Mengangkat semangat “Lestarikan Bahasa Daerah, Wujudkan Generasi Berkarakter”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya daerah.
Tahun ini, festival diikuti oleh 13 peserta tingkat SD dan 8 peserta tingkat SLTP. Saya berharap ke depan kegiatan ini dapat dikemas lebih semarak, lebih kreatif, dan terus ditingkatkan mutunya, termasuk dengan mengintegrasikannya bersama berbagai event kebudayaan lainnya.
Bagi saya, melestarikan bahasa Mandar bukan hanya tugas pemerintah. Ini tanggung jawab kita bersama.
Mari kita mulai dari diri sendiri, dari keluarga, dari orang tua, dan dari sekolah. Sebab kita hidup dan tumbuh di tanah Mandar. Jangan sampai generasi muda kita kehilangan kemampuan untuk mengenal dan menggunakan bahasa daerahnya sendiri.
Bahasa adalah identitas. Bahasa adalah warisan. Dan ketika kita menjaga bahasa Mandar, kita sedang menjaga jati diri dan warisan budaya untuk generasi yang akan datang.


