PAREPARE — Bawaslu Kota Parepare menggelar kegiatan technical meeting (TM) sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan lomba debat tingkat SMA/SMK/MA sederajat. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua dan Anggota Bawaslu beserta jajaran, perwakilan PT. Tinta Hijau Bersahaja, serta para peserta dari berbagai sekolah.
Ketua Bawaslu Kota Parepare dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjawab berbagai pertanyaan terkait teknis lomba sekaligus menyamakan persepsi seluruh pihak yang terlibat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memastikan kesiapan peserta dan panitia sejak dini.
“Kegiatan ini dilaksanakan agar pertanyaan terkait teknis lomba bisa terjawab. Perlu ada keseragaman persepsi serta persiapan yang harus disiapkan sejak awal,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa lomba debat yang diselenggarakan merupakan ajang yang cukup bergengsi, mengingat cakupannya yang luas, tidak hanya di tingkat Kota Parepare, tetapi juga disaksikan peserta dari luar daerah.
Dalam pelaksanaannya, lomba ini melibatkan dewan juri yang terdiri dari dua akademisi dan satu unsur Bawaslu. Komposisi tersebut diharapkan mampu menjamin kualitas serta objektivitas penilaian selama perlombaan berlangsung.
Perwakilan juri menekankan pentingnya penyamaan persepsi terkait teknis lomba. Melalui kegiatan technical meeting ini, juri juga membuka ruang bagi peserta untuk memberikan masukan dan pandangan guna menyempurnakan pelaksanaan lomba.
“Melalui TM ini kita perlu masukan dan pandangan dari bapak/ibu sekalian,” ungkap salah satu juri.
Selain itu, juri juga memaparkan gambaran umum tahapan lomba debat, mulai dari mekanisme pelaksanaan hingga aspek penilaian yang akan digunakan.
Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Bawaslu Kota Parepare dengan Madrasah Aliyah Al Munawwarah dan SMK DDI sebagai bentuk sinergi dalam penguatan pendidikan dan partisipasi kepemiluan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan pelaksanaan lomba debat dapat berjalan lancar, kompetitif, serta mampu melahirkan generasi muda yang kritis, argumentatif, dan memiliki kesadaran demokrasi yang baik.
(*)


