BARRU — Dugaan proyek siluman mencuat dalam pekerjaan saluran irigasi di Lanrae, Dusun Mario-Rio, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru. Saat pekerjaan berlangsung, papan informasi proyek yang semestinya memuat keterangan kegiatan dan anggaran tidak terlihat di lokasi. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran.
Persoalan kian menjadi sorotan karena saluran irigasi tersebut disebut pernah dikerjakan pada tahun anggaran sebelumnya. Kini, pekerjaan kembali berlangsung di lokasi yang sama, sementara sejumlah bagian saluran dilaporkan belum tuntas dan bagian lainnya diduga mengalami kerusakan.
Berdasarkan pemantauan wartawan pada Senin (12/10/2026), tidak ditemukan papan informasi yang mencantumkan nama kegiatan, nilai anggaran, sumber pendanaan, identitas pelaksana, maupun jangka waktu pekerjaan.
Sementara itu kepala desa Nepo Muhammad Toaha saat dikonfirmasi pada Rabu 14 Oktober 2026 mengaku tak mengetahui adanya pekerjaan tersebut
“Saya juga kurang tau pak, belum ada info yg masuk. Coba tanya Ki dinas pertanian, dan BPP Mallusetasi,” Tulisnya via whatsapp
Tanpa informasi tersebut, masyarakat sulit mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab, berapa anggaran yang dialokasikan, serta apa dasar pekerjaan kembali dilakukan di lokasi yang sama.
Pekerja Sebut Nama Berinisial E
Di lokasi pekerjaan, seorang pekerja yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku baru mulai bekerja bersama sejumlah pekerja lain atas permintaan seseorang berinisial E, yang disebutnya sebagai oknum anggota.
“Kami baru mau bekerja di sini, Pak, atas permintaan Pak E,” ujar pekerja tersebut.
Pekerja asal wilayah Palakka itu juga menyampaikan keraguannya terhadap kualitas pekerjaan sebelumnya. Menurut dia, masih terdapat bagian saluran yang belum diselesaikan, sementara beberapa bagian lantai irigasi disebut telah mengalami kerusakan.
Pemantauan wartawan turut menemukan bentangan saluran yang lantainya belum dikerjakan. Pada bagian lain, terlihat lantai irigasi yang diduga mengalami kerusakan.
Meski demikian, hubungan pihak berinisial E dengan kegiatan tersebut, identitas pelaksana resmi, serta penyebab kerusakan belum dapat dipastikan dan masih memerlukan konfirmasi.
Proyek Tanpa Papan Informasi, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Ketiadaan papan informasi proyek menjadi persoalan yang perlu dijelaskan oleh instansi penanggung jawab. Publik berhak mengetahui informasi dasar mengenai pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah, sesuai ketentuan keterbukaan informasi dan aturan pengadaan yang berlaku.
Sejumlah pertanyaan kini menanti jawaban. Apakah pekerjaan sebelumnya telah dinyatakan selesai? Siapa pelaksana kegiatan terdahulu dan pekerjaan yang sedang berlangsung? Berapa nilai anggarannya? Mengapa pekerjaan kembali dilakukan di lokasi yang sama?
Jika kegiatan saat ini merupakan proyek baru, dasar perencanaan dan penganggarannya perlu dibuka. Jika merupakan kelanjutan pekerjaan sebelumnya, status kontrak, progres pekerjaan, dan tanggung jawab atas kondisi bangunan perlu diperiksa.
Pemeriksaan teknis juga dibutuhkan untuk mengetahui penyebab kerusakan serta memastikan apakah hasil pekerjaan telah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.
Warga Menunggu Transparansi
Masyarakat berharap dinas atau instansi terkait segera memberikan penjelasan terbuka mengenai proyek irigasi Lanrae. Pemeriksaan lapangan dan penelusuran dokumen anggaran dinilai penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hingga berita ini disusun, nilai anggaran, identitas pelaksana resmi, sumber pendanaan, serta alasan pekerjaan kembali dilakukan belum terkonfirmasi.
Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi instansi terkait, pelaksana kegiatan, serta pihak berinisial E yang disebut oleh pekerja.
Apabila hasil pemeriksaan menemukan indikasi penyimpangan, masyarakat berharap aparat berwenang menindaklanjutinya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
(*)


