MAJENE, 19 September 2026 – Kegiatan Bedah Buku dan Diskusi Sejarah bertajuk “Maemunah Djud Pantje” berlangsung khidmat dan penuh semangat di Monumen 45 Lingkungan Baruga, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Sabtu malam. Acara terselenggara atas inisiatif dan kerja sama Keluarga Besar Lingkungan Baruga, tokoh agama, serta elemen pemuda dan masyarakat setempat.
Hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Majene dan meresmikan pembukaan kegiatan adalah Drs. H. Ahmad Djamaan, M.Si. (Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Majene), yang bertindak mewakili Bupati Majene sebagai wujud dukungan dan apresiasi nyata terhadap pelestarian nilai sejarah daerah.
Pentingnya Sejarah dan Tokoh Lokal
Dalam sambutannya, Drs. H. Ahmad Djamaan, M.Si., menegaskan posisi strategis daerah:
“Majene tidak hanya dikenal sebagai pusat pendidikan, namun juga merupakan pusat sejarah yang kaya bagi masyarakat Mandar. Sosok Hj. Siti Maemunah Djud Pantje merupakan tokoh luar biasa—pahlawan kemerdekaan, pelopor pendidikan, sekaligus pahlawan wanita yang membanggakan pada zamannya. Selain itu, kawasan Baruga tempat kita berkumpul ini memiliki nilai strategis sebagai markas utama pergerakan GAPRI 5.3.1.”
Pemerintah Daerah mengapresiasi inisiatif warga dan menegaskan komitmen mendukung pelestarian budaya serta sejarah yang menjadi identitas bersama. Kegiatan bedah buku ini dinilai sebagai bukti otentik dan sarana berharga agar masyarakat mengenang jasa para pendahulu, meneladani keteguhan hati, serta lebih mengenal tokoh dan peristiwa bersejarah yang tumbuh dari tanah sendiri.
Kehadiran Pemateri dan Semangat Kebersamaan
Acara dihadiri antusias oleh masyarakat dan digelar berkat semangat gotong royong warga, tokoh masyarakat hingga pemuda—membuktikan kekuatan akar rumput dalam menjaga memori kolektif bangsa. Diskusi berjalan mendalam dengan kehadiran tim panelis yang kompeten:
Muhammad Munir (Penulis Buku)
Safiyah (Akademisi)
H.M. Sahlan, S.Ag., M.AP Ka.Kandepag kabupaten Majene
Drs. Muhktar Hadi, M.Pd.
Kegiatan ini secara nyata memperkuat rasa cinta tanah air, melestarikan warisan leluhur, serta mempererat kebanggaan masyarakat akan sejarah dan tokoh daerahnya.
Laporan: Bahar


