Mamasa, TARGETTUNTAS.ID — Aktivis Kabupaten Mamasa, Ummul Akbar, mengajak pemuda dan mahasiswa untuk kembali mengambil peran aktif dalam mengawal jalannya sistem pemerintahan daerah. Ajakan tersebut disampaikan sebagai respons atas berbagai persoalan mendasar yang hingga kini masih dihadapi Kabupaten Mamasa.
Ummul Akbar menilai Mamasa masih bergelut dengan sejumlah masalah krusial, mulai dari kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai, keterbatasan akses antarwilayah, rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga tingginya ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat. Selain itu, persoalan kemiskinan struktural, minimnya lapangan kerja, serta kualitas pelayanan publik juga masih menjadi keluhan masyarakat.
Dalam kondisi tersebut, menurut Ummul Akbar, peran pemuda dan mahasiswa sangat strategis sebagai bagian dari kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan. Keterlibatan aktif generasi muda diperlukan untuk memastikan kebijakan publik, pengelolaan anggaran, serta program pembangunan daerah berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
“Pemuda dan mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton. Mereka harus hadir mengawal kebijakan, mengkritisi ketika ada penyimpangan, dan mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan demi kepentingan masyarakat Mamasa,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pengelolaan potensi daerah, baik di sektor pertanian, pariwisata, maupun ekonomi kerakyatan. Menurutnya, tanpa pengawasan publik yang kuat, potensi tersebut berisiko tidak memberikan manfaat maksimal bagi peningkatan kesejahteraan dan kemandirian daerah.
Ummul Akbar menegaskan bahwa ajakan ini bukan untuk menciptakan konflik dengan pemerintah daerah, melainkan sebagai upaya membangun pemerintahan yang sehat, terbuka, dan bertanggung jawab. Ia berharap pemuda dan mahasiswa Mamasa dapat bersatu mengambil peran melalui kritik konstruktif, kajian berbasis data, serta partisipasi aktif dalam ruang-ruang demokrasi.
“Ini semacam ajakan agar pemuda dan mahasiswa kembali aktif mengawal sistem pemerintahan di Kabupaten Mamasa,” ujarnya.
Ia menambahkan, masa depan Mamasa bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.
(Vikk)


