MAJENE, 4 November 2026 — Konsistensi dalam mengoptimalkan lahan produktif terus ditunjukkan oleh jajaran Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene. Hal ini terlihat melalui kegiatan panen cabai sebanyak 23 kilogram yang dilaksanakan di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutane, berlokasi di Lingkungan Mangge, Kelurahan Baru, Kecamatan Banggae, Selasa (3/11).
Kegiatan panen ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi pemanfaatan lahan produktif yang dimiliki Rutan Majene sekaligus menjadi wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Selain itu, panen ini bukan sekadar upaya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga menjadi bagian dari implementasi program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Melalui kegiatan pertanian dan perkebunan, warga binaan diberikan kesempatan untuk terlibat secara langsung dalam proses budidaya tanaman, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan, pemeliharaan hingga proses panen.
Pembina Kemandirian, Munardi Sakti, menjelaskan bahwa kegiatan pertanian di lahan SAE Rutane merupakan salah satu bentuk pembinaan yang diarahkan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan praktis dan pengalaman kerja yang produktif.
“Melalui kegiatan ini, kami berupaya memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada warga binaan, khususnya dalam bidang pertanian. Kami tidak hanya mengajarkan bagaimana menanam dan merawat tanaman, tetapi juga menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat kerja sama. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal berharga ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Ahmad, salah seorang Warga Binaan yang terlibat dalam kegiatan pertanian, mengungkapkan rasa senang dan antusiasnya karena dapat mengikuti kegiatan yang memberikan pengalaman serta pengetahuan baru.
“Saya merasa senang bisa ikut terlibat dalam kegiatan ini. Dari proses menanam hingga akhirnya bisa memanen hasilnya, kami mendapatkan banyak pengalaman dan belajar bagaimana merawat tanaman dengan baik. Kegiatan ini juga membuat kami lebih produktif dan memberikan motivasi untuk terus belajar mengembangkan keterampilan,” ungkapnya.
Secara terpisah, Kepala Rutan Kelas IIB Majene, Christy Jozef Thenu, menyampaikan bahwa keberadaan SAE Rutane memiliki peran strategis, tidak hanya dalam mendukung ketahanan pangan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
“SAE Rutane merupakan salah satu sarana yang kami optimalkan untuk mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian warga binaan. Kami ingin memastikan bahwa setiap kegiatan pembinaan memberikan nilai tambah, baik dari sisi keterampilan, pengalaman maupun pembentukan karakter. Hasil panen ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan potensi yang ada,” ungkap Christy.
Melalui kegiatan ini, Rutan Majene berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi lahan SAE Rutane melalui berbagai kegiatan pertanian dan perkebunan yang berkelanjutan. Dengan demikian, keberadaan lahan SAE tidak hanya menjadi sarana produktivitas, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan dan pembinaan bagi Warga Binaan.
Laporan Bahar


