MAJENE, 17 SEPTEMBER 2026 – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Majene hari ini menggelar kegiatan penggeledahan dan pengecekan keamanan secara mendadak dan menyeluruh. Kegiatan berlangsung khidmat dan tertib, diawali dengan apel yang diikuti sekitar 60 peserta. Apel dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas II B Majene, Christy Josef Thenu, S.H., dan dipantau secara langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Barat, Mahdar, S.H., M.H.
Kehadiran Pimpinan dan Sinergi Lintas Instansi
Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pimpinan serta instansi terkait:
– Ronald Heru Praptama – Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Sulbar
– Yuniarto – Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan Kanwil Ditjenpas Sulbar
– Unsur Kepolisian: Aiptu Awaluddin (Kanit Dalmas Polres Majene) bersama 3 personel
– Unsur TNI: Serka Yanas (Bati Ops Kodim 1401/Majene) bersama 4 personel
– Pejabat struktural dan petugas Rutan Kelas II B Majene: Ardian (Kabagtum), Ichsanulhaq (Pembina Keamanan), serta seluruh staf dan anggota lainnya
Hasil Pemeriksaan Memuaskan dan Proses Objektif
Dalam laporannya, Kepala Rutan Christy J. Thenu menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa kendala. Hasil penggeledahan menyeluruh di ruang hunian dan fasilitas menunjukkan hasil bersih: tidak ditemukan barang-barang terlarang, seperti telepon genggam, benda tajam, maupun benda berbahaya lainnya.
Pengecekan kesehatan melalui tes urin juga dilaksanakan dengan prinsip transparansi tinggi. Sesuai arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, pemilihan warga binaan maupun petugas yang diperiksa tidak ditentukan oleh pihak Rutan, melainkan sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum dan unsur pengawas luar yang hadir. Hal ini bertujuan agar terhindar dari unsur rekayasa maupun pola rutin yang dapat diprediksi, menjamin keadilan dan objektivitas penuh.
Data Penghuni Rutan Majene
Saat ini tercatat jumlah penghuni di Rutan Kelas II B Majene sebanyak 93 orang, dengan rincian status hukum:
74 orang Narapidana
19 orang Tahanan
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergitas lembaga pemasyarakatan bersama TNI dan Polri, serta komitmen penuh dalam menjaga keamanan lingkungan, menegakkan integritas, dan mewujudkan tata kelola yang bersih dan terpercaya. Keterlibatan pihak luar secara langsung juga semakin memperkuat pengawasan bersama dan kepercayaan publik terhadap keamanan di dalam lembaga pemasyarakatan.
Laporan Bahar


