• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Login
Target Tuntas
Advertisement
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • ADVETORIAL
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • DAERAH
  • HIBURAN
  • HUKRIM
  • KASUS
  • HIBURAN
No Result
View All Result
Target Tuntas
No Result
View All Result
  • PAREPARE
  • PINRANG
  • BARRU
  • SOPPENG
  • SIDRAP
  • SINJAI
  • JAKARTA
  • TAKALAR
  • KALTIM
  • BULUKUMBA
  • SULSEL
  • PENDIDIKAN
  • MEDAN
  • BANTAENG
  • MAMASA
  • MAMUJU
  • PEKANBARU
  • MAKASAR
  • POLMAN
  • SULTRA
Home MAJENE

KONDISI DAN UPAYA PENGGAIATAN PASAR OLEH-OLEH LEMBANG

Redaksi by Redaksi
in MAJENE
0
KONDISI DAN UPAYA PENGGAIATAN PASAR OLEH-OLEH LEMBANG
12
SHARES
138
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Majene, Rabu 17 Juni 2026 – Awak media melakukan wawancara langsung dengan Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Majene, Hj. Nahdlah B. Fattah, S.H. yang didampingi Kepala Bidang Perdagangan Muh. Ihsan, di ruang rapat kantor Dinas setempat yang beralamat di Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene.

Dalam wawancara tersebut disampaikan bahwa Pasar Rakyat yang kini berubah nama menjadi Pasar Oleh-Oleh Lembang telah berdiri sejak tahun 2000, saat peresmian pertamanya dipimpin oleh almarhum Bapak Fahmi. Pasar ini memiliki fasilitas sebanyak 64 unit los dan 64 unit kios, yang seluruhnya sudah terisi dan tercatat nama penghuninya. Secara administrasi, pembayaran sewa tempat juga berjalan lancar sesuai ketentuan yang berlaku.

Meskipun tertib secara administrasi, kondisi di lapangan menunjukkan aktivitas perdagangan yang sangat sepi dan nyaris tidak ada transaksi jual beli. Banyak penghuni yang tetap membayar sewa namun enggan datang dan membuka lapak secara langsung. Berbagai alasan dikemukakan, mulai dari pergeseran pola belanja masyarakat yang beralih ke transaksi daring, keterbatasan biaya operasional, hingga minimnya fasilitas penunjang yang memadai.

Hanya bagian belakang pasar yang masih berfungsi aktif, terutama dimanfaatkan sebagai kafe dan tempat usaha makanan. Sedangkan bagian depan banyak tertutup rapat dan hanya dibuka sewaktu-waktu. Sebagian dikelola oleh pemegang kunci bernama Khairudin dan pedagang cenderamata; tempat ini baru dibuka jika ada kebutuhan dan ketersediaan dana operasional, sehingga sering terlihat kosong dari luar. Perlu diketahui bahwa bangunan di pinggir jalan yang dikelola Khairudin bukan bagian dari pasar, melainkan bekas posko jaga terminal yang berada di bawah pengelolaan instansi terkait.

Menyikapi kondisi tersebut, Hj. Nahdlah menyampaikan telah melaporkan situasi pasar secara langsung kepada Bupati dalam pertemuan pada Selasa malam. Dalam laporannya dijelaskan bahwa menghidupkan kembali pasar membutuhkan proses dan dukungan fasilitas secara bertahap. Beberapa usulan strategis telah diajukan, antara lain pembangunan dua unit toilet terpisah untuk laki-laki dan perempuan yang dimasukkan dalam rencana anggaran tahun 2027, serta penyediaan panggung hiburan sebagai daya tarik utama.

“Pasar ini butuh daya tarik tambahan. Kalau sudah ada panggung hiburan, nanti komunitas mahasiswa, kelompok seni, dan sanggar budaya bisa tampil di sini. Ini akan membuat tempat jadi ramai dan hidup kembali,” ungkapnya.

Sebagai langkah awal, telah ditempatkan Sekretariat Dewan Kerajinan Nasional Daerah di lokasi pasar. Kehadiran sekretariat ini berfungsi mengatur kunjungan tamu dari luar daerah, rombongan DPRD, serta pejabat dan instansi pemerintah. Melalui surat edaran yang dikeluarkan Bupati, seluruh OPD diarahkan untuk membawa tamu berkunjung ke pasar ini guna melihat dan membeli produk khas daerah Majene. Langkah ini perlahan mulai memunculkan transaksi jual beli kembali. Selain itu, ruang kerja khusus juga disediakan bagi pengrajin, salah satunya atas nama Sosok Pagi, agar dapat membuat sekaligus memamerkan hasil kerajinan tangannya secara langsung di hadapan pengunjung.

Pihak pengelola juga telah melakukan pembinaan tegas dengan menggelar dua kali rapat bersama seluruh penyewa, baik di kantor dinas maupun langsung di lokasi pasar. Dalam pertemuan tersebut ditegaskan bahwa setiap penyewa wajib memanfaatkan tempatnya untuk berdagang, bukan hanya membayar sewa namun membiarkan tempatnya kosong. Bagi yang tidak lagi berminat atau mampu mengelola, diminta mengajukan surat pernyataan pelepasan hak agar tempat dapat diserahkan kepada pihak lain yang lebih membutuhkan.

Selain masalah sepinya aktivitas, ditemukan pula pelanggaran penggunaan fasilitas. Beberapa kios di bagian depan terlihat digunakan untuk keperluan tinggal, bermalam, bahkan menjemur pakaian yang tidak sesuai fungsi perdagangan. Sementara masalah kebersihan terus menjadi perhatian; meskipun sudah dibagi tugas kewajiban kepada setiap penyewa dan dilakukan kerja bakti secara rutin, pengawasan tetap diperketat agar lingkungan pasar tetap bersih dan layak dikunjungi.

Dengan adanya perbaikan fasilitas, pengaturan kunjungan, serta penegasan aturan kepada penyewa, diharapkan mulai tahun depan Pasar Oleh-Oleh Lembang dapat kembali hidup, ramai dikunjungi, dan berfungsi optimal sebagai pusat perdagangan, tempat wisata belanja, serta sarana promosi produk unggulan daerah yang bermanfaat bagi perekonomian masyarakat Kabupaten Majene.



Laporan:Bahar

Previous Post

Resmob Polda Sulsel Tangkap Pria Pembunuh Istri di Makassar

Next Post

Optimalkan Layanan Jelang Hari Bhayangkara, Bhabinkamtibmas Polsek Soreang Kembali Sosialisasikan Call Center 110

Redaksi

Redaksi

Next Post
Optimalkan Layanan Jelang Hari Bhayangkara, Bhabinkamtibmas Polsek Soreang Kembali Sosialisasikan Call Center 110

Optimalkan Layanan Jelang Hari Bhayangkara, Bhabinkamtibmas Polsek Soreang Kembali Sosialisasikan Call Center 110

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Kabel Fiber Optik Telkom Putus di Majene, Perbaikan Berlangsung — Diperkirakan Selesai Hari Ini

    Kabel Fiber Optik Telkom Putus di Majene, Perbaikan Berlangsung — Diperkirakan Selesai Hari Ini

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Inovasi Kompor Oli Bekas Karya Edo Pamboang, Solusi Hemat Energi untuk Masyarakat

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Laporan Warga AD Ungkap Dugaan Pelanggaran BBM Bersubsidi di SPBU 74.912.01 Pinrang: Temuan Puluhan Jeriken dan Mobil Pickup Berplat Ganda

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Komisi III DPRD Majene Gelar Rapat Dengar Pendapat, Sorot Revitalisasi Pendidikan dan PPPK Paruh Waktu

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Majene Sabet Juara Umum FTBI 2026, Generasi Muda Siap Jaga Bahasa Mandar

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Respons Keresahan Masyarakat, Polres Majene Tindak Puluhan Motor Berknalpot Brong dalam Operasi Patuh Marano 2026

    7 shares
    Share 3 Tweet 2
  • Gedung Empat Lantai di Parepare Disorot, PBG Terbit tetapi Andalalin Belum Ada

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Kronologi Kasus Pengeroyokan di Batulappa Pinrang: Korban Dianiaya, Dilempari Batu, hingga Dikejar Parang Akibat Sengketa Lahan

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • BRI BO Sidrap Perkuat Sinergi dan Silaturahmi Lewat Momen Ulang Tahun Kapolres

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • URC Sat. Reskrim Polres Majene Ungkap Kasus Curanmor, Satu Unit NMAX Berhasil Diamankan

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In