Parepare – Pelanggan Perumda Air Minum Tirta Karajae Kota Parepare mengeluhkan air bersih yang mengalir ke rumah dalam kondisi keruh hingga berwarna hitam, Sabtu (5/7/2026). Kondisi itu terjadi setelah distribusi air sempat terhenti selama satu hari.
Salah seorang warga berinisial A mengaku aliran air di rumahnya sempat mati pada Jumat (4/7). Namun, saat kembali mengalir keesokan harinya, air justru berubah warna menjadi hitam.
”Sebelumnya pada tanggal 4 Juli air tidak mengalir. Keesokan harinya, 5 Juli 2026, air mengalir tapi berwarna hitam,” ujar A.
A mengatakan kejadian serupa bukan kali pertama dialaminya. Menurut dia, setiap kali terjadi penghentian distribusi selama satu hingga tiga hari, air yang kembali mengalir kerap berubah menjadi hitam.
”Ini sudah beberapa kali terjadi. Kalau sudah mati sehari sampai tiga hari, pas nyala tiba-tiba hitam air,” katanya.
Meski air berwarna hitam, A mengaku tidak mencium bau yang menyengat. Kendati demikian, ia mengaku khawatir kondisi tersebut dapat berdampak pada kesehatan maupun peralatan rumah tangga.
”Kami takut ini bisa memicu gangguan kesehatan kulit, hingga merusak pakaian dan infrastruktur rumah tangga,” tuturnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Irwan, Asmen Transmisi PAM Tirta Karajae, mengatakan perubahan warna air dipicu adanya pekerjaan perbaikan pipa transmisi yang dilakukan sehari sebelumnya.
”Memang ada pekerjaan pipa transmisi kemarin. Pasca perbaikan itu, endapan yang ada di dalam pipa ikut terdistribusi ke rumah pelanggan,” kata Irwan saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan kondisi air keruh atau menghitam merupakan hal yang kerap terjadi setelah dilakukan pekerjaan pada jaringan distribusi.
”Bukan cuma di satu rumah saja, hampir semua wilayah begitu, Pak. Apabila terjadi pemadaman, baik yang sumbernya dari sumur bor maupun air permukaan, biasanya seperti itu,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai keamanan air yang menghitam tersebut, Irwan mengimbau pelanggan untuk tidak langsung menggunakannya.
”Ya jelas tidak aman, Pak. Itu perlu dikuras dulu. Sementara tim kami sudah ada di lapangan untuk menangani hal tersebut, sudah ada langkah penanganan,” ujarnya.
Menurut Irwan, setelah proses pengurasan jaringan selesai dilakukan, distribusi air diperkirakan kembali normal pada sore hari.
”Setelah terkuras, sebentar sore sudah bisa normal kembali,” katanya.
Ia pun mengimbau pelanggan menunggu hingga proses pengurasan selesai sebelum menggunakan air yang mengalir ke rumah masing-masing.
”Tunggu hingga dikuras, baiknya dikuras dulu,” pungkasnya.
(shl)


