• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Login
Target Tuntas
Advertisement
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
Target Tuntas
No Result
View All Result
  • PAREPARE
  • PINRANG
  • BARRU
  • SOPPENG
  • SIDRAP
  • SINJAI
  • JAKARTA
  • TAKALAR
  • KALTIM
  • BULUKUMBA
  • SULSEL
  • PENDIDIKAN
  • MEDAN
  • BANTAENG
  • MAMASA
  • MAMUJU
  • PEKANBARU
  • MAKASAR
  • POLMAN
  • SULTRA
Home DAERAH

Narkoba Picu Persahabatan Berujung Berdarah dan Penjara

Admin by Admin
in DAERAH, HUKRIM, KASUS
0
17
SHARES
190
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

“Persahabatan yang Berubah Menjadi Permusuhan”

INHU, TARGET TUNTAS.ID,– Di Kampung Pulau yang tenang, di mana gelak tawa seharusnya menjadi penyejuk hati.Justru sebuah kisah pilu terukir antara dua pria yang pernah berbagi mimpi dan harapan. ELY (40) dan SBD alias Budi (41) adalah dua sahabat akrab, seolah tak terpisahkan oleh waktu. Namun, takdir yang kelam mengubah ikatan hangat diantara mereka, menjadi duka mendalam, ketika barang haram merusak segalanya dan menjerumuskan keduanya ke dalam jurang kehampaan.

Segalanya dimulai pada 18 Oktober 2024, saat ELY, seorang nelayan yang terjerat dalam kecanduan narkoba meminta Budi untuk membelikan sabu seharga Rp 50.000. Permintaan terlarang itu bagi Budi hal sepele.

Saat Budi menolak dengan tegas, kemarahan ELY meluap. Sebuah tantangan untuk berduel terucapkan, seolah mengundang kegelapan untuk menguasai jiwa mereka. Namun demikian pertikaian dengan adu fisik antara keduanya sempat tertunda.

Tak berselang lama, hari-hari berlalu dalam ketegangan yang kian meningkat dan menyakitkan. Dua pria ini, yang dulunya bersahabat, kini berjuang di ambang kehampaan. Rasa saling percaya yang pernah mengikat mereka perlahan memudar, tergantikan oleh rasa curiga dan kebencian yang menyesakkan.

Ketegangan itu mencapai puncaknya ketika ELY dan temannya, ZLF, bersantai di lokasi pembangunan rumah. Tanpa peringatan, Budi muncul bagai hantu yang menuntut balas. Dengan parang di tangan, ia menyerang ZLF, melukai tangannya hingga hampir putus. Darah yang mengalir menandai akhir dari persahabatan yang seharusnya abadi. ELY, yang berusaha melerai, juga menjadi korban; dia terluka parah di telapak tangannya, sebuah luka yang tak hanya fisik, tetapi juga menyisakan bekas mendalam di hatinya.

Foto : Korban 

Malam itu, teriakan kesakitan menggema di malam yang sunyi, mengguncang jiwa-jiwa yang mendengarnya. Budi, yang dalam pelarian, menyisakan dua korban dan satu pertanyaan mengerikan: bagaimana bisa seorang sahabat bertransformasi menjadi musuh?

Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Indragiri Hulu, di bawah pimpinan Kasat Reskrim AKP Arthur J. Toreh, segera turun tangan. Dalam pencarian yang menegangkan, Budi menghilang, seolah terbenam dalam bayang-bayang penyesalan. Hari demi hari berlalu, dan pada 21 Oktober, informasi baru mengarah ke lokasi persembunyiannya di Desa Gudang Batu. “Budi akhirnya ditangkap di Jalan Lintas Timur, Kecamatan Ukui, pada 22 Oktober dinihari,” ungkap Arthur, suara penuh keprihatinan yang mencerminkan kepedihan dalam hatinya.

Keterangan polisi mengungkap, di balik jeruji besi, Budi mengakui segala kesalahan yang dilakukannya. Ia bercerita, barang haram itu telah menguasai pikirannya, mengubahnya menjadi sosok yang tak dikenali oleh dirinya sendiri. Hasil tes urine mengungkapkan bahwa ia positif menggunakan sabu, inex, dan ganja. “Kasus ini mencerminkan betapa narkoba dapat mengubah manusia ke arah yang tidak baik,” kata Arthur, dalam keterangan resminya yang diterima Target Tuntas, pada Rabu (23/10/2024)

Tragedi ini lebih dari sekadar berita; ini adalah cermin kelam yang memperlihatkan sisi gelap dari sebuah persahabatan. Seharusnya, ikatan antara dua sahabat itu menjadi penopang di saat sulit, tetapi barang haram merenggut semuanya, meninggalkan hanya sisa-sisa kebencian dan penyesalan yang mungkin sulit terhapuskan. Saat ini, Budi ditahan untuk proses hukum, sementara ELY dan ZLF berjuang merawat luka fisik dan emosional mereka.

Dalam hening malam, kita dihadapkan pada pertanyaan mendalam: Akankah kita membiarkan barang haram ini terus menghancurkan jiwa-jiwa yang berharga? Kisah ELY dan Budi adalah pengingat menyedihkan bahwa di balik setiap senyum ada cerita yang mungkin terancam hilang karena jerat narkoba.

Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar cinta dan harapan tetap bersinar, mengusir bayang-bayang kelam yang terus meneror generasi kita. Setiap persahabatan yang hancur adalah kehilangan yang tak terukur, dan kita tidak bisa membiarkannya terjadi lagi. Kini, dua jiwa yang pernah bersatu dalam tawa, terpisah oleh ketidakberdayaan, terjebak dalam kehampaan yang mendalam.****

Tags: Kasus PenganiayaanNarkoba Picu KekerasanPolres Inhu
Previous Post

Satbrimob Polda Sulsel Pasang Perangkap Buaya di Perairan Parepare

Next Post

Prabowo Subianto Presiden, Yakop Putih Kian Aktif Tingkatkan SDM di Pedalaman Papua

Admin

Admin

Next Post

Prabowo Subianto Presiden, Yakop Putih Kian Aktif Tingkatkan SDM di Pedalaman Papua

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Kabel Fiber Optik Telkom Putus di Majene, Perbaikan Berlangsung — Diperkirakan Selesai Hari Ini

    Kabel Fiber Optik Telkom Putus di Majene, Perbaikan Berlangsung — Diperkirakan Selesai Hari Ini

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Laporan Warga AD Ungkap Dugaan Pelanggaran BBM Bersubsidi di SPBU 74.912.01 Pinrang: Temuan Puluhan Jeriken dan Mobil Pickup Berplat Ganda

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Aksi Kejar-kejaran Warnai Penangkapan Terduga Pelaku Pelecehan di Pinrang, Sempat Diarahkan ke Mapolres

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Majene Sabet Juara Umum FTBI 2026, Generasi Muda Siap Jaga Bahasa Mandar

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Kepala UPT SDN 161 Pinrang Andi Harisuddin, S.Pd., M.Pd. Didaulat Membacakan Teks UUD 1945 pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tingkat Kabupaten Pinrang

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Respons Keresahan Masyarakat, Polres Majene Tindak Puluhan Motor Berknalpot Brong dalam Operasi Patuh Marano 2026

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • SMP Negeri 6 Majene Peringati Hari Sumpah Pemuda 2026, Usung Tema “Nusantara dalam Harmoni”

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • BRI BO Sidrap Perkuat Sinergi dan Silaturahmi Lewat Momen Ulang Tahun Kapolres

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Aksi Kejar-kejaran Warnai Penangkapan Terduga Pelaku Pelecehan di Pinrang, Sempat Diarahkan ke Mapolres

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Kronologi Kasus Pengeroyokan di Batulappa Pinrang: Korban Dianiaya, Dilempari Batu, hingga Dikejar Parang Akibat Sengketa Lahan

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In