• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Login
Target Tuntas
Advertisement
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
Target Tuntas
No Result
View All Result
  • PAREPARE
  • PINRANG
  • BARRU
  • SOPPENG
  • SIDRAP
  • SINJAI
  • JAKARTA
  • TAKALAR
  • KALTIM
  • BULUKUMBA
  • SULSEL
  • PENDIDIKAN
  • MEDAN
  • BANTAENG
  • MAMASA
  • MAMUJU
  • PEKANBARU
  • MAKASAR
  • POLMAN
  • SULTRA
Home MAJENE

Kemenkomdigi RI Ingatkan Pentingnya Nalar Kritis di Tengah Arus Teknologi

Admin by Admin
in MAJENE
0
Kemenkomdigi RI Ingatkan Pentingnya Nalar Kritis di Tengah Arus Teknologi
5
SHARES
60
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MAMUJU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi sebagai dukungan terhadap program Sulbar Mandarras yang digagas Pemprov Sulbar dibawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, Kamis, 21 Mei 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Pandu Literasi Digital Kemenkomdigi RI, Shalahuddin, Dosen Fisip Hukum Unsulbar sekaligus Maheswara Pratama BPIP-RI, Farhanuddin, serta Penulis dan Duta Baca Sulbar, Muhammad Ridwan Alimuddin. Sebanyak 150 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari pustakawan, tenaga perpustakaan, guru, dan pegiat literasi.

Dalam pemaparannya, Pandu Literasi Digital Kemenkomdigi RI, Shalahuddin, membawakan materi bertajuk “Digitalitas dan Literasi Digital”. Ia menyoroti perubahan besar yang terjadi akibat perkembangan teknologi digital dalam kehidupan masyarakat.

“Hari ini hampir semua orang sudah online. Tapi belum tentu semua orang paham apa yang mereka akses di internet dan bagaimana teknologi memengaruhi sekaligus mengubah perilakunya,” ujar Shalahuddin.

Menurutnya, digitalitas telah melahirkan cara hidup dan interaksi sosial baru. Cara berpikir masyarakat berubah, begitu pula cara mempercayai sesuatu dan cara berinteraksi.

“Masalahnya, hidup kita sudah digital, tapi cara kita memahami dunia masih cara lama,” katanya.

Ia juga memaparkan sejumlah persoalan domestik yang muncul di era digital, mulai dari kesenjangan teknologi, perbedaan antara citizen dan netizen, hingga kesenjangan sosial. Selain itu, fenomena digital juga memunculkan pergeseran otoritas yang bahkan menantang struktur otoritas mapan.

Shalahuddin menilai perkembangan teknologi turut memberi tekanan psikologis terhadap masyarakat, termasuk pada aspek mental dan identitas, serta memengaruhi cara dan kemampuan berpikir masyarakat.

Di sektor pendidikan, tantangan yang dihadapi semakin besar. Menurutnya, masyarakat kini lebih cepat bosan dan konten edukasi harus bersaing dengan hiburan digital yang lebih mudah viral.

“Selama ini kita sering menganggap literasi informasi digital cukup dengan pelatihan cara menggunakan aplikasi atau cara aman di internet. Padahal, yang lebih penting adalah memahami cara berpikir dan bagaimana dunia digital mengontrol kehidupan kita,” ungkap Shalahuddin.

Ia menambahkan, literasi juga berkaitan dengan M3S dan menjadi bagian dari rekayasa sosial. Rendahnya literasi bukan hanya soal kemampuan membaca, tetapi juga berkaitan dengan struktur sosial dan akses internet masyarakat.

Dalam menjaga nalar publik, Shalahuddin menilai dibutuhkan peran bersama dari berbagai pihak. Guru berperan merawat cara berpikir generasi di ruang kelas, pegiat literasi membangun nalar kritis di akar rumput, sementara pustakawan berfungsi menjernihkan sumber informasi publik.

Ia juga menekankan pentingnya membangun resiliensi digital melalui penguatan identitas dan nalar kritis, kemampuan memilah serta memverifikasi informasi, keamanan digital, hingga dukungan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi.

“Kita tidak bisa menghentikan perkembangan teknologi. Tapi kita bisa memastikan manusia tetap memegang kendali,” ujarnya.

Menurut Shalahuddin, literasi digital sejatinya bukan hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, melainkan kemampuan tetap menjadi manusia yang memiliki arah di tengah derasnya perkembangan teknologi.

“Literasi digital bukan soal pintar pakai teknologi, tapi soal tetap jadi manusia yang punya arah di tengah teknologi,” tutup Shalahuddin.(Rls)

Previous Post

PDC KMSI Makassar Siapkan 4 Ekor Kambing Kurban pada Idul Adha 1447 H

Next Post

Wali Kota Tasming Hamid Lepas Duta Bahasa Daerah ke Festival Nasional Kemendikdasmen

Admin

Admin

Next Post
Wali Kota Tasming Hamid Lepas Duta Bahasa Daerah ke Festival Nasional Kemendikdasmen

Wali Kota Tasming Hamid Lepas Duta Bahasa Daerah ke Festival Nasional Kemendikdasmen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Kabel Fiber Optik Telkom Putus di Majene, Perbaikan Berlangsung — Diperkirakan Selesai Hari Ini

    Kabel Fiber Optik Telkom Putus di Majene, Perbaikan Berlangsung — Diperkirakan Selesai Hari Ini

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Aksi Kejar-kejaran Warnai Penangkapan Terduga Pelaku Pelecehan di Pinrang, Sempat Diarahkan ke Mapolres

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Laporan Warga AD Ungkap Dugaan Pelanggaran BBM Bersubsidi di SPBU 74.912.01 Pinrang: Temuan Puluhan Jeriken dan Mobil Pickup Berplat Ganda

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Majene Sabet Juara Umum FTBI 2026, Generasi Muda Siap Jaga Bahasa Mandar

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Kepala UPT SDN 161 Pinrang Andi Harisuddin, S.Pd., M.Pd. Didaulat Membacakan Teks UUD 1945 pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tingkat Kabupaten Pinrang

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Respons Keresahan Masyarakat, Polres Majene Tindak Puluhan Motor Berknalpot Brong dalam Operasi Patuh Marano 2026

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • SMP Negeri 6 Majene Peringati Hari Sumpah Pemuda 2026, Usung Tema “Nusantara dalam Harmoni”

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • BRI BO Sidrap Perkuat Sinergi dan Silaturahmi Lewat Momen Ulang Tahun Kapolres

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Kronologi Kasus Pengeroyokan di Batulappa Pinrang: Korban Dianiaya, Dilempari Batu, hingga Dikejar Parang Akibat Sengketa Lahan

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Aksi Kejar-kejaran Warnai Penangkapan Terduga Pelaku Pelecehan di Pinrang, Sempat Diarahkan ke Mapolres

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In