MAJENE, 19 Agustus 2026 — Berkat pemantauan cepat dan informasi akurat dari Ketua PSC 119 Majene mengenai adanya laporan kebakaran di Lingkungan Bukku, Tim Gerak Cepat (Gircep) Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Majene dapat segera bergerak sehingga armada dan petugas pemadam tiba dengan cepat di lokasi kejadian. Bersama personil TNI, anggota Polres Majene, serta unsur Babinkamtibmas dan Babinsa, mereka berhasil memadamkan kebakaran lahan perkebunan yang sempat meluas hingga ke area Lingkungan Copala, Kelurahan Pangali-Ali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene.
Kejadian bermula pada Selasa malam, 18 Agustus 2026, saat api muncul membakar lahan perkebunan di wilayah Lingkungan Bukku. Angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat merambat dan dikhawatirkan segera menghampiri kawasan pemukiman warga. Berkat informasi cepat dari Ketua PSC 119 Majene, laporan kebakaran segera diteruskan sehingga Tim Pemadam Kebakaran langsung bergerak dan tiba dengan cepat di lokasi kejadian. Tak lama kemudian, personil TNI, anggota Polres Majene, serta Babinkamtibmas dan Babinsa dari Kelurahan Pangali-Ali dan Kelurahan Banggae turut tiba untuk memberikan bantuan.
Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, didukung satu unit mobil patroli untuk membantu pengamanan dan mobilitas petugas. Kepala Lingkungan Salabose juga turut hadir dan terlibat langsung dalam upaya gotong royong memadamkan api bersama seluruh unsur petugas di lapangan.
Berkat informasi cepat dari PSC 119 serta kerja sama yang solid dan gerak cepat seluruh pihak di lapangan, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan dalam waktu sekitar 30 menit. Ancaman luapan api yang sempat mendekati pemukiman warga dapat segera dicegah sehingga tidak menimbulkan kerugian material maupun korban jiwa.
Kegotong-royongan antara petugas pemadam kebakaran, personil TNI, Polri, aparat kewilayahan, serta tokoh lingkungan di lapangan menjadi kunci utama keberhasilan pengendalian kebakaran lahan tersebut. Setelah seluruh api dipastikan padam dan tidak ditemukan lagi titik panas yang berpotensi menyala kembali, petugas melakukan proses pendinginan lahan sebelum secara bertahap meninggalkan lokasi.
Pasca kejadian, situasi di Lingkungan Bukku dan sekitarnya kembali kondusif. Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan, terutama pada musim kemarau yang kering dan berangin.
Laporan Bahar


