MAJENE – Dedikasi tinggi dan semangat melayani masyarakat ditunjukkan oleh jajaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Majene. Namun, pengabdian ini harus dibayar mahal saat salah seorang petugasnya jatuh sakit dan dilarikan ke Puskesmas, di tengah gencarnya pelayanan administrasi kependudukan sistem jemput bola yang berlangsung hingga larut malam di Kecamatan Malunda, Selasa (4/8/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 WITA, saat kegiatan pelayanan masih berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Malunda. Petugas yang sedang bertugas tiba-tiba mengalami keluhan sesak napas dan penurunan kondisi fisik, diduga kuat akibat kelelahan ekstrem setelah bekerja tanpa henti sejak pagi hari melayani ratusan warga yang mendatangi lokasi. Kondisi tersebut memaksa rekan sejawatnya segera membawa petugas tersebut ke Puskesmas Malunda untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak medis, salah satu perawat yang bertugas di Puskesmas Malunda menjelaskan bahwa pasien datang dengan keluhan utama sesak napas. Setelah dilakukan pemeriksaan awal dan konsultasi dengan dokter yang bertugas, tim medis memberikan penanganan berupa bantuan pernapasan guna menstabilkan kondisi pasien.
“Pasien mengalami sesak napas, sehingga setelah dikonsultasikan dengan dokter yang bertugas, disarankan untuk dibantu pernapasan agar kondisinya membaik,” ungkap perawat Puskesmas Malunda saat dikonfirmasi.
Hingga saat ini, penyebab medis yang pasti dari penurunan kondisi kesehatan petugas tersebut masih menunggu penjelasan lebih rinci dari tenaga kesehatan. Namun, dugaan sementara mengarah pada kelelahan fisik akibat beban kerja yang sangat padat dan durasi kerja yang panjang, mulai pagi hingga malam hari demi memastikan hak administrasi warga terpenuhi.
Mendapat kabar tersebut, Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Majene, Andi Devianti Arna, S.H., segera bergerak mendatangi Puskesmas Malunda didampingi sejumlah stafnya. Beliau langsung meninjau dan menjenguk kondisi bawahannya, sekaligus berkoordinasi dengan petugas medis terkait penanganan yang diberikan serta memastikan keselamatan dan pemulihan petugasnya berjalan dengan baik.
Di tengah kekhawatiran atas kondisi rekan kerjanya, semangat pelayanan tidak luntur. Kejadian tersebut tidak serta-merta menghentikan kegiatan pelayanan administrasi yang sedang berlangsung di Kantor Kecamatan Malunda. Para petugas yang tersisa tetap bertahan, berdiri teguh di tempat tugas, dan terus bekerja keras menyelesaikan seluruh antrean masyarakat yang telah mendaftar sejak pagi.
Hingga pukul 22.00 WITA, tercatat sekitar 500 warga telah melakukan registrasi untuk berbagai keperluan dokumen kependudukan, mulai dari pembuatan Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, hingga perekaman data KTP elektronik. Puluhan warga masih terlihat sabar menunggu giliran di lokasi, dan petugas berkomitmen untuk tidak menghentikan pelayanan sampai seluruh warga yang hadir mendapatkan haknya dan proses dinyatakan selesai.
Situasi ini menggambarkan dua sisi yang menyentuh hati: di satu sisi ada pengorbanan nyawa dan kesehatan aparatur negara demi pelayanan publik, namun di sisi lain terlihat tingginya antusiasme dan kebutuhan mendesak masyarakat Kabupaten Majene terhadap dokumen administrasi kependudukan.
Pelayanan jemput bola yang digalakkan Dukcapil Majene ini menjadi bukti nyata upaya pemerintah daerah mendekatkan layanan ke masyarakat. Meski harus bekerja hingga larut malam dan menghadapi risiko kelelahan, petugas tetap berupaya menuntaskan tugasnya agar warga tidak pulang dengan tangan kosong.
Kisah ini menjadi catatan pengabdian yang luar biasa, sekaligus pengingat akan pentingnya dukungan fasilitas dan manajemen kerja yang lebih baik agar pelayanan prima tetap berjalan seimbang dengan kesejahteraan petugas di lapangan.
Penulis: EPN
Editor: Bahar


