• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Login
Target Tuntas
Advertisement
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
Target Tuntas
No Result
View All Result
  • SINJAI
  • PAREPARE
  • JAKARTA
  • PINRANG
  • BARRU
  • TAKALAR
  • SOPPENG
  • KALTIM
  • BULUKUMBA
  • SULSEL
  • PENDIDIKAN
  • SIDRAP
  • MEDAN
  • BANTAENG
  • MAMASA
  • MAMUJU
  • PEKANBARU
  • MAKASAR
  • POLMAN
  • SULTRA
Home DAERAH

WARTAWAN ITU PENELITI DAN PENJAGA NALAR PUBLIK

(Oleh : Andi Pasamangi Wawo - Ketua Dewan Penasehat PWI Sulsel)

Redaksi by Redaksi
in DAERAH
0
WARTAWAN ITU PENELITI DAN PENJAGA NALAR PUBLIK
9
SHARES
96
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Alhamdulillah, di jaman digitalisasi ini media ‘daring’ bermunculan sangat pesat bagai cendawan tumbuh di musim penghujan..

Kemajuan teknologi ini otomatis me’lahir’kan ribuan pewarta otodidak baru yang bernaung di sebaran media sosial tersebut.

Hebatnya, mereka mayoritas, langsung mengklaim dirinya sebagai WARTAWAN.
Hal ini tentu berdampak, pro dan kontra di kalangan masyarakat atas penampilan, ulah dan produknya.

Yang pro, karena mereka senang dengan kecepatan mrmperoleh informasi tanpa peduli penggunaan bahasa ‘jurnalistik’ di Indonesia yang menganut kalimat singkat, padat, mudah dimengerti. (Buku merah Rosihan Anwar. Red)

Yang kontra menilai masih banyak ‘keteteran’ baik dari narasi redaksi penggunaan kosa kata bahasa Indonesia yang baik dan benar. Maupun, wawasan Pewarta dan Redakturnya tentang apa yang diberitakan medianya.

Begitu hasil pengamatan dan perbincangan saya dengan sejumlah pemangku kebijakan serta diskusi kecil dengan sejumlah karib di beberapa warkop yang sempat saya serap belakangan ini.

Sebagai Wartawan yang dianggap sudah banyak pengalaman oleh teman teman, pertanyaan dan pernyataan ini sangat sering saya terima dan dengar. Tak jelas maksudnya, apakah atas kepedulian atau keingintahuannya tentang proses menjadi Wartawan dan kewartawanan itu sendiri.

Terus terang, saya senang karena profesi Wartawan ini sudah banyak dilirik, dipeduli dan diamati kalangan masyarakat dibanding dua jaman yang saya lalui sebelumnya ketika jadi Penyiar radio serta bekerja dan berkarya di media konvensional seperti cetak dan elektronik.

Jawaban saya selalu singkat sambil berkias saja, bahwa : “Semua yang namanya baru, biasanya, berlebihan di dalam kekurangannya”.

Saya beri contoh, ketika kita melihat gaya hidup orang kaya baru dan memiliki barang baru. Atau bekerja dan berprofesi di tempat baru. Apalagi kalau baru tamat pendidikan atau baru belajar beladiri”.
Penampilannya, kadangkala berlebihan.
Namun menurut saya hal itu biasa dan tak aneh karena masih sementara dalam proses.

Yang aneh, tambah saya kepada teman ngobrol, jika mereka atau seseorang tak mampu beradaptasi dengan hal baru dalam kehidupannya.
Belum lagi, kalau langsung ‘over ackting’ seolah paham sekali dengan profesi barunya.

“Lebih parah, kalau mau seenak ‘udel’nya, tak mau belajar dan ikut aturan main sesuai yang dipersyaratkan”, celoteh saya sambil tersenyum ke teman tadi di salahsatu Warkop pinggiran kota Makassar.

Karenanya, cerita saya kepada teman yang bertanya, bahwa setiap saya diberi kesempatan sebagai Ketua Dewan Penasehat Persatuan Wartawan Indonesia di PWI Provinsi Sulsel untuk memberi ‘petuah’ dalam pelatihan wartawan kepada adik adik yang baru Calon Anggota atau ikut ‘ujian’ kenaikan tingkat jadi Anggota muda maupun Anggota Biasa di PWI, saya selalu menitip :

“Fondasi seorang jurnalis dalam melaksanakan profesinya, minimal harus tahu apa artikulasi kata ‘Wartawan’ dalam bahasa Indonesia”.

Kemudian, jelas saya kepada teman yang serius mendengar, Wartawan wajib tahu Sejarah Pers Nasional dan Hukum Pers serta Praktik Jurnalisme yang etis dan Profesional.

Selain itu, mereka juga harus menyadari bahwa seorang Wartawan harus cerdas dan selalu punya rasa ingin tahu (qyurisity, istilah tokoh Pers alm. Rahman Arge).

Mengapa…?. Itu karena, Wartawan, sejatinya adalah seorang Peneliti, Pencari fakta dan Penjaga nalar publik.

“Kalau mereka mengerti tentang ini, maka wawasan seorang yang mengklaim dirinya sebagai Wartawan akan semakin teruji dan terasah dalam melaksanakan tugasnya, mencari, memperoleh, mengolah, memverivikasi informasi dan menulis serta memberitakan kejadian sesuai fakta ke publik di medianya yang sah sesuai ketentuan Dewan Pers”, kunci saya menutup pembicaraan sambil nikmati seduhan kopi tanpa gula. Pahit toh. Itu saja.

Previous Post

‎Pemkot Parepare Apresiasi Pengabdian Kalapas Totok Budiyanto

Next Post

Sat Lantas Polres Parepare Lakukan Pelayanan Keselamatan Lalu Lintas

Redaksi

Redaksi

Next Post
Sat Lantas Polres Parepare Lakukan Pelayanan Keselamatan Lalu Lintas

Sat Lantas Polres Parepare Lakukan Pelayanan Keselamatan Lalu Lintas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Kasus Laka Lantas Tewaskan Hj. Hasnah di Watang Pulu Disorot, Keluarga Pertanyakan Penahanan Pelaku

    Kasus Laka Lantas Tewaskan Hj. Hasnah di Watang Pulu Disorot, Keluarga Pertanyakan Penahanan Pelaku

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Kemendagri Dinanti Atasi Polemik di Sinjai, Tak Diatasi Tega!

    12 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Riskul Tona’ Sorot Keras Jalan Poros Pamoseang Pangga: Pemda Mamasa dan Pemprov Sulbar Dinilai Tutup Mata

    9 shares
    Share 4 Tweet 2
  • Puluhan Warga Dilarikan ke Puskesmas, Polsek Sendana Lakukan Pemantauan Dugaan Keracunan MBG

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • VIRAL DULU, DIBAKAR KEMUDIAN: Arena Judi Sabung Ayam di Wajo Baru Ditindak Setelah Disorot Media

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Intel Core i7-7700K ‘Kaby Lake’ review

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Hands on: Apple iPhone 7 review

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Bukan Sekadar Penonton, Pemuda Mamasa Ditantang Mengontrol Kebijakan Daerah

    12 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Dua Pengendara Alami Luka Serius, Sat Lantas Polres Majene Bergerak Cepat Tangani Kecelakaan Lalu Lintas di Dusun Pesuloang

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Pelayanan Pagi Hari, Sat Lantas Polres Majene Gelar Commander Wish di Titik Rawan Macet

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In