MAJENE, 15 Oktober 2026 – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene hari ini menerima kunjungan dan sosialisasi dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Polewali terkait kegiatan Tim Kelayan Binter yang ditujukan bagi seluruh Warga Binaan di lingkungan rutan, Kamis (15/10). Kegiatan ini menjadi langkah nyata memperkuat sinergi lintas guna mendukung proses pembimbingan serta mempersiapkan Warga Binaan agar dapat kembali diterima dan hidup baik di tengah masyarakat.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada Warga Binaan mengenai pentingnya dukungan dan pendampingan dari berbagai pihak selama proses reintegrasi sosial berlangsung. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan diharapkan memahami peran pembimbingan kemasyarakatan serta dukungan aparat kewilayahan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif saat mereka kembali ke masyarakat nanti.
Kepala Rutan Kelas IIB Majene, Christy J. Thenu, menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antarinstansi adalah kunci keberhasilan pembinaan.
“Reintegrasi sosial bukan hanya soal kembalinya Warga Binaan ke tengah masyarakat, tetapi juga bagaimana mereka mampu memperbaiki diri, membangun kepercayaan, dan menjalani kehidupan yang lebih baik. Karena itu, sinergi dengan Bapas dan unsur terkait sangat diperlukan agar proses tersebut dapat berjalan secara optimal,” ujar Christy.
Sementara itu, Kepala Bapas Kelas II Polewali, Alfred Awoah, menjelaskan bahwa sosialisasi Tim Kelayan Binter merupakan upaya memperkuat koordinasi dan pemahaman mengenai berbagai bentuk dukungan yang tersedia bagi Warga Binaan dalam mempersiapkan kehidupan pasca-pidana.
“Keterlibatan berbagai unsur, termasuk aparat kewilayahan, diharapkan dapat membantu membangun komunikasi dan dukungan sosial yang diperlukan dalam proses reintegrasi. Dengan demikian, Warga Binaan memiliki kesempatan untuk kembali beradaptasi di lingkungan masyarakat secara positif dan bertanggung jawab,” ungkap Alfred.
Antusiasme juga datang dari kalangan Warga Binaan. Sapri, salah satu peserta sosialisasi, menyambut positif kegiatan tersebut dan mengaku mendapatkan semangat baru.
“Saya merasa bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini karena memberikan pemahaman dan motivasi bagi kami untuk mempersiapkan diri setelah bebas nanti. Saya berharap dapat terus memperbaiki diri, menerapkan hal-hal positif yang telah dipelajari selama menjalani pembinaan, serta kembali ke masyarakat dengan menjadi pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab,” kata Sapri.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan kerja sama antara Rutan Majene, Bapas Polewali, dan unsur kewilayahan semakin erat. Jajaran pemasyarakatan berkomitmen untuk terus mendorong proses pembinaan yang terarah, meningkatkan kesiapan Warga Binaan untuk kembali ke masyarakat, serta mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pemulihan hubungan sosial.
Laporan Bahar


