MAJENE – Sebanyak empat madrasah di Kabupaten Majene masuk dalam daftar penerima Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) tahun 2025–2026. Keempatnya menjadi bagian dari 24 madrasah se-Provinsi Sulawesi Barat yang mendapatkan dukungan ini guna mempercepat peningkatan mutu pendidikan serta penguatan sarana dan prasarana.
PHTC merupakan inisiatif pemerintah untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan publik di bidang pendidikan. Program ini berjalan dengan skema Kontrak Multi Tahun (Multi Years Contract/MYC) periode 2025–2026 dan ditargetkan tuntas pada tahun yang sama agar manfaatnya segera dirasakan satuan pendidikan dan peserta didik.
Empat madrasah penerima manfaat di Kabupaten Majene adalah:
– RA Perwanida 1 Tulu
– MI DDI Lombona
– MTs Guppi Mekkatta
– MA BPII Pamboang
Program ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan fasilitas dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, serta mendukung proses pembelajaran yang efektif.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Majene, H. M. Sahlan, menyambut baik dukungan ini dan menilainya sebagai bukti perhatian pemerintah terhadap pemerataan mutu pendidikan, terutama bagi madrasah yang memerlukan penguatan fasilitas.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. PHTC bukan hanya soal pembangunan fisik, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pendidikan bagi anak didik kita,” tegasnya.
Ia berharap pelaksanaan berjalan tepat waktu, transparan, dan taat aturan. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari selesainya proyek, tetapi dari dampak positifnya bagi proses belajar mengajar.
“Fasilitas yang baik harus diiringi peningkatan kualitas pembelajaran. Tujuannya agar peserta didik belajar di lingkungan yang nyaman, mendapatkan layanan bermutu, dan dapat berkembang sepenuhnya sesuai potensinya,” tambahnya.
Pihaknya juga mengajak seluruh penerima menjaga dan memanfaatkan fasilitas baru secara optimal. Kemenag Majene menekankan pentingnya keberlanjutan manfaat agar program ini menjadi pendorong keunggulan serta daya saing madrasah di wilayahnya.
Editor Bahar


