PAREPARE — Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Parepare, Abdul Razak Arsyad, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian akademik H. Surianto AM, S.Ag., M.M., yang berhasil meraih gelar Doktor (S3) di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Promosi doktor tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 9 April 2026, pukul 15.00 WITA hingga selesai, bertempat di Kampus UMI, Makassar (dekat flyover). Momentum ini menjadi kebanggaan bersama, tidak hanya bagi keluarga besar, tetapi juga masyarakat yang mengenal kiprah dan kontribusi beliau.
Dalam pandangan Abdul Razak Arsyad, sosok DR. H. Surianto bukan hanya dikenal sebagai pengusaha sukses, tetapi juga pribadi yang rendah hati, dermawan, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Di tengah kesibukannya, beliau tetap konsisten membantu dan mendorong perkembangan para pelaku usaha, khususnya di Parepare.
Menariknya, H. Surianto AM juga pernah menjadi figur yang digadang-gadang maju sebagai kontestan Calon Wali Kota pada Pilkada 2024 lalu. Namun, dengan kebesaran jiwa dan pertimbangan matang berdasarkan pengalaman panjangnya, termasuk pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Tanah Bumbu selama dua periode, beliau memilih untuk melanjutkan dan mengembangkan usaha yang telah dirintis hingga berskala internasional.
Pilihan tersebut mencerminkan kedewasaan berpikir dan ketenangan sikap dalam menentukan arah pengabdian. Di tengah dinamika politik yang kompetitif, sikap beliau justru menghadirkan pesan damai bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus melalui jabatan publik, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata di bidang ekonomi dan sosial.
“Beliau adalah sosok yang menyejukkan. Kepemimpinan beliau tidak hanya terlihat dari jabatan, tetapi dari tindakan nyata, kepedulian, serta kemampuannya merangkul dan memberi manfaat bagi banyak orang,” ujar Abdul Razak Arsyad.
Capaian gelar doktor ini semakin mengukuhkan posisi DR. H. Surianto sebagai figur yang utuh—menggabungkan kekuatan intelektual, pengalaman politik, serta keberhasilan di dunia usaha. Hal ini menjadi inspirasi bahwa kesuksesan sejati adalah tentang keseimbangan antara ilmu, amal, dan kontribusi.
Secara edukatif dan konstruktif, keberhasilan ini diharapkan mampu memotivasi generasi muda untuk terus belajar, bekerja keras, serta menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dan kebersamaan. Lebih dari itu, suasana penuh kedamaian dan keteladanan yang terpancar dari perjalanan beliau menjadi energi positif bagi masyarakat luas.
Promosi doktor ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan juga refleksi perjalanan hidup yang sarat makna—tentang ketekunan, pilihan bijak, dan dedikasi tanpa henti untuk memberi manfaat bagi sesama.(*AD)


