MAJENE, 6 Oktober 2026 — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene kembali menegaskan komitmennya dalam mengembangkan program ketahanan pangan melalui pemanfaatan Lahan Sarana Asimilasi Edukasi (SAE). Pada Selasa (6/10), Rutan Majene melaksanakan panen sebanyak 3.000 buah kelapa yang berasal dari pengelolaan lahan SAE di Lingkungan Mangge, Kelurahan Baru, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata optimalisasi lahan sebagai ruang produktif yang tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, melainkan juga menjadi sarana pembinaan dan edukasi bagi warga binaan. Hasil panen ini diharapkan memberikan manfaat sekaligus mendukung pengembangan kegiatan pembinaan kemandirian di lingkungan Rutan.
Pembina Kemandirian Rutan Majene, Munardi Sakti, menjelaskan bahwa panen ini merupakan hasil proses pemeliharaan dan pengelolaan yang dilakukan secara berkelanjutan bersama para warga binaan.
“Panen ini hasil dari proses yang cukup panjang, mulai dari pemeliharaan hingga perawatan tanaman. Kami terus mendampingi warga binaan agar tidak sekadar ikut kegiatan, tetapi memahami proses budidaya dan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan,” jelas Munardi.
Salah satu warga binaan yang terlibat, Ahmad, mengungkapkan kegiatan di lahan SAE memberikan pengalaman serta pengetahuan baru yang bermanfaat.
“Kami senang bisa ikut terlibat. Dari sini kami belajar merawat tanaman hingga masa panen. Semoga keterampilan yang kami dapatkan menjadi bekal saat nanti kembali ke masyarakat,” ucap Ahmad.
Kepala Rutan Kelas IIB Majene menyambut baik capaian tersebut dan menjadikannya motivasi untuk terus mengembangkan berbagai komoditas di lahan SAE. Menurutnya, lahan ini tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk pertanian, melainkan menjadi bagian tak terpisahkan dari program pembinaan kemandirian warga binaan.
“Panen 3.000 buah kelapa ini membuktikan lahan SAE dapat dikelola secara produktif dan memberi manfaat nyata. Ke depannya, kami terus mengoptimalkan lahan ini dengan mengembangkan beragam komoditas, sehingga selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang berguna setelah kembali ke masyarakat,” tegas Kepala Rutan.
Program ini sejalan dengan semangat Asta Cita Pemerintah serta Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendorong ketahanan pangan serta penguatan pembinaan kemandirian warga binaan. Melalui pengelolaan lahan SAE yang berkelanjutan, Rutan Majene berkomitmen menghadirkan program yang produktif, bernilai ekonomi, sekaligus mempersiapkan warga binaan mandiri saat kembali ke tengah masyarakat.
Laporan Bahar


