Rangkaian Semarak HUT ke-481 Majene, HUT ke-81 RI, & Peringatan Maulid Nabi SAW
MAJENE, Selasa, 1 September 2026 — Pemerintah Kecamatan Banggae bersama masyarakat menggelar Malam Ramah Tamah dan Hikmah Maulid Nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, berlangsung di Halaman Kantor Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Majene ke-481 dan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Hadir dalam acara ini Wakil Bupati Majene, para pejabat daerah, Anggota DPRD Kabupaten Majene, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Koperindag, Bapak Danramil dan Kapolsek Banggae, para Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Banggae, jajaran UPTD, Puskesmas, tokoh masyarakat, panitia pelaksana, serta seluruh warga yang hadir.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Yang kami hormati Wakil Bupati Majene, para pejabat, tokoh masyarakat, para Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Banggae, para Kepala UPTD dan Puskesmas, seluruh panitia, serta hadirin yang dirahmati Allah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Yā ayyuhalladzīna āmanuttaqullāh wa lyanzhur nafsum mā qaddāmat li-ghad, wattaqullāh, innallāha khabīrum bimā ta’malūn.”
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Ayat ini menjadi perenungan bagi kita semua, umat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Bahwa peringatan Maulid Nabi yang kita rangkaikan dalam Malam Ramah Tamah ini bukan sekadar seremoni atau perayaan semata. Lebih dari itu, momen ini harus menjadi sarana menumbuhkan dan memperkuat kecintaan kita kepada Rasulullah SAW, yang dibuktikan dengan ketaatan dan keistiqamah dalam mengikuti sunnah-sunnah beliau.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Innama bu’itstu li-utammima makārimal akhlāk.”
“Sesungguhnya aku diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”
Maka itulah yang pertama-tama ingin saya sampaikan: mari kita perbaiki budi pekerti dan akhlak kita, serta memulai perubahan ini dari ibadah shalat. Ketika Rasulullah SAW berhijrah dari Makkah ke Madinah, hal pertama yang beliau lakukan adalah mempersatukan kaum Muhajirin dan Ansar — menumbuhkan kebersamaan, persaudaraan, dan gotong royong.
Inilah yang selalu ditekankan oleh Bapak Bupati dan Wakil Bupati Majene, dan itulah yang kami laksanakan di Kecamatan Banggae. Kebersamaan ini tumbuh bukan karena paksaan, melainkan karena keikhlasan hati untuk saling mendukung. Walaupun kegiatan ini dilaksanakan tanpa anggaran dan dalam keadaan efisiensi, semangat serta partisipasi Bapak Ibu sekalian sungguh luar biasa.
Kepada Bapak Danramil dan Bapak Kapolsek yang telah bersedia menjadi tim juri tanpa pamrih, kepada Ibu Kepala Dinas Sosial yang turut membantu menilai perlombaan, serta kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi — kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga. Hadiah dan penghargaan yang disampaikan malam ini lahir dari keikhlasan dan gotong royong kita semua. Inilah hikmah yang kita petik dari perjuangan Rasulullah SAW: dengan kebersamaan dan keikhlasan, segala urusan yang diikhtiarkan bersama akan menjadi mudah dan diberkahi Allah SWT.
Saya selaku pembawa hikmah, H. M. Syahid, S.Ag., Camat Banggae, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak — mulai dari Kepala UPTD, para Lurah, Kepala Desa, hingga seluruh warga yang telah mendukung terlaksananya rangkaian kegiatan ini. Semoga semangat kebersamaan yang ditanamkan oleh Rasulullah SAW senantiasa kita jaga dan lestarikan.
Hadirin yang dirahmati Allah, ada satu pesan penting dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Perbedaan umatku dengan umat-umat yang lain terdapat pada shalatnya.”
Maka dari itu, mari kita jaga shalat kita, karena shalat adalah tiang agama dan amal yang pertama-tama akan dihisab oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari akhir nanti.
Di akhir hayatnya, Rasulullah SAW juga berpesan dua hal — bertakwa kepada Allah dan menyambung silaturahmi. Dua hal inilah yang menjadi fondasi kebersamaan kita malam ini. Semoga kita senantiasa istiqamah mengikuti sunnah beliau, memperkokoh persatuan, dan memperbaiki kualitas ibadah serta akhlak kita semua.
Demikian hikmah yang dapat saya sampaikan dalam Malam Ramah Tamah ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Mohon maaf apabila ada tutur kata yang kurang berkenan
Laporan Bahar


