MAJENE, 20 Agustus 2026 — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Majene, Dr. H. M. Sahlan, S.Ag., M.AP., bersama jajaran kehumasan mengikuti webinar nasional bertajuk Penguatan Tata Kelola Kehumasan melalui program “Kemenag Avengers”, yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan ini diikuti secara daring melalui Zoom Meeting dari ruang kerja Kepala Kankemenag Majene, pada Kamis (20/8/2026).
Webinar ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kapasitas kehumasan Kemenag dalam menghadapi perubahan ekosistem komunikasi yang semakin dinamis, khususnya di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Penguatan tersebut diarahkan agar humas tidak hanya mampu menyampaikan informasi, tetapi juga menghasilkan komunikasi publik yang relevan, bernilai, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, H. Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa Kementerian Agama memiliki ekspektasi besar terhadap kinerja kehumasan. Menurutnya, humas menempati posisi strategis sebagai ujung tombak penyebaran informasi, kebijakan, dan program kementerian kepada masyarakat luas.
“Penguatan peran humas harus berjalan seiring dukungan penuh dari para pimpinan. Humas tidak dapat bekerja sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dan komitmen seluruh jajaran agar informasi dan program Kemenag dapat tersampaikan secara efektif kepada publik,” ujar Kamaruddin.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Agama Bidang Komunikasi, Kebijakan Publik, Media, dan Hubungan Masyarakat, H. Ismail Cawidu, menyoroti pemanfaatan AI dalam mendukung kerja-kerja kehumasan. Ia mendorong para praktisi humas untuk memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal guna mempercepat proses kerja, menggali ide baru, serta meningkatkan produktivitas. Namun demikian, pemanfaatan AI tetap harus dibingkai oleh nilai, etika, dan tanggung jawab manusia.
“AI boleh digunakan untuk mempercepat pekerjaan, tetapi nilai, etika, dan tanggung jawab manusia tidak boleh hilang. AI hanya membantu mendapatkan ide, sementara hasil akhirnya tetap manusia yang menentukan,” tegas Ismail.
Pesan senada disampaikan Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag RI, Thobib Al-Asyhar. Ia mengingatkan agar humas tidak terjebak pada orientasi menghasilkan konten sebanyak-banyaknya. Ukuran keberhasilan humas bukan terletak pada kuantitas publikasi, melainkan pada kualitas dan manfaat informasi yang disampaikan.
“Jangan mengejar konten sebanyak-banyaknya, tetapi hasilkan konten yang bernilai. Konten harus memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ungkap Thobib.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua kegiatan harus dipublikasikan. Humas perlu mampu memilih informasi yang benar-benar relevan dengan kepentingan publik, sehingga komunikasi kelembagaan tidak berhenti pada pemberitaan seremonial semata, tetapi mampu menjawab persoalan dan kebutuhan masyarakat.
Merespons arahan tersebut, Kepala Kankemenag Majene menilai transformasi kehumasan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kementerian Agama yang semakin dekat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Humas harus mampu menerjemahkan berbagai program Kemenag ke dalam informasi yang mudah dipahami, menarik, serta memiliki dampak nyata bagi publik.
“Humas bukan hanya bertugas memberitakan apa yang kita lakukan, tetapi bagaimana apa yang kita lakukan dapat diketahui, dipahami, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, setiap informasi yang kita sampaikan harus memiliki nilai dan memberikan dampak,” ujar H. M. Sahlan.
Ia juga mendorong jajaran Humas Kemenag Majene untuk memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk AI, sebagai alat bantu dalam menciptakan ide dan mempercepat proses produksi konten — tanpa mengesampingkan ketelitian, etika, dan sentuhan kemanusiaan.
“Teknologi boleh semakin maju, tetapi hati dan tanggung jawab kita sebagai manusia harus tetap menjadi kendali. Kita gunakan AI untuk membantu pekerjaan, bukan menggantikan kreativitas, pertimbangan, dan tanggung jawab kita sebagai humas,” tambahnya.
Webinar ini menjadi momentum bagi Kemenag Kabupaten Majene untuk terus memperkuat tata kelola kehumasan, yaitu bertransformasi dari pola komunikasi yang sekadar berorientasi pada publikasi kegiatan menuju komunikasi publik yang lebih strategis, informatif, humanis, dan berdampak.
Dengan semangat “Kemenag Berdampak”, Humas Kemenag Majene berkomitmen untuk terus menghadirkan informasi yang tidak sekadar memenuhi ruang publik, tetapi juga memberikan pengetahuan, menjawab kebutuhan masyarakat, membangun kepercayaan, serta mendekatkan program dan layanan Kementerian Agama kepada seluruh lapisan masyarakat.
Editor Bahar


