MAJENE, 18 September 2026 – Suasana haru dan kekhusyukan menyelimuti Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Majene dalam kegiatan doa bersama yang digelar menyikapi kondisi cuaca serta tantangan yang dihadapi lembaga. Kepala Rutan, Christy Josef Thenu, S.H., memimpin dan menyampaikan sambutan yang menyentuh hati, mengajak seluruh elemen bersyukur, saling memaafkan, dan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Bersyukur di Tengah Ujian Alam
Dalam arahannya, Christy mengingatkan makna di balik segala tantangan dan cuaca panas yang melanda:
“Bagaimana tidak dicobai? Apa yang kita rasakan ini cobaan yang masih ringan dan singkat. Meski terik matahari terasa keras dan tak setetes air hujan pun turun, mari bersyukur—Tuhan masih menjaga napas kehidupan kita, memberi kekuatan untuk tetap menikmati hari dan melaksanakan tugas.”
Ia memohon ikhlas agar Tuhan memberikan kemuliaan berupa mukjizat hujan yang membawa kesejukan, tidak hanya bagi bumi yang kering, tetapi juga menyejukkan hati seluruh insan yang bekerja dan berada di lingkungan Rutan.
Saling Memaafkan Sebelum Berdoa
Sebelum masuk ke sesi doa yang dipimpin oleh Ustadz Arifuddin Rowar,S.Pd.I Penyuluhan Agama Islam dari Kementerian Agama Kabupaten Majene.Kepala Rutan menekankan syarat utama agar harapan dikabulkan: kebersihan hati dan saling memaafkan sesama.
“Mari saling memaafkan dahulu, agar doa yang naik ke hadirat-Nya menjadi bersih, diterima, dan terjawab. Ingat, jawaban Allah mungkin tak selalu instan, namun pasti datang dengan cara-Nya yang paling indah dan tepat,” ujarnya menguatkan keimanan peserta. Seluruh peserta—pegawai, warga binaan, dan tamu undangan—dipersilakan menenangkan hati dan menyatukan pikiran.
Doa untuk Kelancaran Masalah di Rutan
Lebih lanjut, Christy mengungkapkan harapan tulus agar dukungan doa mengalir bagi Rutan Majene yang dalam beberapa pekan ini menghadapi berbagai ujian dan kendala.
“Kami mendoakan, dan mohon doa Bapak/Ibu sekalian, agar tantangan yang satu per satu perlahan terselesaikan dengan baik tanpa hambatan. Kami ingin kembali ceria, bekerja dengan tenang, dan menemukan makna serta kebahagiaan dalam setiap tugas yang diemban,” harapnya demi kenyamanan seluruh pegawai, warga binaan, serta keluarga mereka di luar lembaga.
Acara ditutup dengan suasana damai dan penuh pengharapan, menyambut bimbingan rohani dan doa yang dibawakan oleh Ustadz guna keberkahan bersama seluruh warga Rutan dan lingkungan sekitarnya.
Laporan Bahar


