MAJENE — Enam bulan telah berlalu sejak H. M. Sahlan, S.Ag., M.AP. resmi memimpin Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Periode 10 April hingga 10 Oktober 2026 ini menjadi momentum penting untuk mempertegas komitmen bekerja, berkarya, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Bumi Assamalewuang.
Dalam enam bulan kepemimpinannya, H. M. Sahlan mengusung visi Kemenag Berdampak 3D — Dirasakan, Dinikmati, dan Dirindukan. Berbagai program unggulan telah diluncurkan dan dijalankan langsung di tengah masyarakat, antara lain:
– G3S — Gerakan Sedekah Seribu Sehari, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk peduli dan berbagi kepada yang membutuhkan secara berkelanjutan.
– G3S2M — Gerakan Salat Subuh Sapa Masyarakat Majene, mempererat kedekatan ASN Kemenag dengan warga melalui kegiatan keagamaan di masjid-masjid lingkungan masyarakat.
– ASN MACOA, sebuah kerangka kerja yang mengarahkan seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Kemenag Majene untuk memiliki karakter: Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Melalui ASN MACOA, Kemenag Majene fokus pada lima pilar utama pengembangan: Manarang — memperkuat kualitas pendidikan madrasah, pesantren, dan guru PAI; Adaptif — menjawab perubahan zaman; Cinta — memperkuat nilai keagamaan melalui Kegiatan Berbasis Cinta di madrasah, masyarakat, dan Ekoteologi; Optimis — membangun semangat positif dalam berkarya; serta Akhlak — menjadikan akhlak mulia sebagai fondasi utama pelayanan.
Selain menjalankan program internal, Kementerian Agama Kabupaten Majene juga terus menjalin sinergi dan kolaborasi yang erat dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Majene. Bersama Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Forkopimda, dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Kemenag Majene turut mendukung berbagai program unggulan daerah dalam rangka mewujudkan Kabupaten Majene yang Maju, Mandiri, dan Berbudaya dalam Bingkai Religius. Dukungan tersebut terwujud melalui partisipasi aktif pada program Siwaliparri, Majene Mapaccing, Safari Shalat Subuh, Jumat Berkah, serta kegiatan-kegiatan strategis lainnya.
“Kemenag terus berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Majene sebagai upaya bersama menghadirkan Kemenag Berdampak — yang benar-benar Dirasakan, Dinikmati, dan Dirindukan oleh seluruh masyarakat,” ujar H. M. Sahlan.
Enam bulan perjalanan ini bukan sekadar hitungan waktu, melainkan langkah awal yang akan terus diperkuat dan ditingkatkan, agar kehadiran Kementerian Agama di tengah masyarakat Bumi Assamalewuang semakin bermakna, bermanfaat, dan membawa kebaikan yang nyata.
Laporan Bahar


