• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Login
Target Tuntas
Advertisement
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
Target Tuntas
No Result
View All Result
  • PAREPARE
  • PINRANG
  • BARRU
  • SOPPENG
  • SIDRAP
  • SINJAI
  • JAKARTA
  • TAKALAR
  • KALTIM
  • BULUKUMBA
  • SULSEL
  • PENDIDIKAN
  • MEDAN
  • BANTAENG
  • MAMASA
  • MAMUJU
  • PEKANBARU
  • MAKASAR
  • POLMAN
  • SULTRA
Home DAERAH

Kecewa Berat atas Penilaian, Ahmad Nafis Batalkan Ikut Sayyang Pattuqduq di Penamatan SD Negeri 11 Karema

Redaksi by Redaksi
in DAERAH, MAJENE
0
Kecewa Berat atas Penilaian, Ahmad Nafis Batalkan Ikut Sayyang Pattuqduq di Penamatan SD Negeri 11 Karema
8
SHARES
88
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MAJENE – Rasa kecewa mendalam dirasakan Ahmad Nafis, siswa berprestasi di SD Negeri 11 Karema, Kecamatan Tamerodo, Kabupaten Majene. Ia memutuskan untuk tidak mengikuti rangkaian kegiatan penamatan siswa kelas VI yang dihadiri langsung oleh Bupati Majene, meskipun ia telah menyewa seekor kuda untuk mengikuti atraksi budaya Sayyang Pattuqduq.

Menurut keterangan keluarga, Ahmad Nafis dikenal sebagai murid yang konsisten berprestasi. Sejak duduk di kelas III hingga kelas V, ia selalu menduduki peringkat kedua di kelas. Bahkan, ia sering dipercaya sekolah untuk mewakili dalam berbagai perlombaan dan kegiatan akademik maupun non-akademik.

Namun hasil yang didapatkan di akhir masa pendidikannya justru terasa sangat berbeda. Setelah mengikuti kegiatan perkemahan dan menjelang pengumuman kelulusan, posisi Nafis disebut merosot tajam hingga berada di peringkat bawah kelas. Perubahan drastis ini menimbulkan pertanyaan besar bagi keluarga dan warga sekitar.

Muncul dugaan di masyarakat bahwa proses penilaian tersebut tidak berjalan secara transparan. Hal ini diperkuat dengan informasi bahwa siswa yang dinobatkan menduduki peringkat terbaik diketahui memiliki hubungan keluarga dengan salah satu pihak di lingkungan sekolah.

Kekecewaan itu membuat Nafis menarik diri dari kegiatan penamatan massal. Padahal acara tersebut dirangkaikan dengan tradisi Sayyang Pattuqduq — pawai berkuda khas budaya Mandar yang menjadi simbol kebanggaan dan kehormatan bagi siswa yang baru menyelesaikan pendidikan dasarnya. Bahkan, ia sudah menyewa kuda untuk mengikuti atraksi tersebut.

Lebih lanjut, karena rasa kecewa itu, Ahmad Nafis dikabarkan mendaftarkan diri untuk mengikuti acara penamatan di sekolah lain yang berada di wilayah Poniang, yang rencananya dilaksanakan pada tanggal 20 Juni mendatang.

Peristiwa ini menjadi sorotan karena menyangkut prinsip dasar pendidikan, yaitu keadilan, objektivitas, dan keterbukaan dalam memberikan penilaian dan penghargaan kepada siswa.

“Kami tidak bermaksud menyudutkan pihak sekolah, tetapi sangat mengharapkan adanya penjelasan dan transparansi agar persoalan ini tidak berkembang menjadi polemik yang berkepanjangan,” ujar salah satu perwakilan keluarga Ahmad Nafis.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya untuk meminta tanggapan dan klarifikasi resmi dari pihak sekolah belum mendapatkan jawaban. Konfirmasi terus dilakukan guna mendapatkan penjelasan yang berimbang dan akurat terkait permasalahan yang berkembang di tengah masyarakat ini.

Foto: Ahmad Nafis saat mengikuti lomba literasi

 Laporan Bahar

Previous Post

Pelepasan Siswa SDN 26 Pakkola Berlangsung Meriah, Bhabinkamtibmas Polsek Banggae Turut Hadir Beri Motivasi

Next Post

Ada Rekaman Diduga Bahas Uang Tunai, GISK Minta KPK Telusuri Kasus Tanah di Bira

Redaksi

Redaksi

Next Post
Ada Rekaman Diduga Bahas Uang Tunai, GISK Minta KPK Telusuri Kasus Tanah di Bira

Ada Rekaman Diduga Bahas Uang Tunai, GISK Minta KPK Telusuri Kasus Tanah di Bira

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Inovasi Kompor Oli Bekas Karya Edo Pamboang, Solusi Hemat Energi untuk Masyarakat

    Inovasi Kompor Oli Bekas Karya Edo Pamboang, Solusi Hemat Energi untuk Masyarakat

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • KLARIFIKASI PIHAK TERLAPOR: KASUS DUGAAN PENGANIAYAAN DI DUSUN PALELENG DINYATAKAN TIDAK SESUAI FAKTA LAPANGAN

    10 shares
    Share 4 Tweet 3
  • Kabel Fiber Optik Telkom Putus di Majene, Perbaikan Berlangsung — Diperkirakan Selesai Hari Ini

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Komisi III DPRD Majene Gelar Rapat Dengar Pendapat, Sorot Revitalisasi Pendidikan dan PPPK Paruh Waktu

    8 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Gedung Empat Lantai di Parepare Disorot, PBG Terbit tetapi Andalalin Belum Ada

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Majene Sabet Juara Umum FTBI 2026, Generasi Muda Siap Jaga Bahasa Mandar

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Respons Keresahan Masyarakat, Polres Majene Tindak Puluhan Motor Berknalpot Brong dalam Operasi Patuh Marano 2026

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Kronologi Kasus Pengeroyokan di Batulappa Pinrang: Korban Dianiaya, Dilempari Batu, hingga Dikejar Parang Akibat Sengketa Lahan

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Kelurahan Galung Terima 10 Unit Drum Box Pengelolaan Sampah Plastik, Dukung Program Majene Mapacing dan Penilaian Adipura

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • URC Sat. Reskrim Polres Majene Ungkap Kasus Curanmor, Satu Unit NMAX Berhasil Diamankan

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In