terlayani dengan baik dan benar sesuai prosedur,” tambahnya.   Pengisian materi dalam pelatihan ini menghadirkan sejumlah pemateri ahli dari Dinas Kesehatan Kabupaten Majene dan tim dari Puskesmas Banggae 1. Dari Dinas Kesehatan, para pemateri yang hadir adalah:   1. Nur Aliah K, S.Kep.Ns., M.M 2. Jayanti, S.K.M, M.Kes 3. Sukmawati, S.Keb 4. Intan Meidayanti, S.K.M., M.Kes 5. Mardia, A.Md.Keb., SKM 6. Sri Wahyuni, S.KM, M.AP   Selain praktik di posyandu, para kader juga dilatih melakukan kunjungan ke rumah warga sebagai bentuk pelayanan promotif dan preventif. Umi Kalsum berharap, setelah mengikuti pelatihan dan praktik langsung ini, para kader semakin terampil, percaya diri, dan mampu membawa perubahan positif bagi posyandu masing-masing.   “Harapan kami, dengan bekal pelatihan ini dan pengalaman turun lapangan baik di posyandu maupun kunjungan rumah, para kader semakin mahir menerapkan 25 keterampilan tersebut. Ke depannya, kami ingin setiap posyandu menjadi lebih baik, lebih aktif, dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, tepat sasaran, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat di wilayah kami,” pungkasnya.   Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Puskesmas Banggae 1 dalam memperkuat peran kader posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pengelolaan posyandu yang semakin profesional dan berstandar tinggi. Laporan BaharPuskesmas Banggae 1 Gelar Pelatihan 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu, Belajar Langsung di Posyandu Juara Nasional

MAJENE, 22 Juli 2026 – Puskesmas Banggae 1 menggelar kegiatan pelatihan 25 keterampilan dasar bagi kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang berlangsung selama tiga hari. Memasuki hari terakhir pelaksanaan, kegiatan diarahkan ke praktik langsung di lapangan, tepatnya di Posyandu Melati, Kelurahan Galung Selatan — yang telah meraih juara 3 tingkat nasional. Mewakili Kepala Puskesmas Banggae 1, Umi Kalsum, SKM, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program prioritas untuk meningkatkan kompetensi para kader dalam memberikan pelayanan kesehatan di tengah masyarakat. Pemilihan lokasi praktik di Posyandu Melati sengaja dilakukan agar para peserta dapat belajar langsung dari contoh terbaik yang sudah berprestasi. “Kegiatan ini adalah salah satu program utama kami. Selama tiga hari kami berikan materi, dan hari terakhir ini fokus pada praktik turun lapangan. Kami memilih Posyandu Melati di Kelurahan Galung Selatan karena posyandu ini sudah pernah meraih juara 3 tingkat nasional. Tujuannya agar kader yang sudah mendapatkan teori bisa melihat, mempraktikkan, dan mencontoh pengelolaan yang baik langsung di lokasi yang berprestasi,” ungkap Umi Kalsum. Pelatihan ini diikuti oleh 23 orang kader posyandu yang tersebar di wilayah kerja Puskesmas Banggae 1. Materi yang disampaikan mencakup 25 keterampilan dasar yang wajib dikuasai kader, mulai dari penanganan dan pemantauan kesehatan bayi, balita, ibu hamil, remaja, usia dewasa, hingga lansia. Cakupan yang luas ini bertujuan agar posyandu tidak hanya berfokus pada kesehatan anak, tetapi menjadi pusat pelayanan kesehatan dasar bagi seluruh kelompok usia. “Tujuan utamanya adalah agar setiap kader benar-benar menguasai 25 keterampilan dasar tersebut, mencakup semua rentang usia. Mulai dari bayi, balita, ibu hamil, remaja, dewasa, sampai lansia harus terlayani dengan baik dan benar sesuai prosedur,” tambahnya. Pengisian materi dalam pelatihan ini menghadirkan sejumlah pemateri ahli dari Dinas Kesehatan Kabupaten Majene dan tim dari Puskesmas Banggae 1. Dari Dinas Kesehatan, para pemateri yang hadir adalah: 1. Nur Aliah K, S.Kep.Ns., M.M 2. Jayanti, S.K.M, M.Kes 3. Sukmawati, S.Keb 4. Intan Meidayanti, S.K.M., M.Kes 5. Mardia, A.Md.Keb., SKM 6. Sri Wahyuni, S.KM, M.AP Selain praktik di posyandu, para kader juga dilatih melakukan kunjungan ke rumah warga sebagai bentuk pelayanan promotif dan preventif. Umi Kalsum berharap, setelah mengikuti pelatihan dan praktik langsung ini, para kader semakin terampil, percaya diri, dan mampu membawa perubahan positif bagi posyandu masing-masing. “Harapan kami, dengan bekal pelatihan ini dan pengalaman turun lapangan baik di posyandu maupun kunjungan rumah, para kader semakin mahir menerapkan 25 keterampilan tersebut. Ke depannya, kami ingin setiap posyandu menjadi lebih baik, lebih aktif, dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, tepat sasaran, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat di wilayah kami,” pungkasnya. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Puskesmas Banggae 1 dalam memperkuat peran kader posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan, sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pengelolaan posyandu yang semakin profesional dan berstandar tinggi. Laporan BaharPuskesmas Banggae 1 Gelar Pelatihan 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu, Belajar Langsung di Posyandu Juara Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Kabel Fiber Optik Telkom Putus di Majene, Perbaikan Berlangsung — Diperkirakan Selesai Hari Ini

    Kabel Fiber Optik Telkom Putus di Majene, Perbaikan Berlangsung — Diperkirakan Selesai Hari Ini

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Inovasi Kompor Oli Bekas Karya Edo Pamboang, Solusi Hemat Energi untuk Masyarakat

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Laporan Warga AD Ungkap Dugaan Pelanggaran BBM Bersubsidi di SPBU 74.912.01 Pinrang: Temuan Puluhan Jeriken dan Mobil Pickup Berplat Ganda

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Komisi III DPRD Majene Gelar Rapat Dengar Pendapat, Sorot Revitalisasi Pendidikan dan PPPK Paruh Waktu

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Majene Sabet Juara Umum FTBI 2026, Generasi Muda Siap Jaga Bahasa Mandar

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Respons Keresahan Masyarakat, Polres Majene Tindak Puluhan Motor Berknalpot Brong dalam Operasi Patuh Marano 2026

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Gedung Empat Lantai di Parepare Disorot, PBG Terbit tetapi Andalalin Belum Ada

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Kronologi Kasus Pengeroyokan di Batulappa Pinrang: Korban Dianiaya, Dilempari Batu, hingga Dikejar Parang Akibat Sengketa Lahan

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • BRI BO Sidrap Perkuat Sinergi dan Silaturahmi Lewat Momen Ulang Tahun Kapolres

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • URC Sat. Reskrim Polres Majene Ungkap Kasus Curanmor, Satu Unit NMAX Berhasil Diamankan

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In