MAJENE, 17 Agustus 2026 — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di wilayah Desa Lalattedong dan Desa Leppangan, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, pada Senin malam, 17 Agustus 2026. Kebakaran diduga bermula dari penyebaran api akibat pembakaran di sekitar lokasi yang kemudian merambat luas dan melanda lahan serta kawasan pegunungan di kedua desa tersebut.
Berdasarkan laporan yang diterima, tim pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Pengerahan kekuatan terdiri atas 1 unit armada pemadam kebakaran dan 1 unit mobil suplai air, didampingi oleh sekitar 25 personil yang bertugas dalam Regu 02 dengan Komandan Regu Asjan.
Rombongan berangkat dari pos pemadam sekitar pukul 21.30 Wita dan tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 21.50 Wita. Sesampainya di lokasi, tim segera melakukan aksi pemadaman dengan penyiraman untuk menjinakkan kobaran api yang melanda kawasan pegunungan.
Setelah bekerja keras selama lebih dari enam jam, upaya pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 03.30 Wita. Selanjutnya, tim kembali ke pos dan tiba di markas Pemadam Kebakaran pada pukul 04.00 Wita. Situasi di lokasi pasca-kebakaran ditetapkan dalam status Kuning (Siaga).
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene, Andi Iwan Wahab, SE, melaporkan perkembangan penanganan kejadian tersebut. Pihaknya menghimbau masyarakat agar senantiasa berhati-hati dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan untuk mencegah terulangnya kebakaran yang dapat merugikan dan membahayakan lingkungan sekitar.
Laporan Bahar


