SINJAI, TARGET TUNTAS,– Di bawah langit yang tenang dan penuh warna, wajah Cut Resmiati, Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak PKK Sinjai, menyiratkan sebuah kebanggaan sekaligus keharuan yang tak terbendung. Mata yang takjub “berkaca-kaca” menyaksikan puncak peringatan Hari Jadi Sinjai (HJS) ke-460 pada Selasa (27/2), belum lama ini, sebuah momen yang diwarnai dengan kebersamaan, kehangatan, dan rasa syukur. Bagi Cut, ini adalah pengalaman pertama yang sarat makna, di mana setiap gerak, setiap ritual, dan setiap kehadiran begitu mendalam, membawa ingatan tentang perjalanan panjang Sinjai yang kini telah mencapai usia empat setengah abad.
“Luar biasa,” tuturnya, hampir seperti doa. “Saya terharu melihat keberagaman yang ada di Sinjai.Semoga momen ini menjadi salah satu yang tak terlupakan, dan saya bisa memberikan dharma bakti saya untuk Sinjai tercinta.” ujarnya, haru meluap.
Sebagai istri dari Pj Bupati Sinjai, Teuku Raja Fahsul Falah, Cut membawa sejuta harapan untuk kabupaten ini. Usia 460 tahun bukan sekadar angka, tetapi perjalanan yang penuh tantangan, tumbuh bersama sejarah, dan kini berdiri di ambang masa depan yang lebih cemerlang. “Alhamdulillah, acara ini berlangsung dengan sangat lancar. Di usia ini, harapannya Sinjai semakin maju, semakin berkembang, dan tentu saja semakin menebar manfaat bagi semua lapisan masyarakat,” ucapnya, penuh dengan keyakinan.
•PKK Sinjai: Cahaya Perempuan yang Tak Pernah Padam
Di balik momen perayaan yang megah ini, peran perempuan di Sinjai semakin memancarkan cahaya. Di bawah kepemimpinan Cut Resmiati, Tim Penggerak PKK menjadi lebih dari sekadar organisasi perempuan. Mereka hadir di garda terdepan, bukan hanya untuk membina keluarga, tetapi juga masyarakat luas. Dari upaya mencegah stunting hingga inovasi pasar murah sebagai langkah strategis menghadapi inflasi, sinergi ini membawa angin perubahan yang semakin terasa.
Namun, Cut bukan hanya pemimpin yang berpikir praktis. Ia adalah seorang visioner, seorang yang memandang jauh ke depan. Salah satu gagasan cemerlangnya adalah menghidupkan kembali situs-situs bersejarah yang menjadi saksi bisu perjalanan panjang Sinjai. Berkat dorongannya, Penjabat Bupati Sinjai berhasil mewujudkan renovasi Situs Perjanjian Topekkong di Kelurahan Biringere. Sebuah langkah kecil, mungkin, tetapi dengan dampak yang besar. Situs ini kini kembali bersinar, menjadi pengingat akan akar sejarah yang tak boleh terlupakan.
•Sambutan Haru dari Penjuru Negeri
Di puncak perayaan ini, tema besar yang menggema adalah, “Dengan Semangat Sinjai Bersatu, Ayo Kita Bangun Kabupaten Sinjai.”Sebuah seruan yang penuh optimisme, seolah meneguhkan kembali semangat bersama dalam membangun kabupaten ini menuju masa depan yang gemilang. Ucapan selamat datang dari segala penjuru, termasuk dari Kapolres Sinjai, AKBP Fery Nur Abdullah. “Selamat Hari Jadi Sinjai ke-460. Semoga Sinjai yang kita cintai ini semakin maju, semakin sukses, dan masyarakatnya semakin merasa aman serta nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur.
Namun, suara paling menyentuh datang dari rakyat jelata, mereka yang sehari-hari bergulat dengan kerasnya hidup, tetapi tetap menyimpan harapan besar. Di Pulau Sembilan, di mana akses penerangan masih terbatas dan kebutuhan akan air bersih serta pendidikan masih menjadi mimpi yang harus diperjuangkan, harapan mereka berkelindan dengan doa yang tulus. “Semoga pemerintah semakin memperhatikan kami, semakin amanah dalam menjalankan tugasnya. Kami hanya ingin penerangan, air bersih, dan pendidikan yang layak untuk anak-anak kami,” ungkap salah seorang warga dengan nada lirih, namun sarat dengan harapan.
•Refleksi untuk Masa Depan
Peringatan Hari Jadi Sinjai ke-460 bukan hanya momen seremonial. Ia adalah cermin refleksi, tempat di mana semua pihak, pemerintah, masyarakat, dan pemimpin, berkaca, menilik kembali perjalanan panjang ini. Dalam keberagaman yang terjalin erat, dalam perbedaan yang dijunjung tinggi, Sinjai melangkah ke masa depan dengan kepala tegak, membawa warisan sejarah dan harapan besar untuk hari esok.
Di bawah sinar matahari yang tak memudar, perayaan ini meninggalkan jejak di hati setiap orang yang hadir. Jejak yang tak hanya mengingatkan tentang masa lalu, tetapi juga memupuk harapan bahwa Sinjai, dengan segala keberagamannya, akan terus tumbuh menjadi kabupaten yang maju, sejahtera, dan penuh kedamaian.
•9 September 2024
Penulis: Supriadi Buraerah.
