MAJENE, 5 JULI 2026 — Abdul Latif, peserta sekaligus pelatih yang turut berlaga dalam turnamen domino Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PODI) Kabupaten Majene, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi. Meski berkaki pincang dan harus menggunakan tongkat besi, ia tetap hadir dan tampil maksimal hingga berhasil menembus babak 16 besar. Pernyataan ini ia sampaikan didampingi rekannya, Sahabuddin, saat ditemui di Penginapan Dafina, Jalan Sultan Hasanuddin Nomor 8, Desa Baurung, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Minggu (5/7).
Bagi Abdul Latif, keikutsertaan dalam ajang ini bukan hal asing. “Saya bersama rekan-rekan pelatih lain, termasuk Sahabuddin, sudah hadir dan mengikuti turnamen ini semata-mata karena hobi. Kalau ditanya sudah berapa kali ikut, rasanya sudah banyak kali saya tampil di berbagai ajang serupa, baik di lingkungan tempat tinggal maupun daerah lain,” ujarnya.
Keterbatasan fisik yang ia miliki tidak membuatnya surut langkah. “Kaki saya memang pincang dan harus pakai tongkat besi saat beraktivitas, tapi itu sama sekali bukan penghalang bagi saya untuk datang ke sini. Saya hadir demi menyalurkan hobi sekaligus mempererat tali silaturahmi bersama sesama pecinta domino,” tambahnya dengan senyum tulus.
Kabar membanggakan pun datang pada kesempatan kali ini. “Alhamdulillah, pada turnamen ini saya berhasil masuk ke dalam 16 besar. Ini menjadi pencapaian istimewa, karena ini adalah pertama kalinya saya mendapatkan piala dan tembus babak lebih tinggi setelah sekian lama mengikuti kompetisi,” ucapnya dengan nada gembira.
Sahabuddin yang mendampingi pun turut mengapresiasi tekad kuat Abdul Latif. “Semangat yang ditunjukkan Abdul Latif sungguh patut diacungi jempol. Ia membuktikan bahwa olahraga pikiran seperti domino bisa diikuti siapa saja tanpa batasan fisik. Ini menjadi motivasi besar bagi dirinya dan peserta lain untuk terus berjuang memberikan penampilan terbaik di setiap pertandingan,” jelasnya.
Abdul Latif juga mengaku senang bisa terus tampil di setiap ajang turnamen domino, terutama yang diselenggarakan di wilayah sekitarnya. Baginya, ajang ini bukan sekadar perlombaan, melainkan wadah menyalurkan hobi sekaligus mempererat pertemanan antar sesama pecinta domino.
Panitia penyelenggara pun menyambut baik semangat Abdul Latif, Sahabuddin, dan peserta lain. Kehadiran peserta yang konsisten, berjuang dengan tekad pantang menyerah, dan berprestasi diharapkan semakin memeriahkan turnamen serta melahirkan bibit-bibit unggul olahraga pikiran ini di Kabupaten Majene.
Laporan Bahar


